INFO INDONESIA
Berita HOME Nasional

Ratusan Orang Bertopeng Merusak 3 unit rumah Warga Kampung Taipa Kalongkong

infoindonesianews.com –

Ratusan warga menggunakan topeng merusak 3 unit rumah panggung milik warga di Kampung Taipa Kalongkong, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea, Ketiga rumah tersebut diketahui milik Juma Daeng Mange (45), Lassa (70) dan Kaisang (45). Selain dirusak, seisi rumah juga nyaris tak bersisa. “Ada ratusan orang datang dan merusak rusak rumah. Jumat (1/6/2018) malam sekitar pukul 22.00 Wita

Lembaga Bantuan Hukum Bhakti Keadilan jeneponto “ Andi Nurdin “ Sangat Menyayangkan hal tersebut karna Membuat Suatu peristiwa Hukum Yang Kemudian Mengakibatkan Kerugian Bagi Masyarakat.

Andi Nurdin Menjelaskan Bahwa Hal Serupa Tidak Boleh terjadi lagi di butta Turatea Karna Ini adalah Peristiwa main hakim sendiri kalaupun ada perselisihan maka harus diselesaikan secara baik-baik. Ujarnya

Andi Nurdin Memberikan Ultimatun Kepada jajaran Polres Jeneponto Untuk Segera melakukan tindakan cepat guna Mengantisipasi Aksi balasan dan Segera Tangkap para Pelaku Pengrusakan rumah Tersebut “ jangan Sampai Ada Pembiaran “ Tambahannya

Ini Sudah menyalahi Aturan dan pihak Polres Jeneponto Harus Memberikan Tindakan tegas bagi Para Pelaku karna Dinegara kita negara hukum maka mari kita mengkedepangkan Asas Hukum Dimana Azas Hukum Keadilan,Kepastian Hukum serta Kemanusian Itu Pula Harus Dijunjung, Kita kan Menganut Paham Hukum Yang dimana Diatur dalam Undang-Undang RI 1945 Di Dalam pasal 27 dan 28 bahwa Semua Orang Sama dimata Hukum Dalam Artian Prinsip Equality Before Of The Law harus Dijalangkan Untuk Itu Tidak Ada Alasan bagi Para Pelaku untuk tidak diberikan Tindakan Tegas oleh Penegak Hukum,Ketika Tidak Ditindaki dengan Cepat maka Kami Sebaga Lembaga Pemberi Bantuan Hukum Akan Melaporkan ke Komnas Ham dan instasi Terkait atas Inseden Tersebut” Ancamnya

LBH Bhakti Kadilan Jeneponto Telah ditunjuk Oleh Pihak Korban Untuk Mengawal kasus tersebut dan Kami bersama Tim akan Konsulidasi dan Berkoordinasi dengan LPSK dan instasi Terkait ( Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ) Di jakarta  Agar Korban mendapatkan Haknya

Sekedar diketahui Massa yang Datang Merusak Mereka bawa senjata tajam berupa parang dan linggis,”. Polisi yang mengetahui insiden itu langsung memasang police line dan berjaga di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Boby yang dikonfirmasi mengatakan, motif pengrusakan diduga akibat tidak terima ada terduga pelaku yang sempat diamankan dibebaskan oleh polisi. “Jadi kalau keluarga korban menyangka itu adalah pelaku pada hanya saksi dan juga kita sudah gelar perkara dan mendatangkan dari kelurga korban (pembunuhan). Pelaku utama atas nama Umar kita tetap amankan, karena yang kita pulangkan itu hanya sebatas saksi,” kata Boby. Usai dibebaskan karena tidak cukup bukti, Boby meminta agar ketiga terduga pelaku tidak pulang ke rumahnya dulu. Akan tetapi, ada satu orang yang ke rumahnya dan dilihat oleh keluarga korban sehingga terjadilah pengrusakan. “Kapolres juga menghimbau agar tidak saling membalas. Kasus pengrusakan ini sedang kita lidik karena korban sudah melapor,” jelas Boby.

(Soekma-II News)

Related posts

Jajaran Polsek Pagutan Laksanakan Komsos dan Giat Penegakan Disiplin Prokes Covid-19

info

Personel Kodim 0312/Padang mengikuti Pelatihan Uji Kwalitas Batubara oleh PLN di Kota Padang

info

Pesan Kapolri Buat 8 Kapolda Yang Baru Dilantik: Netralitas Hingga Tegakan Prokes

info

Leave a Comment