PARAH..!! Warga Desa Pasir Belo Kecewa, baru selesai Dibangun, Sumur Bor Dalam Terlindungi sudah Bocor lagi.

oleh -141 views

Infoindonesianews.com |kamis, 6 Januari 2022.

ACEH | Yang dimaksud dengan sumur dalam adalah sistem pengambilan air tanah, melalui sumur/pompa bor yang dalam (Modul 8 Pengambilan Air Tanah, Kementerian PUPR), sumur yang terbangun akan menyediakan suplai air bersih bagi kepala keluarga yang akan disalurkan melalui sambungan rumah warga desa setempat, Kamis, (6/1/2022).

Ditahun 2021 lalu ada belasan sumur bor dalam terlindungi dibangun di Kota Subulussalam yang terbagi di beberapa Desa dan salah satunya terletak di Desa Pasir Belo, Kec. Sultan Daulat. Tampak bervariasi tiang bak penampung air diatas, ada yang terbuat dari besi dan ada pula di beton.

Di Desa Pasir Belo sendiri, para warga Desa kecewa, dikarenakan sejak selesai dibangun sampai sekarang tidak bisa dimanfaatkan oleh warga untuk mengaliri air bersih, disebabkan bak penampungan airnya bocor, sehingga membanjiri Desa, bila mesin dihidupkan dan kran induknya dibuka,” demikian yang dituturkan oleh warga setempat pasa saat beberapa awak media berkunjung ke Desa tersebut pada Senin, (3/1/2022) lalu.

” Apa yang dituturkan oleh warga Saya itu benar adanya, sejak selesai dikerjakan ,sampai saat ini Sumur Bor itu belum bisa dimanfaatkan warga untuk mengaliri Air Bersihnya, dan itu sudah pernah Kami laporkan kepada pendamping, namun, hingga saat ini belum juga diperbaiki, tolonglah disampaikan lagi ke Dinas terkait, agar secepatnya diperbaiki,”ujar Anwar Kades Pasir Belo, Rabu (5/1/2022).

Menanggapi keluhan dan kekecewaan warga Pasir Belo, terkait kondisi Sumur Bor Dalam Terlindungi itu, Rizki selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan ( PPTK ) dari Dinas PUPR Kota Subulussalam mengatakan, ” Masih dalam masa pemeliharaan bang, nanti Kami cek ke lokasi, kalau ada kebocoran-kebocoran akan Kami surati pelaksana pengerjaannya, karena itu di kerjakan oleh CV. Pusaka Nanggroe dengan Nilai Kontrak Rp. 290.057.000,- ,”pungkasnya.

Narasumber Pewarta : Sabirin Siahaan Aceh. Editor Red : Ega.