Jalan LIKUPANG – BITUNG LONGSOR, Diduga akibat Open PIT PT MSM Sedalam 75 Meter Jadi PENYEBAB UTAMA

oleh -77 views

Infoindonesianews.com | Kamis, 6 Januari 2022.

BITUNG ,KAYUWALE | Ruas yang menghubungkan Desa Pinenek (Minut) dan Kelurahan Pinasungkulan (Bitung) longsor, pada Sabtu (1/1/2022) lalu. Titik longsor itu berada di wilayah Kayuwale. Aktivitas warga macet karena jalan tersebut putus total.

Warga menuding, penyebab longsor bukan hujan lebat. Tapi kondisi open pit atau lubang tambang PT Meares Soputan Mining (MSM) sedalam 75 meter di bawah permukaan laut.

Open pit tersebut sangat rapat ke postur jalan sehingga mudah longsor saat hujan deras.

“Dulu hujan deras berhari-hari, jalan tetap aman. Ini semua karena lubang tambang yang mulai dalam. Jelas gampang longsor. Apalagi 75 meter di bawah permukaan laut. Jadi, jangan salahkan hujan. Lubang tambang penyebab utama,” ujar Yopi Mantiri (52) warga sekitar, Selasa (4/1/2022).

Jalan yang menghubungkan Likupang dan Bitung longsor, pada Sabtu (1/1/2022) pagi. Tampak lubang tambang menempel di badan jalan. (IST)

Longsoran tersebut kata warga karena aktivivitas blasting (pemboman) areal yang menyebabkan getaran tanah.

“Kalau getar, tentu tanah retak dan muncul ruang kosong dalam tanah. Sehingga hujan datang, tanah turun bahkan longsor,” kata Jimmy Yoseph, warga lain.

Warga menjelaskan, ada pergerakan longsor sekitar pukul 04.00 hingga pukul 07.00 WITA pada Sabtu (1/1/2022) lalu.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Aliran listrik di desa sekitar yakni Desa Pinenek dan Kelurahan Pinasungkulan putus sejak 1 Januari lalu.

Sementara itu, PT MSM disebut membuka jalan alternatif untuk masyarakat. Tapi warga keberatan, karena akses jalan baru itu kondisi sangat berlumpur dan berlubang. Itu karena aktivitas produksi PT MSM.

“Jalan baru itu juga sering dipakai MSM. Lebih parah. Kendaraan umum maupun pribadi susah lewat,” tandas Yopi. (*)

Jalan Likupang – Bitung Longsor, Warga Tuding Open Pit PT MSM Sedalam 75 Meter Jadi Penyebab Utama

Narasumber Pewarta : Arthur AWI. Editor Red IiNews : Liesna Ega.