by

Patok Batas Antar Desa Jadi Pemicu Timbulnya Masalah

MAMUJU TENGAH-Infoindonesianews.com
Batas Desa yang tidak jelas membuat warga pololeren beraksi. 05/07/2020

Ikbal warga Desa Polo leren sangat mêngecam adanya pemasangan Patok baru karena begeser dari tempat sebelumnya. Tuturnya kesal

Adanya pemasangan patok baru oleh Balai pemantapan kawasan hutan(BPKH) di perbatasan antara Desa Polo camba dengan Desa Polo leren tepatnya di Dusun Camba tiga barakkang. Membuat warga Polo leren marah dan langsung bergerak menuju lokasi tersebut.

Di perjalanan tiba-tiba berubah niat, mereka berubah haluan menuju rumah Pak Husain Kepala Dusun Camba tiga, sebenarnya masyarakat mau bertanya siapa yang memasang patok itu, namun Pak Dusun juga kaget dan langsung komunikasi dengan Pak Camat.

Setelah mendapat informasi dari Kepala Dusun Camba, Abdul Muin selaku camat pangale langsung menuju ke TKP , sampai di TKP, dia di sambut suara masyarakat yang sudah tidak bersahabat lagi.

Pak camat mengatakan, saya di kata-katai pak, sepertinya tidak ada lagi harga diri saya, tapi itulah pemerintah kecamatan, saya harus sabar pada waktu itu, karena situasi berbahaya. Keluhnya

BRIGPOL Raja selaku Binmas Polo leren,Membenarkan kejadian tersebut, ketika ditemui oleh wartawan Infoindonesianews.com

Raja mengatakan, saya tidak sengaja lewat karena saya mau jaga (piket),
saya melihat banyak kerumunan orang, saya berhenti dan bertanya ada apa,

Ternyata situasi berbahaya, saya langsung masuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, sehingga amukan bísa reda, sehingga bisa aman, kami meminta supaya datang ke Kantor Camat Pangale duduk bersama untuk mencari solusi masalah tersebut. Ungkapnya

Hardi selaku Koordinator Balai pemantapan kawasan hutan Mamuju tengah(BPKH) Provinsi Sulawesi Barat, saat di konfirmasi, membenarkan adanya anggota Balai dua orang memasang patok, Hardi mengatakan ,patok itu adalah Patok pelepasan dari hutan Produksi terbatas menjadi lokasi yang bisa di gunakan masyarakat atas usulan pemerintah daerah ,bukan Patok hak kêpemilikan peorangan silahkan máysarakat kerja lokasinya. Jelasnya

Camat Pangale Abdul muin mengatakan, saya sengaja mengundang Asisten satu Pemkab Mamuju Tengah, Danpos Ramil Pangale, Kapospol Pangale, Kepala Desa Polo leren, Ketua dan anggota BPD polo leren dan Polo camba bersama Kepala Dusun Polo leren dan Polo camba untuk duduk bersama untuk mencari solusi tentang masalah ini mudah-mudahan ada titik temu. Paparnya

Kapten muchtar Dân Ramil pângale,ditengah-tengah rapat mengatakan kita tidak tàu sertifikat siapa yang kita benarkan ,apakah sertifikat transmigrasi atau sertifikat prona.( Umar-iinews )

News Feed