by

Segudang Aktivitas Mulai Koperasi, Proyek Pembangunan Hingga Tambang Galian C, Oknum Bidan Kasintuwu di Duga Lalai Dalam Menunaikan Kewajiban.

Infoindonesianews.com-Sekertaris BPPH Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu Timur, Muhammad Alwan. SH meminta pihak Terkait Dinas Lingkungan Hidup dan aparat kepolisian untuk menertibkan tambang galian C yang diduga ilegal milik oknum bidan di Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi.
Hal ini diungkapkan Sekertaris BPPH Pemuda Pancasila Luwu Timur, Muh. Alwan disaat kunjungan Kelokasi Tambang Galian C di Desa Kasintuwu para hari Jumat 21 Agustus 2020.

Pasalnya, oknum bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang bernama Nasmasriati yang biasa di sebut bidan Nur sudah lalai, tidak mengindahkan peraturan tentang UU Minerba no.04/2009.

Bahkan setelah kami turun kelokasi dan mewancarai beberapa pekerja dan masyarakat sekitar lokasi tambang ternyata ada hak pekerja dan pemilik tanah belum di selesaikan alias belum dibayar upahnya selama 4 tahun, ada yang 38 JT, ada yang sampai 40 jt.

“oknum Bidan seperti ini harus diberi sanksi tegas agar jerah, semua pekerjaan mau dia sikat, mulai dari Koperasi, Kontraktor, Pertambangan dan lain lain. Padahal masih ada tugas utamanya sebagai bidan di pustu desa Kasintuwu untuk melayani masyarakatnya. Saya harap aktifitas tambang galian C yang diduga ilegal milik Bidan Nur dihentikan” kata Sekertaris BPPH PP Lutim, Alwan.

Padahal sangat jelas dalam UU Minerba No.04/2009, tentang pertambangan yang ilegal akan di kenakan sanksi pidananya kalau mereka menambang secara ilegal tidak ada izin UKL UPL didenda Rp 3 miliar dari daerah dan ancaman pidana minimal 3 tahun. Tidak mengantongi izin IUP operasional produksi dari Provinsi denda Rp. 10 miliar ancanam pidananya 10 tahun.

“Orang seperti ini tidak akan takut kalau cuma diancam tapi harus ditegasi oleh pihak berwenang” kata Alwan menambahkan.

“Kami berharap kepada tim TP2KL yang di bentuk oleh pemerintah Daerah Luwu Timur agar bisa menertibkan penambang galian C yang diduga ilegal tersebut, begitu juga dengan pihak yang berwenang agar bisa melakukan penyegelan, kalau memang tambang tersebut ilegal sesuai UU minerba yang berlaku” harapnya.

“Jika tidak ditindak lanjuti maka kami dari BPPH Pemuda Pancasila Luwu Timur akan bersurat ke Polres dan Polda terkait dugaan adanya pembiaran penambang galian C ilegal yang ada di luwu timur” tutupnya

Dikonfirmasi Kepala desa Kasintuwu mengatakan bahwa lokasi tambang bidan nur belum memiliki izin, masyarakat dilokasi tambang sudah mengeluhkan dan keberatan karna berdampak lingkungan, masyarakat kwatir dampaknya.

Ia menambahkan menurut pengakuannya, menurut pengakuan Bidan Nur loh, sementara pengurusan,”Tutur Petrus frans.

Sementara dari Dinas Lingkunga Hidup (DLH) yang dihubungi mengatakan, “lokasi tambang yang di kerjakan Bidan Nur belum dikeluarkan ijin Lingkungannya, soal boleh tidaknya melakukan Aktivitas dan operasi pertambangan bisa langsung hubungi provinsi,” jelas Nasir.

Oknum bidan Pustu Kasintuwu, Bidan Nur saat di konfirmasi langsung panik dan mengatakan dalam pengurusan “saya mengurus explorasi ada dan melanjutkan bertanya manami itu orang provinsi yang ditunggu untuk urus ijin operasi. terkesan panik dan salah tingkah akhirnya ucapannya ngaco, cari pembelaan.
Ia juga menambahkan terkait upah buruh tambang nya yang belum di bayar jika ada suruh datang kerumah, saya bayar 2 kali lipat. “Ketus Bidan Nur.

Penulis“AA-iinews”
Editor: SEKJEN IINEWS

News Feed