by

“KAMPUS TEMPAT AKAL SEHAT BUKAN TEMPAT NGEPRANK UNIBOS JANGAN HOAX”

Infoindonesianews – Makassar, COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).

Selain itu dampak dari virus corona itu sendiri sangat luas terutama di kalangan Masyarakat Indonesia, Terhambatnya aktivitas perekonomian secara otomatis membuat pelaku usaha melakukan efisiensi untuk menekan kerugian, Akibatnya, banyak pekerja yang dirumahkan atau bahkan diberhentikan (PHK). Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) per 7 April 2020, akibat pandemi Covid-19, tercatat sebanyak 39.977 perusahaan di sektor formal yang memilih merumahkan, dan melakukan PHK terhadap pekerjanya. Total ada 1.010.579 orang pekerja yang terkena dampak ini. Rinciannya, 873.090 pekerja dari 17.224 perusahaan dirumahkan, sedangkan 137.489 pekerja di-PHK dari 22.753 perusahaan. Sementara itu, jumlah perusahaan dan tenaga kerja terdampak di sektor informal adalah sebanyak 34.453 perusahaan dan 189.452 orang pekerja.

Melihat situasi seperti ini Pemerintah tidak tinggal diam, Banyak kebijakan yang kemudian di keluarkan untuk mengantisipasi dampak yang terjadi selama masa pandemi berlangsung. Mulai dari BST dan BLT DD untuk Masyarakat yang terdampak Covid 19 dan masi banyak kebijakan lainya terutama di bidang pendidikan, Teruntuk bagi setiap Mahasiswa PTS mapun PTN.

Khususnya di daerah Makassar banyak Birokrasi kampus baik PTN maupun PTS mengeluarkan kebijakan bagi parah Mahasiswa yang orang Tuanya mengalami PHK untuk meringankan beban perekonomian Mahasiswa yang terdampak Covid 19, Contoh memberikan pemotongan BPP/SPP serta Memberikan Kouta Internet secara geratis bagi parah Mahasiswa untuk melakukan perkuliyahan selama masa pandemi.

Universitas Bosowa adalah salah satu kampus perguruan tinggi yang ada di kota Makassar yang dulunya kita sebut dengan Universitas 45, sampai saat ini belum merealisasikan kebijakan apapun terhadap Mahasiswanya baik pemberian kouta internet secara geratis sampai dengan pemotongan BPP/SPP. Mengacu kepada surat edaran Nomor : 38502/Unibos/IV/2020 Tentang pedoman pelaksanaan kegiatan akademik selama pandemi Covid-19 Poin ke 4 Pada Tanggal 8 April 2020 sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai surat edaran tersebut.

Angga Muchlis salah satu Mahasiwa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bosowa Makassar mengatakan “sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak Rektorat maupun Birokrasi kampus terhadap kebijakan yang dikeluarkan Universitas, Mengingat Kelender akademik sudah dikeluarkan dan pembayaran SPP dan BPP sudah di tetapkan tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai point ke 4 dalam surat edaran tersebut, Angga juga menekankan kepada Birokrasi kampus untuk secepatnya merealisasikan kebijakan yang sudah dikeluarkan, Mahasiswa butuh kejelasan bukan hanya tulisan belaka yang sudah hampir Empat Bulan lamanya sampai saat ini belum ada realisasi yang nyata” Tutup Angga semoga Universitas Bosowa Makassar bisa membantu meringankan beban perekonomian bagi setiap Mahasiswanya selama dalam masa pandemi Covid-19. Seperti yang kita ketahui bersama UNIBOS adalah kampus peradaban kampus yang bertarap Internasional serta mampu membawa setiap Mahasiswanya menjadi Manusia yang Berintekritas dan loyalitas yang tinngi dan mampu menjawab tantangan Dunia kedepan.

News Feed