PERSAINGAN Tidak Sehat, kembali Muncul Lagi Lewat Medsos

oleh -24 views

Infoindonesianews.com – Jum’at, 22 Juli 2021.

TEGAL WARU, PURWAKARTA
Banyak kalangan menginginkan untuk Pasal 27 ayat 3 di Undang-undang No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) untuk di hapus ,pasalnya adalah Pasal 27 ayat 3 UU ITE menyebutkan” melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat”, dengan dapat di aksesnya ITE atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik, karena Pasal 27 Ayat 3 UU ITE, Yang biasa di sebut Pasal Karet sebagai Undang-undang yang ber bahaya, terlebih lagi jika di terapkan oleh Pihak-pihak yang tak paham soal dunia maya.

Selain itu,pasal tersebut juga bisa di gunakan dengan mudah untuk menjerat orang- orang demi membungkam kritik menanggapi keinginan tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika secara tegas mengatakan,bahwa “Pasal 27 Ayat 3 di UU ITE Tersebut tidak mungkin di hapus,jika pasal tersebut di hilangkan,maka epek jera terhadap para pelanggar hukum akan hilang,”ujarnya.Senin ,(19 /7/2021) .

Awak media menerima laporan informasi LI dalam bentuk sebuah pelanggaran medsos yang diduga melanggar UU Infomasi Transaksi Elektronik (ITE) ,karena sudah dua kali ada opini menjelang Pelaksanaan Pil Kades yang tidak sedap untuk di baca ,yang dilakukan oleh Rani sebagai Bendahara Desa yang mengkedepankan tim nya,dan Dia pegang dengan bentuk tulisan dan ditayangkan distatusnya di Fb , menjurus ke pencemaran nama baik Edo sebagai Mantan Ketua Rw 05 di Desa Tegalwaru, karena ada praduga berbeda tim.

Edo (Rw 05) menjelaskan kepada awak media ini, bahwa “ingin masalah ini di bawa ke jalur Hukum yang berlaku,”ujarnya Edo saat ditemui di tempat kediamannya.

“Itu bukan hal biasa menurut Saya ini sebuah pelecehan terhadap Saya,” ungkap Edo,sambil menyebutkan isi atas status di Fb tersebut yang di tulis oleh Rani.

“Rani awalnya mengelak, bahwa itu bukan tulisan Saya,” ujar Rani kepada Edo saat bertemu.

“Sudah dua kali saudari Rani membuat status di Medsos yang diduga menghina Tim No Urut 3 ,sambil memberi isyarat tangan di acungkan tiga jari ,dengan bibir yang seakan nyinyir, hal tersebut jelas-jelas itu sebuah bentuk penghinaan bagi yang merasakannya ,karena di lain sisi Ia adalah orang No 2 sekaligus keluarga nya No 2 tentang, pilkades itu, jelas bukan secara mewujudkan hidup yang harmonis dan mempererat hubungan yang baik ,melainkan lawan politiknya ada indikasi seolah-olah munculnya sebuah penghinaan.

Pada saat yang sama awak media ini mewawancarai salah seorang warga Tegalwaru, yang berbeda tujuan dia menjelaskan lebih lugas, sesuai keadaan sekarang tentang menghadapi pilkades saat ini di Wilayahnya.

“Penyaluran beras yang diduga bersumber dari zakat fitrah, yang sudah silam ini,diduga gali lobang tutup lobang (Patgulipat),pada penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) ,yang bersumber dari Dana Desa (DD), sepertinya harus memperpanjang catatan umat di wilayah kepemimpinan Kepala Desa Tegalwaru, Suhim Setiawan yang sekarang Incament,”ungkapnya.

Awak media pun mencoba mencari kebenaran yang ada dilapangan secara langsung dengan menghubungi Ketua Rt 11 bernama Aisah ternyata Rt 11 sudah menyambung komunikasi yang erat dengam Suhim Setiawan . Saat menanyakan kepada ketua Rt Aisah menjelaskan “mengenai beras yang 2 liter ditambah uang 50.000 mengatakan itu uang pribadi Kades Suhim, yang sekarang mencalonkan lagi ,”jelasnya.

“bantuan Blt DD yang masuk, itu memang ada, hanya waktu dan tanggal nya, Saya lupa,” katanya.

Rt tersebut terkesan ada yang di tutup-tutupi, kemudian tim jurnalis menelusuri warga sekitarnya banyak yang tidak menerima bantuan berupa Blt tersebut.

Kemudian salah seorang Warga berinisial ( M ) Desa Tegalwaru yang berdomisili di Rt 11 ,Rw 05 Dia sama sekali belum pernah menerima bantuan bentuk apapun,”pungkas (M) secara Gamblang dan polos berbicara pada awak media ini .

Bantuan yang seharusnya untuk masyarakakat miskin tidak kunjung juga pada pencairan tahap 3 yang di cairkan pada Bulan Juni 2021, untuk masyarakat kurang mampu di duga telah ada penyimpangan.

Selanjutnya Media pun meminta tanggapan Camat Tegalwaru apa betul pada tahap 3 tidak ada pendistribusian kepada warganya, yang disalurkan pada bulan Juni 2021,dengan adanya carut marutnya penyaluran bantuan di desa binaannya,Bagaimanakah sikap camat selanjutnya bersambung***Tim red

Narasumber Pewarta : Tim Red. Editor Red IINews : Liesna Ega.