by

RENCANA TPS TAGOG PADALARANG WARGA BERHARAP DAPAT MENGKAJI ULANG DAMPAK YANG AKAN TERJADI APABILA GUNAKAN BAHU JALAN NASIONAL

-Nasional-4 views

Infoindonesianews.com – Sabtu, 22 Agustus 2020.

BANDUNG BARAT – Rencana TPS Tagog Padalarang,mengundang polemik di masyarakat yang selama ini menggunakan bahu jalan sebagai tempat fasilitas pejalan kaki Menghindari kemacetan, demi keamanan diri dari lalu lalang nya lalulintas dan minimalisir terjadinya kecelakaan.

Rencana TPS Tagog Padalarang ini pun , mengundang salah seorang Tokoh Warga Kecamatan Padalarang bernama Toro, untuk bicara tentang Hak pejalan kaki Jangan sampai terjadi perampasan Hak masyarakat pejalan kaki, saya mewakili warga yang akan merasakan dampak nya nanti”Ujarnya.

Menurut Tokoh Masyarakat Padalarang Toro ini berkata bahwa”Semua Warga Negara Di Republik Ini Mempunyai Hak Yang Sama,jadi Jangan sampai karena TPS ini merampas hak pejalan kaki sedangkan selama ini pun pasar sementara itu menggunakan bahu jalan nasional,” kata Toro,saat dihubungi infoindonesianews.com melalui telpon.

Saya tegas kan bahwa Saya beserta warga yang lainnya, Saya pribadi atas nama Warga Padalarang menolak TPS Tagog Padalarang menggunakan bahu jalan nasional sebab sebelum itu terjadi kita telah perhitungkan Efek dan Dampak yang terjadi, akan menimbulkan kemacetan arus lalu lintas total,sedangkan fasilitas jalan nasional Tagog Padalarang,kita Ketahui semua Lebar nya seluas apa, “Ujar Toro mengungkapkan kepada kami.

“Sebagai Warga lingkungan wilayah sendiri kita lebih mengetahui keadaaan Dan kondisi nya wilayah kami ini, apabila Pasum pun ikut dirampas hak nya dari pengguna fasilitas, Contohnya : Pasum yang dipakai Ruko pas tikungan pertigaan Tagog Padalarang, dulu itu adalah tempat belok nya Kendaraan Umum, Dan parkiran hingga kemacetan tidak seperti saat ini dampak nya, disaat ketika Pasum Di salah gunakan menjadi fasilitas pribadi Dan di rantai begitu saja agar tak dijadikan belokan parkiran,akibatnya Kini kemacetan tak bisa dihindari lagi di tempat tersebut,”ujar salah seorang tokoh warga yang lain yang tidak ingin disebutkan namanya.

Dan menurut Toro pun” lagian apabila Bahu jalan terpakai ,maka makin saja akan terlihat kumuh dan Proyek Pasar Tagog Padalarang ini, bukanlah untuk rentan waktu yang sebentar, bisa memakan waktu sampai tahunan untuk bisa menempati kembali apabila pasar sementara di bahu jalan,” ungkapnya.

Toro meminta kepada Pemda KBB dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mengkaji ulang TPS Tagog yang akan menggunakan bahu jalan. “Jangan dipaksakan karena itu juga melanggar hukum,” tuturnya.

Toro juga mengatakan tidak akan mempercayai, jika tidak ada lahan yang bisa disewakan untuk TPS Tagog Padalarang. “Bohong itu kalau sampai tidak ada tempat untuk pasar sementara,karena Saya kira itu sudah seharusnya Ada dalam agenda perencanaan yang sudah di maksimal kan agar tidak keteter dan terjadi polemik nanti nya ,” kata Toro.

Sementara itu, PT Bangun Bina Persada, sebagai pelaksana proyek bernilai Rp79 miliar lebih tersebut, enggan memaksakan diri memulai pembangunan tanpa ada proses perizinan dari pemerintah itu sendiri, sebab semua Keputusan pun harus melalui perundingan atas musyawarah dan mufakat melingkupi semuanya.

TPS Tagog Padalarang rencananya akan menggunakan bahu jalan. Sekitar 800 kios akan dibangun dengan ukuran kurang lebih 1 m2, dibahu kanan kiri jalan raya tersebut. Rencananya, bangunan kios mulai dilaksanakan awal Agustus 2020 dan diperkirakan selesai September, sehingga Oktober 2020 bisa dipergunakan oleh para pedagang.

“Pembangunan di awal ini harus melalui proses perizinan. Kenapa jadwal pembangunan (TPSB) agak meleset, karena kita mau tunggu izinnya keluar dulu,” ujar Wakil Direktur PT Bangun Bina Persada, Engkus Kusnadi, di sela-sela Sosialisasi Tahapan Pembangunan Pasar Tagog Padalarang di Villa Lemon, Lembang, KBB, Rabu (19/8/2020).

Engkus menyebut, kemungkinan turunnya perizinan baru pekan depan, sesuai dengan proses pengurusannya yang memakan waktu hingga 14 hari. Jika perizinan ke luar, maka pihaknya memulai pembangunan TPSB yang ditargetkan akhir September 2020 rampung. Sehingga pertengahan Oktober para pedagang bisa mulai berjualan di TPSB.

Ia berharap pembangunan tahap selanjutnya, yakni Pasar Tagog yang berlantai empat ini, bisa dilaksanakan November nanti. Sehingga November tahun depan diharapkan pedagang sudah bisa berjualan kembali di tempat yang permanen.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) KBB, Ricky Ryadi mengharapkan pembangunan Pasar Tagog tersebut bisa berjalan dengan lancar. Kunci untuk mewujudkan semua itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terutama dengan para pedagang.

“Akhirnya sekarang kami sengaja mengumpul kan para pedagang melalui paguyuban agar bisa mewakili suara mereka nantinya ,” ujarnya.

Pihaknya enggan di kemudian hari ada dampak yang tidak sesuai harapan manakala ada kesalahpahaman di antara mereka. Jika ada hal-hal yang memang perlu dibicarakan, maka lebih baik diungkapkan Dan musyawarah kan saja. 

Penulis/Editor : Liesna Ega Kabiro IInews. Pewarta : Alin Metro/Ega
Narasumber : Toro Dan Wakil Warga Padalarang

News Feed