Polres Kuningan Tetapkan Seorang Pimpinan Pondok Pesantren di Desa Cisantana,Kec. Cigugur, Kuningan, sebagai Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Santri.

oleh -47 views

Infoindonesianews.com | Senin, 3 Januari 2022.

KUNINGAN, JAWA BARAT | Polres Kuningan menetapkan AH, seorang pimpinan pondok pesantren di Desa Cisantana, Kec. Cigugur, Kuningan, sebagai tersangka dugaan pencabulan terhadap santrinya.

AH diduga telah mencabuli 8 orang santri di bawah umur. Saat ini, AH ditahan di Mapolres Kuningan. Tapi, kepada polisi AH mengaku hanya mencabuli 3 orang.

“Di mana melakukannya,” tanya penyidik kepada AH, dalam video beredar.

“Di kamar, 3 orang,” jawab tersangka.

AH kemudian mengaku menyesali perbuatannya. Dia mengatakan tidak mengancam atau menjanjikan hadiah kepada korban supaya bisa dia cabuli.

“Sangat menyesal. Sebetulnya enggak ada (diimingi),” ujar AH.

AH juga mengatakan bahwa dia sebenarnya sudah memiliki istri dan anak.

Diketahui, pencabulan ini sudah dilakukan AH sejak Oktober 2021. Polisi mengatakan tersangka mengiming-imingi korban dengan hadiah agar mematuhi perintahnya.

“Awal mula adalah pada Oktober 2021, santri ini dipanggil untuk masuk ke kamar tersangka. Setelah itu, korban dirayu untuk melakukan apa pun yang diminta dengan iming-iming diberikan barang seperti baju koko, parfum dan yang lain,” kata Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Muhammad Hafid Firmansyah dalam keterangan persnya, Jumat (31/12/2021).

Narasumber Artikel : Indozone/ martapurapedia. Editor Red IiNews : Liesna Ega. Pewarta : UKI.