by

“WARGA MEKARJAYA PROTES ATAS DUGAAN INDIKASI MENGAKU AGEN BPNT DENGAN KAPASITAS LEGALITAS TIDAK JELAS TETAPI MENGAKU SEBAGAI AGEN DARI BNI.

-Nasional-11 views

INFOINDONESIANEWS.COM – SELASA, 18 Agustus 2020.“`

BANDUNG BARAT – Carut marutnya pendistribusian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Mekarjaya , disinyalir merupakan buntut dari penunjukan sejumlah pemasok bahan pangan progam pemerintah pengganti bansos rastra ini. Sejumlah indikasi penyimpangan pun mulai nampak pada progam BPNT atau disebut bansos pangan tersebut.

BPNT sendiri, merupakan perwujudan arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas (ratas) tanggal 16 Maret 2016, Ratas tanggal 26 April 2016 serta Ratas 19 Juli 2016 terkait Bansos Non Tunai. Dalam arahannya, Presiden Jokowi menginginkan peningkatan efektivitas dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial.

Penyaluran bantuan sosial non tunai dengan menggunakan sistem perbankan itu, diharapkan pemerintah agar dapat mendukung perilaku produktif penerima bantuan serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas guna mengurangi penyimpangan. Sejumlah regulasi pun memayungi progam ini.

Diantaranya Peraturan Presiden (PP) nomor 63 tahun 2017 tentang Bantuan Sosial Secara Non Tunai, PP nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 254/PMK.05/2015, PMK nomor 228/PMK.05/2016 serta Peraturan Menteri Sosial nomor 10 tahun 2017 tentang Progam Keluarga Harapan.

Dalam pedoman umum BPNT, E Warong (elektronik warung gotong royong) dalam penyediaan pasokan bahan pangan, dapat membeli dari berbagai sumber yang menyediakan Bahan Pangan sesuai Petunjuk Dinas ,Tujuannya cukup jelas, yakni mendapat ruang alternatif pasokan yang lebih optimal.

Namun pada praktiknya saat kami tanya jawab dengan seseorang yang mengaku sebagai Agen, ternyata legalitas nya dari Bank Bni tidak jelas,berikut pengakuan Agen bernama Ade Komarudin yang kerap dipanggil (Dede Bogel),setelah Di konfirmasikan beberapa waktu lalu, saat kami memberikan beberapa pertanyaan, pengakuannya bahwa”benar adanya Saya memang mengajukan untuk nama istrinya Manah ,untuk menjadi Agen Di Desa Mekarjaya,karena Desa Mekarjaya tidak mempunyai Agen Tetap dan Saya telah lakukan Registrasi pengajuan terkait untuk menjadi Agen ,dan kami telah di survey sebanyak duakali kerumah saya ,tapi kalau Warung saya memakai E-Warung Devi yang sama ngajuin menjadi agen juga,”Ujar Ade Komarudin polos seakan-akan tidak mengetahui apa-apa tentang jukdis Dan pedumnya, Bagaimana alur pengajuan sebagai Agen Bni untuk Bpnt seharusnya.

Saat Kami Pertanyakan kembali mengenai bukti legalitas dari Bank Bni yang berpusat di Purwakarta untuk Kecamatan Cikalongwetan, dan bukti memiliki E-Warong sendiri yang berada di Desa Mekarjaya, jawaban nya diluar dugaan kami,ternyata Ade Komarudin, tidak bisa menunjukkan legalitas nya dari bank Bni tersebut, dan Ade Komarudin ini pun tidak memiliki E-waroeng sendiri,untuk hal tersebut ,makanya Kepala Desa Mekarjaya belum menandatangani Recomendasi untuk Ade Komarudin sebagai Agen kepada pihak Bank Bni, Karena Kepala Desa mengetahui Saya tidak mempunyai E-Warung sendiri ,”ujarnya Ade Komarudin.

Ade Komarudin yang kebingungan saat pihak kami menjelaskan yang seharusnya dilaksanakan apabila ingin mengajukan Agen Bni, malah balik bertanya”bilamana saya memakai warung lain misalnya tetangga atau saudaranya apakah bisa tidak ya ? “Ujar Ade alias Dede

Dan apakah Saya Salah apabila Bpnt Mandiri kemarin, penggesekan nya di wilayah Lembang untuk Kpm Desa Mekarjaya?karena kalau tidak segera penggesekan maka warga Kpm Desa Mekarjaya tidak akan mendapatkan bantuannya, sedangkan Saya tidak mengetahui harus menggesek kemana, bahkan
Uang dalam Rek ATM Kpm nya pun masuk langsung ke Rek Suplayer kok,”Ujar Ade Komarudin

