by

Dr. Saharuddin Peroleh Kado HUT Bhayangkara ke-74

Infoindonesianews – MAKASSAR, Meski baru dua pekan menjabat Kepala Kepolisian Sektor Tallo Poltabes Makassar, Dr. Saharuddin memperoleh kado Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-74 tahun 2020 berupa kenaikan pangkat dari AKP menjadi Kompol.

Kini, Saharuddin telah berpangkat Kompol. Dengan kenaikan pangkat dari AKP menjadi Kompol tentu menjadi tantangan baginya dalam mengemban amanah sebagai pengayom masyarakat.

“Sebagai pengayom masyarakat, kami siap mewakafkan sebagian hidupku inI untuk masyarakat Kecamatan Tallo demi tercipta dan terwujudnya kesejukan, kenyamanan bagi masyarakat untuk bersaktivitas yang pada gilirannnya akan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kompol Dr. Saharuddin.

“Jangan pernah bangga dengan pangkat dan jabatan yang diamanahkan oleh bangsa dan negara. Tetapi yang harus kita lakukan bagaimana memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Sebagai pengayom masyarakat, tentu tugas dan tanggungjawab kami bagaimana mengayomi masyarakat,” pungkasnya.

Terkait dengan pencegahan terjadinya penyebaran Virus Corona (Covid – 19) kami tetap memotivasi, mendekati dan mengajak masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi himbauan pemerintah, pakai masker saat keluar rumah, menghindari kerumunan, menjaga jarak serta cuci tangan pakai sabun. Itulah sebabnya, saat ini kami tetap memotivasi warga.

Kompol Dr. Saharuddin menyebutkan, meski Maklumat Kapolrfi telah dicabut. Namun, Kapolri mengeluarkan telegram yang menjelaskan, pencabutan maklumat itu untuk mendukung kebijakan pemerintah Indonesia jelang penerapan tatanan kehidupan normal yang baru di tengah pandemi COVID-19. Meski dicabut, Polri tetap akan melakukan pengawasan dan pendisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan pada masyarakat.

Dr. Saharuddin menyebut, walau maklumat tersebut dicabut, langkah-langkah pengawasan masyarakat terhadap pemberlakuan protokol kesehatan tetap dilakukan oleh aparat kepolisian di daerah ini. Itu sesuai dengan perintah Kapolda Sulsel.

Kehadiran kami bukan semata-mata untuk penegakan hukum. Namun melakukan pendekatan humanis dan persuasif agar masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran virus.

Penulis: jamal IINEWS

News Feed