by

WAHH.. AKHIRNYA RESMI BIDAN CANTIK INI DILAPORKAN KE APH DIDUGA TAK MILIKI IJIN

-Nasional-7 views

Infoindonesianews.com – Sabtu, 22 Agustus 2020.

Luwu Timur – Akhirnya Terkait dengan adanya temuan Tim Investigasi di salahsatu lokasi tambang galian C (TGC) yang diduga tidak memiliki legalitas perijinan akhirnya resmi dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Diterangkan Sekretaris Badan Penyuluhan Pembelaan Hukum Pemuda Pancasila (BPPH PP) Kabupaten Luwu Timur, Muhammad Alwan. SH,kini telah resmi melaporkan Tambang yang diduga tak mengantongi ijin tersebu, diduga pemiliknya adalah oknum Bidan Desa diketahui bernama lengkap Nasmasriati atau Bidan Nur.

“Hari ini Kami sudah laporkan Dan sampai kan BAP nya secara resmi ke Polsek Mangkutana perhari ini (Sabtu, 22/8/2020) sore tadi,”beber Alwan.

Alwan berharap laporan tersebut tidak masuk angin. “Kami akan terus kawal kasus ini sampai ke jenjang yang lebih tinggi jika kasus ini terkesan masuk angin, nanti kita liat perkembangannya. Karena kami sudah tembuskan laporan polisi ini ke Polda Sulsel,”tambahnya.

diwartakan sebelumnya, Fakta baru, tak hanya bermimpi memiliki koperasi yang bergerak dibidang Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Bidan Desa di Desa Kasintuwu Kecamatan Mangkutana Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan pun Nyambi Sebagai Kontraktor. Namun Fatalnya, pekerjaan yang ditekuni sekian tahun tersebut tidak memiliki ijin dalam mengelolah Tambang Galian C (TGC).

Menaggapi hal tersebut, Sekertaris Badan Penyuluhan Pembelaan Hukum Pemuda Pancasila (BPPH PP) Kabupaten Luwu Timur, Muhammad Alwan. SH meminta pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Aparat Penegak HUkum (APH) untuk menertibkan tambang galian C yang diduga ilegal milik oknum Bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) diketahui bernama Nasmasriati atau biasa dipanggil Bidan Nur.

“Oknum Bidan seperti ini harus diberi sanksi tegas agar jerah, semua pekerjaan mau dia sikat, mulai dari Koperasi, Kontraktor, Pertambangan dan lain lain. Padahal masih ada tugas  utamanya sebagai bidan di Pustu desa Kasintuwu untuk melayani masyarakatnya. Saya harap aktifitas tambang galian C yang diduga ilegal milik Bidan Nur dihentikan dan mengusut legalitasnya,”urai Alwan saat ia bersama tim nya meninjau langsung lokasi TGC tersebut di Desa Kasintuwu. Jumat, 21/8/2020

Muhammad Alwan menambahkan secara tak sadar dan tak langsung, oknum bidan tersebut sudah melawan aturan tentang UU Minerba no.04/2009.

Padahal sangat jelas dalam UU Minerba No.04/2009, tentang pertambangan yang ilegal akan di kenakan sanksi pidananya kalau mereka menambang secara ilegal tidak ada izin UKL UPL didenda Rp 3 miliar dari daerah dan ancaman pidana minimal 3 tahun. Tidak mengantongi izin IUP operasional produksi dari Provinsi denda Rp. 10 miliar ancanam pidananya 10 tahun.

“Orang seperti ini tidak akan takut kalau cuma diancam tapi harus ditegasi oleh pihak berwenang. Kami berharap kepada tim TP2KL yang dibentuk oleh pemerintah Daerah  Luwu Timur agar bisa menertibkan penambang galian C yang diduga ilegal tersebut, begitu juga dengan pihak yang berwenang agar bisa melakukan penyegelan, kalau memang tambang tersebut ilegal sesuai UU minerba yang berlaku,” kata Alwan menambahkan.

Jika tidak ada tindaklanjuti dari persoalan ini sebagai jawaban dari keresahan masyarakat,  atas nama BPPH PP Luwu Timur akan menindaklanjuti ke Polres hingga ketingkat lebih atas dalam hal ini Polda Sulawesi Selatan.

“Jika tidak ditindak lanjuti maka kami dari BPPH Pemuda Pancasila Luwu Timur akan bersurat ke Polres dan Polda terkait dugaan adanya pembiaran penambang galian C ilegal yang ada di luwu timur” tutupnya.

Sementara, Petrus Frans selaku Kepala Desa Kasintuwu mengungkapkan lokasi tambang  milik oknum Bidan Nur  belum memiliki izin. “Masyarakat dilokasi tambang sudah mengeluhkan dan keberatan karna berdampak lingkungan, masyarakat kuwatir akan dampaknya. Kalau ditanya jawabannya Cuma bilang sementara pengurusan, kalau memang belum memiliki ijin dan sementara diurus ijinnya ya jangan kerja dulu baiknya kan tunggu ijinnya selesai dulu,”celetuk Petrus.

Dikonfirmasi terkait kasus ini, Dinas Lingkunga Hidup (DLH) yang dihubungi mengatakan umtuk TGC milik oknum Bidan Nur belum dikeluarkan ijin lingkungannya.

“Lokasi tambang yang di kerjakan Bidan Nur belum dikeluarkan ijin Lingkungannya, soal boleh tidaknya melakukan Aktivitas dan operasi pertambangan bisa langsung hubungi provinsi,” jelas Nasir.

Disisilain, Saat dikonfirmasi melalui via telepon, Oknum Bidan Nur terkesan murka dan panik kepada wartawan yang menanyakan persoalan tersebut dengan alibi ijin tambang miliknya tengah dalam kepengurusan. Sembari mengalihkan ke pembicaraan lain.

“Saya sedang mengurus explorasi tambangnya,”tutup Nur.

 Penulis / pewarta : Team Redaksi IInews

News Feed