by

HAMPIR SEMUA RAKSASA MINYAK DUNIA MERUGI DI KWARTAL II 2020⛽

-Nasional-159 views

Infoindonesianews.com – Kamis, 27 Agustus 2020.

JAKARTA – Pertamina Yg Rugi, Ahok: “Gue Yang Dibully Kadrun.. Mikir !!”Ujarnya. Hanya orang julid yg menyalahkan Ahok atas kerugian Pertamina RP 11.33T. Kerugian di Pertamina saat ini merupakan kerugian yg wajar terjadi sbg akibat dari dampak pandemi Covid-19. Dimana, penjualan Pertamina sempat anjlok hingga 60 persen.

Justru bila melihat laporan keuangan oil and gas company yg lain seperti Shell, Chevron,Total, BP, Saudi Aramco, Exxon Mobil, kerugian yg diderita Pertamina jauh lebih kecil.

Shell loss Rp. 269 Triliun + PHK
Chevron loss Rp.127 Triliun + PHK
Total loss Rp.122 Triliun + PHK
Britis Petroleum loss Rp. 98 Triliun + PHK
Saudi Aramco loss Rp. 96 Triliun + PHK
Exxon Mobil loss Rp. 19 Triliun + PHK
Pertamina loss Rp. 11 Triliun – PHK. Data: Reuters, Forbes

Tak mungkin kita berharap hasil positif di tengah kondisi pasar lesu seperti ini. Bahkan negara2 yg maju ekonominya saja sudah menyatakan resesi.

Pertamina seharusnya DIAPRESIASI karena masih mampu menjaga keberlangsungan korporasi & tidak berdampak PHK pada karyawan. Justru Pertamina masih aktif membantu penanggulangan Covid-19 bersama pemerintah.

Jabatan Ahok itu Komisaris, bukan Direktur Utama. AHOK BUKANLAH PENENTU KEBIJAKAN, tetapi mengawasi kebijakan dan turut membantu kinerja direksi.

Kerugian Pertamina ini bukan akibat dari kinerja buruk BOD dan BOC serta karyawan, tetapi murni akibat dari KONDISI PASAR GLOBAL MAUPUN LOKAL YG LESU karena pandemi.

Jadi menyalahkan Ahok sebagai penyebab kerugian ini adalah SALAH & tuduhan mengada2 yg tak berdasar.

Jajaran Direksi dan Komisaris serta karyawan di BUMN energi itu pasti akan menunjukkan bahwa Pertamina tidak sedang buruk kinerjanya, namun sedang bertahan dari badai tsunami pandemi.

Tiada satupun yg bisa berenang atau berselancar di atas tsunami pandemi, tetapi yg mampu bertahan dan eksis kembali banyak. Pertamina akan membuktikannya.

Penulis : ✍ Alexander Sakura. Pewarta : Lombok Jelita. Editor IInews : Liesna Ega

DejaVu

News Feed