by

Masyarakat Desa Leling menuntut haknyaAtas ke tidak adilannya PT ManakarraUnggul Lestải(PT.MUL)

-Nasional-4 views

Info lndonesia news.com – Jum’at, 24 Juli 2020

MAMUJU TENGAH – Masyarakat Désa Leling mengatakan akan menuntut terus perusahaan sampai tuntutannya terpenuhi.

Masyarakat Leling menuntut karena selama ini merasa ada keganjilan pada
Perusahaan,terutama dalam penggajian másyarakat mỉtra dalam perbulan

Alimin selaku Kepala Desa Leling ketika
Ditemui wartawan ImfoIndonesinews.com pada hari jumat 24/7/2020 jam 11 siang đi rumah kediamannya mengatakan:

Kami sangat kecewa pada perusahaan
PT MUL.karena harapan masyârakat
Masuk bermitra untuk meningkatkan
Târaf hidupnya

Akan tetapi kenyataannya lain,ada masyârakat hanya yang diterima Rp 32 ribu perbulan,
Ada yang terima Rp. 40 rIbu perbulan, ada Rp .60 rIbu perbulan,yang
Paling banyak Rp. 200. ribu perbulan.

Padahal sawit sudah Produksi sejak tahun 2014. Sangat tidak masuk akal adalah
Satu Hà.ada yang hanya terima per kk atau perorang
Rp.32 ribu perbulannya.

Sangat patut kami pertanyakan seperti
bagaimana manajemen kerjanya perusahaan.

Yang paling lucu pada perjanjian awal
Akad kerjasama dengan bank BCA
Đi notaris,hutan másyarakat hanya 53 juta per Hà dengan lokasi kosong. Ternyata pada pemaparan pihak Perusahaan dalam pertemuan baru-baru ini, membengkat
Sampai 83 juta per Hà. dengan alasan ada dana talangan.

Terpisah Lembaga Perlindungan Hak Âsasi Manusia ( LP-HAM ) selaku pendampingan masyârakat Desa Leling

Hendra ABD.Hidayak mengatakan kami
Sudah sampaikan keluhan masyârakat
Leling kepada pihak perusahaan.tepatnya 20/7/2020 kami duduk bersama beberapa orang dari iperusahaan.

Arifin selaku manager PT.MUL mengakui adanya diskomunikasi antara
Perusahaan dengan petani Mitra dalam hal pembersihan dân pemupukan.

Penulis Editor : Liesna Ega Kabiro Iinews. Narasumber Pers : umar

News Feed