by

PEMBANGUNAN JEMBATAN PENGHUBUNG DUSUN WANGA – DESA KASINTUWU (Tengku moino)DIDUGA KUALITAS PENGERJAANNYA ASAL JADI.

-Nasional-17 views

infoindonesianews.com – Rabu, 19 Agustus 2020

KASINTUWU -Proyek Jembatan bernilai 423 juta yang bersumber dari APBD Tahun 2019,dengan tempo pengerjaan dari bulan Agustus 2019 selesai pada bulan Januari Tahun 2020 ,dikelola oleh pihak ke -3 Dari Cv Anatasia, pengerjaannya ini diduga kualitas pengerjaannya asal jadi. Pasalnya, baru berumur dua bulan Jembatan menjadi fasilitas masyarakat ternyata kini sudah rusak bagian sayapnya serta kaki – kaki jembatan yang bolong tergerus air.

salahsatu tokoh masyarakat sekitar mengungkapkan, warga menduga pembangunan jembatan tersebut tidak sesuai dengan Spesifikasi dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hal tersebut dilihat dari kontruksi bangunan yang ada, sehingga jembatan cepat rusak.

Hasil pantauan dilapangan Team Media IInews dengan mewancarai salah seorang tukang bangunan jembatan tersebut, mengatakan bahwa” jembatan ini lagi proses perbaikan sayapnya yang runtuh, Kalau soal lubang kaki – kaki jembatan ini, kami tidak mengerjakan nya Karena, kontrak kerja dengan kami hanya untuk pengerjaan bagian sayap jembatan nya saja,”Ujar tukang bangunan tersebut yang enggan disebutkan namanya.

“Sepertinya tidak bener pak kerjaan ini, dilihat dari kasat mata saja sudah kelihatan ”, ungkap warga setempat kepada infoindonesianews.com.

“Jembatan yang dibangun menggunakan anggaran dari APBD ini sudah bertahun- tahun kami tunggu dibangun,tapi kami selaku masyarakat kecewa terhadap pihak rekanan yang melaksanakan pembangunannya terkesan asal jadi sehingga baru kurang lebih dua bulan sudah rusak, mungkin tidak lama lagi tambah parah,” sesalnya.

“Kami selaku warga berharap kepada pihak pemerintah dan dinas terkait supaya bisa turun kelapangan untuk menindaklanjuti keluhan kami, sebab jembatan ini merupakan akses jalan Penghubung supaya dari pihak rekanan atau kontraktor yang membangun jembatan segara melakukan perbaikan”, harapnya.

Sementara itu kepala Bidang Bina Marga Syahril Syahruddin mengatakan “kalau hal tersebut akan segera kami tindak lanjuti, cuman saya baru menjabat, jadi akan saya pertanyakan dulu ke ppknya iswanto,”ujarnya.

Syahril Syahruddin berpendapat”bisa saja Kemungkinan adanya jalan retak-retak atau kerusakan dari kaki-kaki jembatan tersebut Karena faktor alam,bukan karena unsur adanya indikasi kesengajaan, “Lanjut nya menjelaskan.

Menurut hasil konfirmasi dengan salah seorang staf Dinas PU Bina Marga ,beliau mengatakan bahwa”pekerjaan tersebut adalah hasil pengerjaan pihak ke-tiga Yaitu dugaannya mengacu kepada Pendamping Proyek nya adalah Bidan Nur,”ujar salah seorang Staf Dinas Pu Bina Marga.

Akhirnya pihak team IInews,mencoba untuk menghubungi Bidan Nur sebagai pihak ke-tiga, Pendamping dari Proyek perbaikan jembatan tersebut, untuk klarifikasi dari pembangunan Jembatan yang baru beberapa bulan, tapi sudah rusak kembali tersebut,sesuai jawaban Bidan Nur via chat Whatsaap kepada Red IINEWS beliau menjawab bahwa” Tabe, tolong bukan kita hubungan yang punya pekerjaan, karena Saya hanya Bantu Suplay materials batu, pasir lalu juga eskapator nya saja, yang Saya Sewa,dan disitu jembatan yang punya pekerjaan adalah Aswin,”Ujar Bidan Nur.

Penulis /Editor : Liesna Ega Kabiro IInews. Narasumber : Team Redaksi IInews.

“`

News Feed