Umrah dan Ceramah Motivasi Patricio

oleh -34 views

infoindonesianews – Pergi ke Baitullah di Makkah, Arab Saudi, merupakan impian semua umat islam di dunia. Namun, memiliki uang saja tidak cukup untuk bisa sampai ke sana jika belum mendapatkan panggilan dari Allah SWT. Rabu, (20/05/2020)

Sejak mengenal Agama Islam dan mulai menjadi manusia beragama pada 2004 mantan penggawa Persib Bandung, Patricio Jimenez, baru ‘dipanggil’ melihat Ka’bah pada awal 2019 lalu. Pato merasa kaget dan bersyukur karena panggilan itu datang melalui tangan seorang Bupati daerah yang mengajaknya.

Pato, sapaan akrab Patricio Jimenez, mengatakan tak pernah menyangka jika panggilan ke ‘rumah’ Allah datang secara spontan seperti ini. Buat Pato, undangan ke Baitullah adalah hadiah dari Allah, Doa Restu dari Ibu nya serta Umat dari seluruh agama yang mendoakannya supaya Cita-cita pata tercapai buat Bangsa ini .

Pato tidak bisa mendeskripsikan perasaan ketika kali pertama menginjakkan kakinya di depan ka’bah yang menurutnya sangat indah. Ia hanya merasa ada sesuatu yang unik dan tidak biasa yang di rasakan nya.

“Saya tidak bisa dideskripsikan perasaan saya. Sangat sulit diekspresikan karena sangat unik. Dari awal saya tidak berharap, tidak direncanakan, ini datang sendiri saya tidak pernah membayangkan bisa sampai ke Makkah, ini panggilanNya. Semua terjadi sangat spontan dan cepat. Tidak ada rencana sama sekali, sensasinya luar biasa,” ucap Pato.

Pato berkelakar, jika kembali mendapatkan hadiah pergi umrah lagi, ia tidak akan terima untuk dirinya. Bukan karena merasa mampu, tapi pemain yang memperkuat Persib pada 2006/2007 itu akan memberikannya kepada orang yang sangat ingin menjalankan umrah tapi tidak mampu.

Buat Pato, umrah bukan perjalanan pariwisata . Umrah tidak ada artinya jika orang tersebut tidak bisa membantu sesama manusia di dalam perjalanan hidup. Pulang umrah, pintu keberkahan dan jalur rezeki terbuka lebar buat Pato yang kini sudah pensiun sebagai Atlet Profesional .

Banyak sponsor serta dukungan dari beberapa Menteri, Kepala Dinas Provinsi, Kota, Kabupaten dan Desa-desa yang sudah bergabung untuk mendukung 19 Program dari Proyek nya yang Pato sedang membangunkan di negeri ini sampai ke pelosok-pelosok di empat pulau sementara: Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Mulai dari pembangunan Desa, Sarana/Prasarana, fasilitas Pendidikan, Pertanian, Kesehatan masyarakat, Pembinaan Atlet-atlet dn Mengolharagakan/Memasyarakatkan Olaharaga secara Umum tanpa batas Usia.

Tak hanya itu, mantan pemain Sriwijaya FC tersebut selama kegiatan Proyek nya bersama Masyarakat, juga banyak mendapatkan panggilan dari sektor Pemerintah maupun Masyarakat sendiri dari berbagai daerah di Indonesia untuk mensosialisakan Proyek besar ini yg merupakan balas budi buat negeri yang sangat dicintainya.

Selain bekerja sama dengan Pemerintah Pusat, Provinsi, Kota, Kabupaten dan Pemdes dan Masyarakat secara Umun di Daerah-daerah, Pato juga sering kali memdapatkan Panggilan-panggilan dari Kyai dan Ustad untuk memberikan motivasi lewat ceramah kepada Umat di Masjid-masjid yang ada di seluruh Indonesia.

“ Sering dipanggil sama Kyai dn Ustad mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Makassar, Samarinda, Palembang dan beberapa Daerah-daerah untuk ceramah. Selama ini lebih dari 200 masjid sudah Saya kunjungi sesuai panggilan-panggilan dari ustad dan kyai untuk memotivasi Umat secara Umum Pria dan Wanita ” ujarnya.

Ketika berbicara di depan umat, Pato yang berdarah Chile memberikan motivasi kepada Umat. Sebab ia yakin, banyak umat yang datang ke masjid pasti membawa permasalahan dalam kehidupannya.

Semakin mengenal islam, semakin besar keinginan Pato untuk belajar lebih dalam. Pato menganggap Islam memiliki misteri tentang masa depan yang sudah digariskan.

“Kalau sekadar mendengarkan ceramah mereka setiap kali, itu sangat membosankan dn Umat pada Sholat Jumat khususnya 70% adir untuk tertidur dn istirahat dari kegiatan kerja daripada mendapatkan subuah kata yang bisa menjadi harapan besar di langka hidup ke depan., sayang sekali sering tidak ada kata-kata yang membagkitkan animo Umat untuk mereka menjadi Seseorang pekerjaan lebih baik, seseorang Suami/Isteri lebih baik, seseorang Umat Muslim yang lebih praktes sesuai realitas kehidupan manusia, bukan teori saja, dan lebih baik dalam segala hal yang manusia menghadapi se-hari-hari di mana, kapan dan sama siapapun.. Aku hanya membangkitkan animo dan memberitahu siapa mereka sebenarnya sesuai siklus evolusi manusia di dalam sebuah acara memotivasi terbuka secara Umum., mencari solusi atas permasalahan menajdi menu utama supaya ketika mereka keluar masjid bisa bermanfaat dan pulang dengan semangat penuh harapan buat masa depan. Memgingatkan kepada mereka bahwa selama manusia masih hidup, tidak ada yang tidak mungkin,” kata Pato.

Perjalanan panjang dilalui Pato sebelum menjadi manusia beragama.. Rasa cinta kepada Islam muncul ketika Pato melihat tidak ada perbedaan ketika umat memasuki masjid. Pato mengaku ada perubahan besar setelah melihat langsng di Mesjid, khususnya kedamaian, Kecintaan dan kebersamaan tanpa melihat status, kelas sosial dn hal-hal material lain,.

Pato sendiri mengatakan sudah mengetahui macam-macam agama secara permukaan saja saat masih duduk di bangku sekolah dan Kampus di Negaranya.

“Jadi proses belajar budaya dan bagaimana saya melihat agama Islam itu sangat jauh jaraknya karena meskipun kami mendapatkan mata pelajaran, namun itu hanya teori saja, bukan praktes, dari teori ke praktes ada subuah jembatan yang sangat panjang yang ratusan manusia tidak bisa Menyeberangi nya., Islam lah adalah agama yang membuka hati saya,” ucap Pato.

penulis patricio zimenes from CNNIndonesia
Editor: A.Machcud Ardiansyah IINEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.