by

UNTUK KESEJAHTERAAN PARA PETANI TEMBAKAU, PEMERINTAH DIHARAPKAN BISA HADIR DORONG KEMITRAAN

-Nasional-5 views

Infoindonesianews.com – Sabtu, 29 Agustus 2020. Posted By Liesna Ega IInews.

GARUT – Sejumlah petani di Kampung Sukasirna,Desa Sukahaji,Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, berharap pemerintah bisa memfasilitasi untuk kemitraan guna meningkatkan kesejahteraan para petani tembakau di masa pandemi Covid-19.

Dengan adanya kemitraan,agar para petani tembakau dapat maksimal produktivitasnya , sehingga petani tidak terbebani meskipun sektor ini tengah mengalami perlambatan hasil panen nya, “Ujar Empong

Harapan agar pemerintah mendorong pengembangan kemitraan melalui suatu kebijakan, setidaknya ditegaskan oleh salah seorang petani tembakau yang berdomisili Kampung Sukasirna,Garut, Jawa Barat .

“Kami mengharapkan kehadiran pemerintah, misalnya dengan membuatkan draft mengenai kemitraan antara para petani dengan perusahaan mitra. Pemerintah berperan sebagai pengawas dalam pelaksanaan kemitraan ini, serta menjembatani antara petani tembakau dan pihak perusahaan mitra atau para petani tembakau kerap menyebutnya Bandar ,” ujar Haji Fudin salah seorang tokoh pemilik perkebunan tembakau dalam keterangannya,Sabtu (29/08/2020).

Sementara itu,Haji Fudin, salah seorang petani tembakau di Garut , Jawa Barat  mengungkapkan manfaat dan pentingnya kemitraan. Petani mendapatkan kepastian harga, pendampingan dari perusahaan mitra, mulai dari pengolahan lahan hingga pascapanen. Di lain sisi, industri mendapat pasokan yang kontinyu,”jelasnya.

“Bergabung dengan kemitraan, ada kepastian yang kami rasakan. Masalah-masalah yang dihadapi mulai dari proses penanaman sampai penjualan, ada surveyor pendampingnya. Inilah mengapa kemitraan itu penting,” papar Empong.

Panen tembakau biasa nya ,setiap Empat Bulan sekali kami menjual hasil panen tersebut kepada Bandar yang biasa membelinya dari Kami, tergantung hasil Panen nya, apabila satu ton itu biasanya, dibayar Bandar kepada Petani sekitar Tiga Juta hingga Empat Juta/Ton,”Ujar Empong. 

Meski demikian, petani kemitraan saat ini tengah khawatir dengan faktor kenaikan cukai rokok, yang berpotensi mengerek harga dan mempengaruhi kuota serapan dari perusahaan mitra atau Bandar.

Kementerian Pertanian, menegaskan “aturan terkait kemitraan tersebut akan dimasukkan ke dalam revisi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 23 Tahun 2019 tentang Rekomendasi Teknis Impor Tembakau dan Kementan akan menyelenggarakan Public Hearing, terkait penyusunan draft peraturan kemitraan. Kami ingin sebelum diterapkan ada respon dari stakeholder. Tentunya ini sebagai bagian dari sosialisasi kebijakan. Kami menyadari, memang hasil akhirnya tidak bisa menyenangkan semua pihak,”jelasnya.

Penulis/Editor : Liesna Ega Kabiro IInews. Pewarta : Liesna Ega IInews

News Feed