Sat Reskrim Polres Loteng Amankan Pelaku Pembuat Video Tik-Tok Dengan Gerakan Sholat

oleh -36 views

Infoindonesianews.com

Lombok Tengah, Perempuan yang membuat video tiktok dengan menampilkan diri bermain dengan gerakan solat, dan diamankan oleh personel Polsek Kopang Polres Lombok Tengah sekitar pukul 22.45 wita. Senin malam (04/05).

Pelaku berinisial RE (19) alamat Renggung, Dusun Pendangi, Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, diancam Pasal 156 KUHP tentang penistaan agama atas video tiktok yang diunggahnya di akun medsos miliknya.

“Untuk sementara kami akan menerapkan Pasal 156 KUHP dan Undang-undang ITE, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” ujar AKP Priyo Kasat Reskrim Polres Lombok tengah saat dikonfirmasi, Selasa (05/05).

Pasal 156 KUHP berbunyi, Barang siapa dimuka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp 4.500″

Diberitakan sebelumnya, RE membuat video tiktok menggunakan pakaian Sholat atau mukena sambil berjoget dan diiringi musik didalam sebuah ruangan. Kejadian itu viral melalui video yang tersebar dimedia sosial dan memancing berbagai macam protes dari pengguna media sosial lainnya.

Tak ingin dampaknya meluas, kamipun bertindak cepat mengamankan pelaku untuk dimintai keterangan” tambah Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo.

Pada saat dimintai keterangan yang bersangkutan minta maaf kepada seluruh masyarakat di Indonesia, berikut pernyataannya

“Saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya karena saya sudah membuat video yang tidak bermanfaat. Saya akui kesalahan saya, saya hilaf dan tidak sadar bahwa apa yang saya lakukan itu salah,” suara RE bergetar saat menyampaikan permohonan maafnya, ujarnya.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, S.I.K., M.Si ditempat terpisah menghimbau kepada seluruh masyarakat NTB untuk tidak terpancing dengan adanya video yang beredar di medsos.Dan menyerahkan penanganannya kepada pihak Kepolisian.

Dan kepada seluruh masyarakat diharapkan agar bijak dalam bermedia sosial, apalagi disaat menghadapi pandemi Covid-19 sekarang ini, agar tidak melakukan perbuatan di media sosial yang dapat mengundang keresahan dan kebencian di masyarakat.

Apalagi menyangkut pelecehan keyakinan keagamaan, mari kita ciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif ditengah masyarakat, ujar Kabid Humas Polda NTB.

(Rahmat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.