Usut Tuntas Kasus Kilang Minyak KERAP TERJADI KEBAKARAN COPOT Direksi Pertamina

oleh -69 views

Infoindonesianews.com | Jum’at, 19 November 2021.

Foto : Zido Risihky IiNews

JAKARTA | Kebakaran tangki kilang Pertamina di Cilacap (Jawa Tengah) terjadi lagi, pada Sabtu malam, 13 November 2021. Kebakaran tangki di Kilang Cilacap bukan kali pertama terjadi. Pada Juni lalu, salah satu tangki yang berisi bensin milik PT Pertamina juga terbakar.

Kilang Cilacap merupakan satu dari 6 kilang Pertamina, dan kapasitas pengolahan 270 ribu barel per hari. Kilang minyak ini memiliki 228 tangki untuk menampung crude yang akan diolah, gas ,serta BBM hasil pengolahan minyak mentah.

LAKSI akhirnya turun langsung untuk menyampaikan Aspirasi nya, bahwa menilai insiden kebakaran yang hebat di kilang minyak milik PT. Pertamina adalah merupakan peristiwa yang ganjil atau tak lazim, karena kerugian dan dampak sosialnya amat besar bagi negara. Hari Jum’at, (19/11/2021).

Maka, dengan adanya kasus kebakaran tersebut, Kami meminta” agar Menteri Negara BUMN ,segera mencopot Direksi Pertamina, Direksi Pertamina harus berani bertanggung jawab atas insiden kebakaran,”seruan dari Aksi Laksi tersebut .

“Kami meminta agar aparat Kepolisian berani mengambil tindakan tegas, dan menetapkan para tersangka dalam peristiwa kebakaran kilang minyak sampai ke tingkat direksi Pertamina, jangan sampai kasus ini hanya menjerat pekerja lapangan saja, sementara direksi Pertamina yang memiliki otoritas penuh masih bebas tertawa di luar sana, dimanakah hati nuranimu ? Wahai direksi Pertamina!.

“Kami mendesak polisi mengusut tuntas untuk menjerat siapa saja yang bertanggung jawab dalam persoalan tersebut, publik harus dapat informasi yang jelas mengenai apa yang menjadi penyebab kebakaran dan bagaimana standar keamanan dan keselamatan Pertamina,”serunya kembali.

‘Jangan sampai tidak ada tindak lanjutnya, karena negara menanggung kerugian yang amat akibat dari kebakaran ini.

“Sudah selayaknya Direksi memprioritaskan soal keselamatan dan kesehatan lingkungan serta Lindung Lingkungan (LL). Apalagi atas kejadian yang sudah berulang kali ini seharusnya menjadi pelajaran untuk para Direksi Pertamina agar membuat antisipasi terhadap potensi bahaya (Hazard), kemungkinan risiko (risk) yaitu membuka peluang terjadinya kecelakaan ataupun kerugian pada periode waktu tertentu atau siklus operasi tertentu”.

“Atas insiden ini,Direksi Pertamina harus membayar mahal dengan segala risiko yang ditanggung oleh negara, direksi harus bertanggung jawab penuh secara hukum untuk memulihkan semua kerugian yang di alami oleh Pertamina,”ujar para Aksi.

“Kami meminta Menteri BUMN harus berani memberikan sangsi sebesar-besarnya secara tegas dan pencopotan terhadap Direksi Pertamina yang dinilai lalai dalam masa jabatannya, sehingga mengakibatkan kebakaran kilang minyak yang berulang kali terjadi,”tutupnya dari Aksi Laksi tersebut .

Foto : Zido Risihky IiNews.

Narasumber : Azmi Hidzaqi
Koordinator LAKSI (Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia). Pewarta : Zido Risihky IiNews Jakarta Pusat. Editor Red IiNews : Liesna Ega.