Menurut nya Ade Komarudin saat menanggapi ujaran masukan dari warga terkait Recomendasi yang belum di tandatangani Kades Mekarjaya, Ade menjawab bahwa”, Orang BNI juga tidak bodoh, masa tidak ada tandatangan Recomendasi Kepala Desa harus di bawa-bawa dan masa Saya tak ada warung harus tiba-tiba di adakan warung ?,maka disurvei lah Warung Devi yang deket SMP negeri 3 Cikalongwetan ,lalu Saya kemarin juga saat di survey kembali nyurveinya ke warung saudara Saya yang dipinggir rumah warung Bu Aboy ,sebagai acuan pengajuan Saya ke pihak Bank BNI ,”Ujar Dede Bogel seakan tak merasa bersalah dengan segala bentuk pernyataaan nya yang diungkap kan kepada Media.

“Iya mudah-mudahaan bulan September mendatang Surat Keputusan dari pihak BNI beres untuk penunjukan Agen nya, “Ujar Ade Komarudin alias Dede Bogel.

Jadi jelas disini kapasitasnya Ade Komarudin belum mempunyai kejelasan dari pihak Bank Bni sebagai Agen, tapi mengapa Ade Komarudin terjun langsung ke lapangan untuk ikut mengondisikan Bpnt tersebut, bahkan mengunjungi ke 17 Ketua Kelompok Kpm untuk meminta mereka mengondisikan Kartu ATM Kpm nya untuk di Kumpulkan Dan kolektifkan,sedangkan mengacu kepada legalitas Surat Kuasa Kpm nya pun, yang ditunjukkan via share kepada Media tidak jelas, Karena tidak ada tandatangan yang mengetahuinya misalnya dari pihak Pemdes,Tksk,Agen BNI,atau Rt,Rw terkait Surat Syah Kuasa Dari Kpm sebagai Jaminan dalam Pertanggung jawaban penggesekan nya, MENYATAKAN bahwa Ade Komarudin adalah sebagai kuasa untuk beberapa Kpm Bpnt Mandiri Di Desa Mekarjaya.

Dan disini pun seharusnya jelas bahwa Ade Komarudin apakah mempunyai pasokan bahan pangan komuditi Bpnt dan seharusnya pemasok tunjukan ini adalah yang memiliki E-Warung Sembako Bahan Pangan sendiri, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat , Dengan leading sectornya dari Dinas Sosial, Alih-alih program bantuan Bpnt ini bisa berjalan lancar, tapi kenyataan nya malah pendistribusian BPNT di Desa Mekarjaya,Kecamatan Cikalongwetan ini lebih carut marut,karena legalitas kapasitas Agen juga E-Warung nya yang tidak jelas tersebut,walaupun untuk kwalitas komuditi mengalami perbaikan daripada sebelumnya.

Disisi lain menurut narasumber warga Desa Mekarjaya, yang tidak ingin disebutkan namanya ,Dan sebelumnya telah memberikan keterangan kepada IInews bahwa” Info terkini tentang Bpnt Mandiri ada keanehan lagi dan kartu ATM Kpm di ambil sama orang yang tidak jelas kapasitasnya di Desa Mekarjaya,”Ujar Narasumber.

“Pengakuannya orang tersebut yang bernama Ade Komarudin kerap dipanggil Dede Bogel, bermacam-macam pendapat disampaikan,saat ditanyakan kapasitas Dede disini kepada Kpm,Dede mengaku sebagai agen yang diberikan kuasa oleh Ketua Bumdes untuk menjadi Agen Di Desa Mekarjaya,dan Saya hanya orang biasa yang disuruh Agen Bni untuk menemui Kpm,”Ujar Narasumber menceritakan duduk permasalahan nya kepada kami.

Menurutnya juga” Warga selaku Kpm menjadi bingung,mengapa sekarang yang mengumpulkan Kartu ATM Dari Kpm tersebut menjadi berbeda-beda,Apakah kepengurusan Bumdes sudah diganti?,karena sewaktu 1 bulan kebelakang Nama Ketua Bumdes adalah Asep Saepudin,sedangkan Kini muncul mengatasnamakan Agen dan Ketua Bumdes bernama Ade Komarudin ?,mengapa tidak bermusyawarah terlebih dahulu,tentang kejelasan legalitas Dan kapasitas atasnama Dede tersebut,”ujarnya.

