Polda NTB Berhasil Ungkap Sendikat Perdagangan Orang

oleh -31 views

Infoindonesianews.com

Mataram, Polda NTB berhasil bongkar tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Dusun Jago, Desa Jago Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menjelaskan, korban SN Alamat Dusun Jago Desa Jago Keluarahan Jag, Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah yang meninggal dunia di Arab Saudi beberapa waktu lalu.

Di jelaskannya tersangka, HW alias HN, (43) asal Indramayu Bekasi Jawa Barat.

Tersangka HW Melakukan perekrutan bersama dengan tersangka SA berkas perkara sudah tahap 2 di Kejari Lombok Tengah.

Terhadap korban Almarhum SN meninggal dunia di Mekkah-Arab Saudi untuk dijadikan calon tenaga kerja ke luar negeri, selanjutnya diserahkan kepada agen yang ada di Jakarta.
Selanjutnya korban dikirim ke Luar Negeri tepatnya di negara Arab Saudi-Mekkah, ujarnya Kabid Humas Polda NTB, saat konfrensi pers di Polda NTB, Jumat (6/3).

Tersangka HW melakukan aksinya dengan cara menyuruh tersangka SA untuk merekrut korban bekerja di Luar Negeri, jika berhasil tersangka HW akan mentransfer uang sebesar Rp. 12.000.000 untuk satu orang korban.

Uang tersebut diperguanakan untuk membiayai korban mulai dari pengurusan paspor sampai dengan biaya perjalanan hingga ke Perusahaan Penyalur Pekerja Migran Indonesia (P3MI) milik tersangka HW yang bernama PT. Inti Jaffarindo yang berlokasi di Bekasi dengan negara tujuan Asia Pasifik.

Proses keberangkatan korban SN diberangkatkan dari Bandara BIL sekitar bulan Desember 2018 transit di Bandara Surabaya kemudian menuju ke Negara tujuan yaitu Arab Saudi.

Tersangka ditangkap pada tanggal 02 Maret 2020 selanjutnya dilakukan penahanan selama 20 (hari) mulai tanggal 03 Maret 2020 sampai dengan 22 Maret 2020, tandas Kabid Humas Polda NTB.

Adapun barang bukti yang diamankan petugas, 1 bendel foto copy dokumen dari Imigrasi Mataram terkait pembuatan /penerbitan Paspor Korban.1 Lembar surat pernyataan dan berita acara pemberian tali asih dari Pelaku ke Keluarga Korban. 1 Lembar Foto Copy KTP dan KK Korban. 1 bundel rekening koran milik tersangka SA dengan nomor rekening: 0561545731 Bank BCA.

Pasal yang dikenakan, Pasal 10 atau Pasal 11 Jo Pasal 4 UU RI No.21 tahun 2007 tentang Pemberantasan tindak pidana perdagangan  orang (TPPO) dan atau  Pasal 81 Jo Pasal 86 UU RI No.18 tahun 2017 tentang Perlindungan  Pekerja Migran Indonesia.

Ancaman hukuman paling singkat 3 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara serta pidana denda paling sedikit Rp. 120.000.000,00 dan paling banyak Rp. 600.000.000,00.

Dan untuk ancaman hukuman PPMI paling lama 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 15.000.000.000,” jelas Kombes Pol Artanto.

(Rahmat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.