by

Tidak Puas Dengan Pengelola Pantai, Warga Mapak Segel Jalan Masuk Pantai

Mataram, Infoindonesianews.com – Puluhan warga Mapak Indah, Kecamatan Sekarbela, kota mataram, menghalau petugas yang hendak membuka segel gerbang masuk menuju Pantai Mapak, senin 3/8/2020.

Dengan santun petugas dari Koramil Ampenan dan Polres Mataram bernegosiasi dengan warga yang mencoba menghalaunya.

Peristiwa itu merupakan rentetan dari beberapa kejadian sebelumnya, warga keberatan karena pengelola pantai bertindak semena-mena, pada dasarnya pihak pemegang kebijakan dengan warga di wilayah mapak sudah sering berkoordinasi namun belum ada tindak lanjut sebagai efek dari kesepakatan tersebut.

Perwakilan tokoh agama mapak indah ustad Harmaen Mengatakan beberapa hal yang menjadi keberatan warga terhadap pengelola pantai, diantaranya pihak pengelola memasang portal di jalan menuju pantai sehingga warga tidak dapat bebas keluar masuk menuju pantai saat mau melaut.

Selain itu warga juga mengeluhkan terhadap adanya larangan menaruh perahu di pinggir pantai depan kafe oleh pengelola, berikutnya tindakan pemilik kafe yang beroprasi hingga tengah malam, dinilai warga dapat memancing pengunjung berbuat asusila.

“Kami sering menemukan pengunjung yang berbuat asusila di pantai”,jelas harmaen usai bernegosiasi dengn aparat di pintu masuk Pantai Mapak, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Senin(3/8).

kesepakatan yang pernah di bangun antara warga dengan pihak pengelola bahwa kafe di buka sampai magrib saja selebihnya kafe harus ditutup,”kami telah menyepakati bahwa kafe harus dibuka sampai magrib saja, namun pemilik kafe tetap beroprasi hingga tengah malam”, jelas harmaen.

Selanjutnya warga juga mengeluhkan terhadap aksi meminum minuman keras di pinggir pantai, kalaupun pantai mapak ingin di jadikan wisata oleh pemerintah warga meminta pantai mapak di jadikan kawasan wisata religi sebab di seputaran pantai ada makam para orang tua terdahulu yang harus di hormati.

Aparat yang datang saat itu mencoba bernegosisi dengan warga, menanyakan keinginan warga setempet, bergantian perwakilan warga menyampaikan pendapatnya, sehingga pihak aparat memahami yang diinginkan warga.

Selanjutnya kasus tersebut akan di ambil alih oleh pihak Polres Mataram, kabag ops Polres Mataram Kompol Taufik menyampaikan untuk menyelesaikan masalah tersebut pihaknya akan memediasi pertemuan warga dengan pihak yang terkait.

”Besok atau lusa kita akan bersurat kepada semua pihak yang berkepentingan untuk duduk bersama di polres,”pungkasnya,

Penulis:(man)

News Feed