by

TRAGIS DUA WARTAWAN, DIDUGA DIRAMPAS, DIHAJAR DAN DITODONG SENJATA, OLEH OKNUM DEBT COLLECTOR

-Nasional-5 views

INFOINDONESIANEWS.COM  – MINGGU, 30 AGUSTUS 2020.

Foto : Beritabangsa.com

LAMONGAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melarang penarikan untuk kendaraan bermotor atau pun mobil oleh perusahaan leasing ,maupun debt collector sementara waktu ini akibat dampak dari wabah virus corona.

Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Presiden RI Joko Widodo yang di ungkapkan  pada Hari Selasa (24/3/2020) dalam pidatonya menyebutkan bahwa  “menjanjikan kelonggaran pembayaran kredit untuk pekerja informal, seperti tukang ojek, sopir taksi, serta nelayan dalam pembayaran cicilan kredit kendaraan”,dalam pidato nya.

Kendati demikian, bukan tidak mungkin para debt collector ini masih saja tetap menagih tunggakan atau bahkan menarik objek leasing secara paksa. Tentu saja, hal ini mesti ditangani secara bijak.

Seperti yang dialami oleh dua orang  wartawan dari Surabaya bernama Agus Winarno dan Supandi. Keduanya menjadi korban perampasan dengan kekerasan oleh sejumlah Debt Collector, di depan Bank Mentari Terang, tepatnya di Pasar Babat , Kabupaten Lamongan, pada Hari Kamis ,(27/08/2020)sekitar pukul 12:30 WIB, dikutip kabardaerah.com.

Dua wartawan tersebut dari media online, Pewarta TV.com dan Kabardaerah.com, yang saat itu telah menjadi korban perampasan oleh delapan orang Debt Collector dari Leasing Clipan Finance.

Sedangkan Kendaran yang dirampas paksa oleh meraka adalah sebuah  mobil Daihatsu Xenia warna putih dengan nopol polisi L1480 QX. Yang beratas namakan Samsul ayah dari Agus Winarno.

Penyelidikan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama ini, berlokasi di Bukit Alas Bandawasa,dalam peristiwa itu bermula ketika dirinya keluar dari bank Mentari Terang, namun tiba tiba ada empat orang tak dikenal dengan nada tinggi dan tidak sopan bertanya, siapa yang punya mobil xenia putih ini. Agus pun langsung menjawab dengan nada rendah.

“Mobil ini milik Saya Pak, emang ada apa Pak, Tanpa basa basi empat orang itu langsung memegang erat tangan saya dari belakang dan merampas paksa kunci kontak mobil yang di simpan di dalam saku celana, hingga celana saya robek” jelas agus (Sabtu 29/8/20).

Ketika dikeroyok Agus sempat berteriak maling maling. sehingga warga sekitar Pasar Babat berdatangan untuk menolongnya, Namun Agus dan rekannya Supandi keburu diseret oleh colektor kedalam mobil ,Untuk menghindari dari amukan masa, sedangkan Agus beserta temannya dibawa dan diturunkan ditempat lain

Agus menambahkan, saat itu sempat dipukul ,hingga menyebabkan bibirnya bengkak akibat dipukul oleh preman bank (Debt Collector),Bahkan  ia diancam dengan menggunakan senpi yang ada di belakang pinggang salah satu Debt Collector.

“Saya hanya pasrah dan tak berdaya saat dikeroyok secara brutal. Apalagi Saya diancam dengan senjata api oleh salah satu Debt Collector itu. “Ujarnya.

Pasca peristiwa tersebut Agus bersama rekanya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lamongan ,agar segera ditangani.
Berdasarkan laporan polisi nomor: LP- B/150/VIII/Res 1.8 /2020/Reskrim / SPKT Polres Lamongan tertanggal 27 Agustus 2020.

Kasatreskrim Polres Lamongan AKP David saat di hubungi via WhatsApp oleh Berita-Rakyat.co.id (Minggu 30/8/20) menjelaskan, laporan ini sudah diterimanya.

“Ya kasus ini sudah saya terima dan kami akan melakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” terang Kasatreskrim.

Artikel tersebut sebelumnya telah tayang di kabardaerah.com dan beritarakyat.co.id dengan judul wartawan surabaya ditodong senjata api dan di hajar Debt colector terkait.

Narasumber Dilansir dari : Lamongan | Suaragegana.com

News Feed