Lewat Tulisan, penulis cantik ini mengajak para perempuan untuk percaya diri

oleh -43 views

Infoindonesianews.com

Sinjai – seorang pengarang cantik yang menuliskan Sebuah cerita yang mengenai, ”Tentang perempuan di era sekarang”, memotivasi Winni Marisa (19) mengajak, para perempuan untuk lebih percaya diri, kalau perempuan itu cantik dari luar dalam, bahwa perempuan itu hebat secara natural. Jum’at (10/04/2020)

Ajakan tersebut disampaikan oleh seorang mahasiswi iaim Kota Sinjai, jurusan hukum pidana islam, yang lahir di Makassar 17 agustus 2000.

Winni, itulah nama akrab yang biasa disapa oleh teman-teman, sahabat dan kelurganya, mengaku perih setiap kali melihat seorang perempuan yang mengeluh dan tidak percaya diri dengan dirinya sendiri, maka dari itu anak dari Syamsul bahri dan warnida ini menciptakan karangan yang berjudul,”Perempuan ditengah arus fundamentalisme Agama’’.

Berikut cerita karangan cerita seorang mahasiswi yang cantik, dengan judul,

“Perempuan ditengah arus fundamentalisme Agama’’

Tuhan telah menciptakan dunia dan isinya dalam oposisi biner, Salah satunya yakni perempuan. Dalam hal ini perempuan kerap kali menjadi ajang pembicaraan dan mempunyai daya tarik tersendiri. Terutama tubuh yang di miliki perempuan di mana Tubuh perempuan justru menyebab kan problem bagi dirinya sendiri. Dalam dunia yang semakin berkembang perempuan justru kerap kali di jadikan patung-patung oleh kapitalisme.

Tubuh di anggap sebagai penyebab terjadinya diskriminasi yang merugikan perempuan maka dibedakanlah dua kategori perempuan, yaitu tubuhnya dan pikirannya. Melalui jalan ini, para feminis merasa dapat meredefinisikan posisinya,bahwa kecerdasaan kecil relevansinya dengan jenis kelamin. Jalan yang ditempuh ini, meski langkah awal untuk menyuarakan kesetaraan, ternyata tidak menyelesaikan persoalan tubuh perempuan itu. Sebaliknya pemilahan ini hanya semakin mengasingkan tubuh perempuan.

Penyebab diskriminasi terhadap perempuan di sebab kan oleh kedirian nya sendiri magapa tidak penampilan yang tak pantas dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya. Kita tentu tidak buta melihat model dalam iklan-iklan yang menampilkan perempuan dalam wujud yang pantas di pamerkan sehingga dapat saya kata kan perempuan hari ini masih di perbudak oleh domestik rekaan kapitalisme. Karena itulah seringkali perempuan merasa janggal dengan tubuhnya sendiri, seakan-akan ia adalah mesin yang dipaksakan untuk dapat memfungsikan tubuhnya sendiri.

Ia dipaksa untuk berfungsi sesuai dengan budaya patriarki, rahimnya mewajibkannya untuk menjadi instrumen reproduksi, tubuh dan alat kelaminnya diobjektifikasikan sebatas identitas seksual saja. Ia tidak di lirik sebagai subjek, yang memiliki bahasa, tendensi, kecerdasan, kepekaan tersendiri. Ia justru dilihat sebagai budak perkembangan zaman.

Budaya patriarki telah mendarah danging dalam masyarakat oleh nya itu perempuan-perempuan ideal ketika ia mampu menjalan kan peran nya sebagai ibu rumah tangga. Pradigma berpikir orang-orang mengenai perempuan harus lah pandai memasak, mengurus kebutuhan suami dan lain-lain menjadikan perempuan semakin di subordinasi kan oleh dunia. Padahal perempuan pun mampu mengaktual kan akal nya setara dengan kaum lelaki, begitu pun dalam dunia pekerjaan.

(rafli-iinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.