“Kami khawatir apabila ada ketidakjelasan legalitas Surat Kuasa langsung dari Kpm maupun Surat Keputusan dari Bank BNI menjadi Agen yang tidak jelas bisa menjadi masalah lagi untuk Desa Mekarjaya, sebab Ade Komarudin alias Dede Bogel bisa menjadi masalah, apabila menjadi Agen untuk saat ini, Karena keabsahan dari Pihak Bank BNI sendiri belum ada survei,karena tidak mempunyai e-waroeng nya juga Bank BNI pun menyatakan belum memberikan keputusan terkait atasnama Ade Komarudin “Ujar Narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Menurut informasi Narasumber Warga Desa Mekarjaya menyebutkan juga bahwa”Saudara Ade Komarudin (Dede bogel) mengakui sebagai Agen Bpnt ,karena atas intruksi Kepala Desa Mekarjaya untuk menjadi agen sementara,karena legalitas istrinya sebagai Agen telah di cabut ijin nya ,”Ujar Narasumber informasi yang hubungi Media.
“Kami mendapatkan info tersebut dari salah seorang pengurus Desa Mekarjaya,saat mempertanyakan kenapa bisa Ade Komarudin (Dede Bogel )yang mengambil kartu ATM Bpnt Mandiri?” Dan, Pengurus Desa tersebut menjawab pertanyaan Narasumber tersebut bahwa”Itu semua disuruh Kepala Desa untuk sementara waktu tidak ada nya Agen Di Desa Mekarjaya, agar bantuan Bpnt bisa disalurkan kepada Kpm nya, “Ujar Narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Team Red Media. Sementara itu, jawaban klarifikasi yang disampaikan terkait Ade Komarudin kepada Media bahwa”Karena Istri nya Pak Kades mengundur kan diri untuk menjadi Agen Bpnt kembali, karena sakit semenjak ramainya pemberitaan Di Media tentang penyaluran Bpnt ini, Dan Istrinya Pak Kades menyampaikan kepada Ade Komarudin bahwa”Istrinya Kades lebihbaik menjadi Ibu Pkk saja, tidak ingin terlibat kembali dalam keagenan Bpnt lagi, maka nya akhirnya Saya mengajukan istri Saya Manah untuk menjadi Agen Bpnt di Desa Mekarjaya “Ujar Ade Komarudin menjelaskan.

Kabid Dinsos mengatakan, pihaknya berusaha menelusuri kaitan dengan BPNT dari mulai Keluarga Penerima Manfaat (KPM), e-waroeng sampai ke penyalur.

“Salah satu hasil penelusurannya adalah, penyaluran BPNT tidak memperhatikan pedum yaitu ketika e-waroeng dikoordinir oleh 1 penyalur dalam satu kecamatan. Sementara di dalam pedum jelas bahwa e-waroeng tidak bisa diintervensi oleh siapapun,” jelas nya.

“Dua poin pada pedoman umun BPNT sudah jelas mengarahkan untuk lebih bisa memberdayakan usaha kecil, bukan untuk dikoordinir pada satu penyalur. Di sini kita akan kroscek lebih lanjut. Kalau ternyata benar adanya di lapangan seperti itu, kita akan tindak tegas,” kata politisi salah seorang Dewan.

Ketidaksinkronan yang terjadi antara BNI, e-waroeng dan KPM harusnya bijaksana Bagaimana caranya agar tidak terjadi lagi carut-marut di tingkat bawah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Plt Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat , mengaku kaget, dengan munculnya informasi pengoordiniran kartu ATM KPM di e-waroeng yang dilakukan oknum pihak desa maupun e-waroeng. Sebab, dia baru mendengarnya.

“Ini jelas tidak dibenarkan. Apapun alasannya. Sebab, itu adalah hak masing-masing orang miskin. Apalagi jika disalahgunakan,” kata Kabid Dinsos beberapa waktu yang lalu.

Dia juga mengaku, sudah memanggil korkab dan korda bahwa mereka itu adalah pendamping KPM. Untuk memastikan KPM menggunakan haknya. Kalau ada manula yang diduga tidak bisa memasukan PIN di mesin edisi, harusnya dituntun.

“Tidak boleh dikoordinir siapapun, Kalau ada Agen yang tidak jelas legalitas keagenan nya dan e-waroeng yang melakukan koordinir Kartu Atm Kpm maka , izinnya dicabutlah. Kita usulkan ke BNI untuk hal ini, kita belum ada laporan yang masuk ke Dinsos tentang hal ini,” tegas nya.

Penulis/editor : Liesna Ega Kabiro IInews. Narasumber : Terkait pemberitaan Dan narasumber Masyarakat yang Dipercaya.

“`

News Feed