by

Kepala desa Losso Bantah bahwa penyaluran BLT DD tahap 1. Rasa Sembako

Infoindonesianews – Mamuju, Sebagaimana yang telah di berita kan oleh media Info-indonesianews tentang penyaluran BLT DD tahap 1 di desa Losso Kecamatan Sampaga ” Rasa Sembako.”

Menurut keterangan tiga orang narasumber warga desa Losso yang telah di wawancarai atau di konfirmasi oleh wartawan. Pojok selebes dan memberikan keterangannya Sebagai berikut.

Basri warga Dusun Kampung Baru, Desa Losso, Kecamatan Sampaga mengatakan, tahap 1 penyalurang BLT-DD Desa Losso jumlah warga penerima 192 KK, penerima manfaat sembako.

Muh. Anwar warga Dusun Losso Desa Losso, Kecamatan Sampaga mengatakan, Awalnya saya di datangi Pak Dusun Losso, untuk di arahkan menerima sembako.

Tineng selaku penerima BLT-DD tahap 11mengatakan, Kepala Desa Losso meminta kapada kami selaku penerima manfaat supaya menyumbang sebesar Rp. 50,000

Menurut kepala desa Losso Firman Yahya saat di temui di kantor desa usai mengukuti pemakaman salah seorang warga nya.
Mengatakan bahwa, Benar ada pembagian sembako yang kami berikan kepada warga masyarakat desa Losso yang berjumlah 192 orang dan sembako itu merupakan bantuan dari DPR RI asal Sulbar yakni ARWAN. Aras. 10/07/2020.

Dan bukan saja bantuan sembako dari Arwan Aras yang kami dapatkan ada juga bantuan sembako dari Provinsi, kabupaten, BPNT dan PKH. Bantuan itu kami salurkan semua kepada masyarakat. Sehingga sebagian masyarakat mengatakan bahwa BLT DD di jadikan sembako.

Dan ada juga yang mengatakan bahwa Penyaluran BLT DD tahap 2 di potong oleh kepala desa sebanyak Rp. 50, 000. Jika benar benar BLT tahap 1 di jadikan sembako dan BLT tahap 2 ada pemotongan, saya yakin bahwa dari 104 KK yang menerima BLT DD mulai dari tahap 1 sampai tahap 3. itu di pantau langsung Babinkhatibmas dan Babinsa.

Sekiranya kedua hal ini di lakukan, pasti ada beberapa penerima yang datang menyampaikan kepada saya. bahwa kenapa BLT ini di jadikan sembako atau kenapa BLT ini ada pemotongan. Tapi sampai saat sekarang ini tidak ada satu pun penerima BLT DD datang mengadu kepada saya. ungkap nya.

Lanjut. Mendengar kedua hal ini yang di sanggakan kepada saya, maka saya datang ke Polsek sampaga khusus nya pak Kapolsek meminta untuk duduk bersama dengan masyarakat di kantor desa dan memberikan pemahaman kepada masyarakat penerima BLT DD. Agar masyarakat penerima BLT faham bahwa ini adalah BLT dan ini adalah sembako.

Dan saya juga telah menyampaikan kepada pak Kapolsek sampaga dan Kapolres mamuju, jika hal ini benar, tolong di cek kebenaran di lapangan dan menanyakan langsung satu per satu kepada warga masyarakat penerima BLT. apa benar sembako yang di terima atau uang sebesar Rp 600,000. Dan apa benar ada potongan sebesar Rp.50,000.

Karena setiap penerimaan, yang menerima BLT DD sebesar Rp. 600,000. kami dokumentasi kan, kami foto dan menandatangani berita acara penerimaan untuk di jadikan sebagai bukti. Semua itu akan menjadi dokumen kami. Foto dan tandang tangan ini lah yang akan berbicara nantinya.

Saya sudah tahu semua bahwa ada tiga tokoh masyarakat yang mengadukan saya di antaranya mantan kepala desa, mantan kepala dusun dan mantan anggota BPD. dan semua itu adalah saingan politik saya.

Semua tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para kepala dusun dan anggota BPD mengajak saya untuk menuntut balik, karena menurutnya ini adalah tindakan pencemaran nama baik. Tetapi saya katakan tidak, karena semua adalah masyarakat kita dan pada intinya disini adalah kesalafahaman. tutur Firman Yahya.
( Texan.Y. )

News Feed