Terkait Pembuatan Sartifikat PTSL Warga Desa Dah, Diduga Ada Pungli di BPN Subulussalam

oleh -145 views

Infoindonesianews.com | Selasa,12 Oktober 2021.

ACEH |” Saya atas nama Masyarakat Desa Dah, Kec. Rundeng, Kota Subulussalam mendesak Perwakilan BPN Subulussalam ,untuk segera menyerahkan Sertifikat PTSL milik Kami sebanyak 105 sertifikat. Kami sudah cukup sabar menunggu sejak Tahun 2019 s/d 2021, “ujar Malim Sabar kepada awak media ini, pada hari Senin ,(11/10/2021).

“Hampir semua cara sudah Kami lakukan untuk mendapatkan sertifikat PTSL milik Kami tersebut, termasuk memberikan uang senilai 10 Juta Rupiah kepada Perwakilan BPN Subulussalam untuk mendapatkan tandatangan dari Kepala Perwakilan BPN sebelum Heriansyah menjabat saat ini ,sebelumnya di jabat oleh Syahril Kaban dan dibubuhkan pada sertifikat PTSL Kami, namun hingga saat ini sertifikat tersebut belum juga kami terima,” ujarnya dengan nada mengeluh.

“Sertifikat Kami waktu itu melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ( PTSL ) dan waktu itu tidak ada kendala dan telah diakui oleh Ombusman RI Perwakilan Aceh, bahkan sudah memenuhi Kloster 1 (K1) dan nomor sertifikatnyapun sudah keluar,hingga terlihat di peta satelit, jadi tidak ada alasan lagi bagi Mereka,” tegasnya.

“Terkait uang 10 Juta yang Kami berikan kepada Perwakilan BPN Subulussalam sejumlah biaya tersebut adalah untuk mendapatkan tanda tangan atas 105 sertifikat PTSL Kami ,di Kaper BPN Subulussalam lama yaitu Syaril Kaban ,yang kini sudah pensiun dan berdomisili di Medan Sumatra Utara, “ungkap Malim Sabar.

Uang 10 juta tersebut diserahkan oleh Dagar Kades Dah dan diterima oleh Masdi Pegawai Perwakilan BPN Subulussalam. Selanjutnya Masdi memberikan 5 Juta Rupiah kepada Hariansyah Kaper BPN Subulussalam untuk biaya keberangkatannya ke Medan menemui Syaril Kaban.

Selanjutnya, dikarenakan selang waktu yang lama,hingga kini belum juga ada kepastian sudah atau belumnya sertifikat PTSL Kami ditanda tangani ,dan kapan Kami bisa menerimanya, akhirnya Kami meminta Masdi untuk mengembalikan uang 10 Juta yang beliau terima, namun Masdi hanya bisa mengembalikan 5 juta rupiah,”ungkap Malim Sabar.

Berkenaan namanya disebut-sebut sebagai penerima uang 10 juta tersebut, saat dikonfirmasi awak media ini pada hari Senin (11/10/2021) via WhatsApp Masdi mengatakan ” Saya tidak mengetahui hal itu, itu hanya misskomunikasi,” ujarnya singkat.

Sementara itu Syahril Kaban Kaper BPN Subulussalam lama, juga melalui via WhatsApp mengatakan,bahwa ” Sesuai dengan SKB Tiga Menteri untuk biaya Operasional di Desa, Kepala Desa boleh memungut Biaya Operasional,tapi tidak melebihi sejumlah Rp 250 Ribu Rupiah. Dan untuk BPN sendiri tidak ada pungutan apapun kepada warga Masyarakat ,karena sudah dibiayai oleh pemerintah,”ungkapnya mengklarifikasi.

Menurut keterangan dari Kepala BPN Induk Subulussalam bernama Singkil Reza, pada hari Selasa (12/10/2021) mengatakan,bahwa “untuk pembuatan sertifikat PTSL ,memang tidak ada pungutan biaya apapun oleh Kantor Pertanahan, dan itu tercantum dalam ketentuan, yaitu dalam SKB tiga Menteri (Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional) , hanya terdapat biaya Prasetifikasi yang dapat dipungut oleh Pemerintah Desa sebesar Rp 250.000/Bidang, dan itu bukanlah biaya pembuatan Sertipikat kegiatan PTSL ,” tegasnya.

Masih dari Syahril Kaban, terkait sartifikat PTSL warga Desa Dah mengatakan ” Permasalahan sertifikat di Desa Dah yang belum selesai, dikarenakan masuk dalam kawasan gambut. Masalah ini sudah di laporkan ke Kanwil BPN Provinsi Aceh. Seharusnya Kaper BPN Subulussalam memberi penjelasan kepada Masyarakat Desa Dah ,bahwa lahan tersebut berada dalam kawasan gambut,” pungkasnya melalui via WhatsApp, Senin, (11/10/2021).

Guna mendapatkan konfirmasi klarifikasi dari Hariansyah Kaper BPN Subulussalam atas apa yang disampaikan oleh Malim Sabar, hingga kini belum bisa dihubungi baik melalui whatsapp, maupun telepon seluller.

Narasumber Pewarta : Sabirin Siahaan IINews Aceh. Editor Red IINews : Liesna Ega.