PASAR SENTRAL BULUKUMBA DIGUNCANG DUGAAN ADANYA PUNGLI OLEH OKNUM

oleh -5 views

Infoindonesianews.com – Kamis, 8 April 2021.

BULUKUMBA – Oknum penyalah gunaan wewenang dan jabatan selalu punya cara untuk memperkaya diri sendiri. Berbagai langkah berani ambil resiko, demi kepentingannya pribadi.

Menurut narasumber yang dirahasiakan identitasnya mengatakan bahwa adanya dugaan pungutan liar dilakukan oleh oknum pihak pengelola kepala pasar Sentral Bulukumba dan sejumlah kolektor petugas retribusi.

Inspektorat Bulukumba telah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah petugas kolektor retribusi pasar sentral tersebut, dengan banyaknya pelaporan terkait hal tersebut.

Pemeriksaan terhadap anggota kolektor dengan menggunakan strategi tidak memeriksa Oknum Amir sebagai kepala pasar sentral,namun yang diperiksa adalah 10 Orang anggota kolektor retribusi pasar sentral.

Dari hasil pemeriksaan tim Inspektorat pada pemeriksaan satu tahun anggaran yakni pada tahun anggaran 2020,ternyata
ditemukan pendapatan yang berkembang selisih lebih,sebesar Rp.80 jt dari jumlah karcis retribusi yang telah di kumpulkan oleh pemeriksaan.

Dari pengakuan masing-masing kolektor retribusi pasar yang diperiksa oleh tim Inspektorat mengakui bahwa dari Rp.80 jt itu masing-masing kolektor menyetor kepada oknum Amir kepala pasar sentral,”tuturnya.

Olehnya itu pihak tim Inspektorat setelah di konfirmasi oleh narasumber yang enggan diketahui identitasnya melalui chating Whatsaap membenarkan adanya temuan tersebut,” tuturnya.

Penggiat anti korupsi Arif Dinata mengatakan bahwa “terkait dari adanya temuan oleh pihak Inspektorat senilai Rp.80 jt melalui pemeriksaan kolektor penagihan retribusi pasar ,dan hal tersebut juga sesegera mungkinoleh pihaknya akan dilakukan pelaporan ke tim Siber Pungli, untuk di tindak lanjuti sesuai aturan hukum yang berlaku.

Kami dari Pihak Lembaga juga menyayangkan hal tersebut kepada Dinas Perdagangan, karena tidak mengambil sikap tegas kepada oknum yang telah mencederai nama baik instansi tersebut, sehingga terkesan bahwa pihak Dinas Perdagangan melakukan pembiaran pelanggaran tersebut.

Narasumber : Heril. Pewarta : Syarifuddin, Biro IINews Bulukumba. Editor : Liesna Ega,Sekum IINews.