by

RIDWAN KAMIL LAKUKAN SUNTIK UJI PERTAMA SEBAGAI RELAWAN KLINIS VAKSIN COVID-19.

-Nasional-12 views

INFOINDONESIANEWS.COM – SABTU, 29 AGUSTUS 2020.

BANDUNG – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar),Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjalani penyuntikan pertama sebagai relawan uji klinis vaksin COVID-19 di Puskesmas Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Hari Jumat (28/8/20).

Ridwan Kamil yang kerap dipanggil Kang Emil mengatakanbahwa” dirinya bersama Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jabar Ade Adhyaksa, beliau-beliau lebih dulu melewati prosedur pengecekan kesehatan tersebut,”Ujar Kang Emil.

Menurut Kang Emil “pemeriksaan tersebut diantaranya pemeriksaan tensi, pengambilan darah, pemeriksaan bagian dada dan paru-paru, hingga melakukan rapid test ,untuk memastikan tidak ada antibodi yang muncul saat kondisi akan disuntik,”Ujar nya.

Kang Emil sendiri disuntik di bagian lengan kiri atas, sebagai relawan pertama yang mendapatkan suntikan uji klinis vaksin COVID-19 di Puskesmas Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung,Usai disuntik, dirinya mengaku muncul rasa pegal selama lima menit di titik penyuntikan,“Saya pribadi merasa agak pegal-pegal, nyut-nyutan (linu) selama lima menit. Setelah itu, semuanya kembali normal,” kata Kang Emil.

Setelah Kang Emil yang disuntik Uji klinis Vaksin,kemudian tiga pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya mengikuti ,setelah menunggu selama 30 menit untuk melihat reaksi dari pengetesan uji klinis vaksin COVID-19 terhadap tubuh mereka.
“Per 30 menit setelahnya, Alhamdulillah Kami semua terlihat aman dan sehat. Doakan saja nanti malam, besok, dan seterusnya juga tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Kang Emil.

Adapun dalam 14 hari ke depan, Kang Emil pun menjelaskan bahwa” mereka diberi kartu yang harus diisi untuk melaporkan suhu tubuh maupun anomali, salah satunya jika ada kenaikan suhu yang tiba-tiba,”Pungkasnya.

“Selain itu, ada sembilan potensi reaksi lain yang harus dilaporkan apabila terjadi, baik gejala ringan maupun gejala yang agak berat,terkait hal tersebut rutin diisi setiap hari (Kertas), sampai kembali bertemu (dengan dokter dan peneliti) 14 hari mendatang,” kata Kang Emil.

Di hari ke-14 atau setelah dua pekan disuntik Vaksin Covid19 tersebut , dirinya bersama unsur Forkopimda akan dijadwalkan menjalani penyuntikan dosis kedua di tahap/kunjungan ketiga (V2).

“Setelah itu, kita akan melakukan proses pengecekan harian lagi sampai tuntas, lalu disimpulkan apakah imunitas Kami ini naik atau tetap saja, di situlah riset itu akan menjadi sebuah kesimpulan, apakah vaksin ini layak untuk diproduksi massal,atau tidak “, tutur Kang Emil.

“Akan tetapi feeling Kami, optimis tidak ada masalah, karena laporan dari selama ini yang sudah dilakukan di minggu sebelumnya tidak ada indikasi yang mengkhawatirkan,” tegasnya.

Selama 14 hari inipun, Kang Emil pun berujar bahwa “dirinya diimbau untuk siap hadir, ketika dibutuhkan untuk konsultasi oleh dokter atau peneliti,Sementara terkait agendanya sebagai pemimpin Jabar, ia mengatakan” akan menjaga kegiatan agar tidak melebihi rutinitas yang biasa dilakukannya”ucapnya.

Kang Emil pun menjamin keterbukaan informasi ,jika terjadi sesuatu terhadap dirinya dan tiga pimpinan Forkopimda lainnya terkait kehadiran keempatnya sebagai relawan pun dilakoni demi menghadirkan rasa percaya masyarakat terhadap uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 Sinovac oleh BUMN Bio Farma dan FK Unpad ini.

“Jadi semua saling mendoakan, menguatkan, Kami berempat mewakili militer, mewakili polisi, mewakili aparat hukum, dan Saya sendiri mewakili pemerintah ASN, kita saling menguatkan,” tutup Kang Emil.

Editor IInews : Liesna Ega Pewarta : Dodo Narasumber : HUMAS JABAR
Kepala Biro Humas dan Keprotokolan
Setda Provinsi Jabar
Hermansyah

News Feed