Minta Pertanggung Jawaban, Khairul Saleh Bersama Warga Tahan Mobil PT. Laut Bangko

oleh -206 views

Infoindonesianews.com| Sabtu, 10 Oktober 2021.

ACEH | Bermula dari rasa kekecewaan salah seorang warga Desa Cepu Kec. Simpang Kiri, Kota Subulussalam,bernama Kairul Saleh suami dari Nur Tarawati ,dirinya bersama warga tahan Mobil PT. Laut Bangko guna meminta pertanggung jawaban, Sabtu (9/10/2021).

Tindakan menahan mobil Perusahaan PT. Laut Bangko yang hendak masuk ke lokasi kerja tersebut ,bukan tanpa alasan. Khairul bercerita,bahwa ” awal mula istri saya Nur Tarawati merupakan tenaga kerja Buruh Harian Lepas (BLH) di PT. Laut Bangko berangkat kerja seperti biasa bersama teman-teman kerjanya menggunakan mobil antar jemput perusahaan tersebut, “ujarnya

” entah apa penyebabnya, mobil yang biasa mereka tumpangi tidak mampu mendaki jalan menuju lokasi kerja, sehingga mobil mundur. Dikarenakan khawatir mobil terbalik, istri Saya lompat dari mobil, akan tetapi mundurnya mobil justru tepat ditempat istri saya melompat sehingga mobil itu menjepit istri saya dibagian punggung diatas pinggang,”ungkapnya.

” atas peristiwa itu istri Saya tidak lagi bisa berkerja dan harus menjalani proses pengobatan lebih dari 1 tahun. Ironisnya, sejak awal istri Saya sakit sampai sekarang pihak perusahaan terkesan tidak bertanggung jawab, hanya beras 1 karung , gula 1 Kg, dan Kopi 1 Ons yang Mereka berikan, ditambah 1 kali membawakan ke tempat urut di Kec. Longkib, serta biaya transportasi ke Rumah Sakit Jainal Abidin Banda Aceh sebesar 1 Jt Rupiah,” lanjutnya menjelaskan.

” banyak sudah keluar biaya untuk pengobatan istri Saya , hingga dengan terpaksa kebun satu-satunya usaha pendapatan keluarga milik Kami pun terjual untuk biaya berobat. Peristiwa yang sama seperti itu juga pernah dialami warga yang sama juga berkerja di PT. Laut Bangko, sikap Perusahaan terhadap warga itu sama dengan yang Saya hadapi, pihak perusahaan tidak bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa karyawan nya, ” ungkapnya.

” Hingga saat ini istri Saya masih sakit, Anak-anak Sayapun tidak sekolah lagi ,dikarenakan ketidak mampuan ekonomi keluarga, dan Saya dengan kondisi tidak sehat juga tidak bisa berkeja. Itu sebabnya Saya dan warga menahan mobil perusahaan tersebut , supaya pihak perusahaan mau menyelesaikan tanggung jawabnya,dan tidak semena -mena lagi atas setiap kecelakaan kerja yang menimpa setiap karyawan nya, “pungkasnya.

Tidak berselang lama penahanan mobil, pihak PT. Laut Bangko datang diwaliki Humas dan 3 pengurus perusahaan lainnya guna melakukan bermufakat, namun pemufakatan tidak membuahkan kesepakatan, disebabkan Manager PT. Laut Bangko sebagai pemegang kebijakan menolak permintaan Kades dan warga untuk hadir.(Red)

Narasumber Pewarta : Sabirin Siahaan IINews Aceh. Editor Red IINews : Liesna Ega.