Disdik Kabupaten Bandung Barat akan Prioritaskan Perbaikan Ruang Kelas Rusak berat akan Segera Ditangani

oleh -50 views

Infoindonesianews.com | Rabu, 15 Desember 2021.

Keterangan Foto : Kepala Bidang SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandang Barat Dadang A. Supardan .

BANDUNG BARAT, JAWA BARAT | Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat ,saat ini akan prioritaskan terlebih dahulu untuk perbaikan ruang kelas yang rusak dan harus mendapatkan penanganan segera.Karena, banyaknya ruang kelas yang rusak, akibat dari bangunan yang telah berusia tua dan sudah tidak dipakai untuk  kegiatan belajar mengajar kembali.

Awak media pun konfirmasi terkait hal tersebut kepada Kepala Bidang SD, Disdik KBB, Dadang A. Supardan dan beliau menyampaikan bahwa”memang Kami banyak mendapatkan laporan dari pihak guru, kepala sekolah, pengawas, dan pihak lainnya terkait soal adanya sekolah rusak tersebut . Karena itu di tahun ini ,anggaran yang awalnya untuk terkena refocusing Covid-19, maka pada tahun 2022 nanti, akan difokuskan kepada penanganan ruang kelas,”ungkapnya.

“Insyaalloh kemungkinan Tahun depan akan mulai rehabilitasi ruang kelas yang rusak ringan, sedang, dan berat tersebut, dan akan menjadi perhatian bagi kami, karena memang jumlahnya cukup banyak,jadi secara bertahap Kami akan melakukan rehabilitasinya” ujarnya, pada hari Rabu (15/12/2021) kapada awak media ini.

Beliaupun mengatakan, bahwa ” banyaknya ruangan kelas disekolah -sekolah yang rusak,akibat dari faktor usia bangunan yang sudah cukup lama dan usang, sehingga Kusen-kusennya sudah keropos, dan lapuk dimakan usia, hingga dindingnya pun banyak yang sudah terkelupas karena rapuh, begitu juga dengan atapnya yang sudah lapuk. hingga dengan kondisi dam keadaannya itu, memintanya supaya ruang kelas tidak dipakai belajar mengajar terlebih dahulu demi keamanan para siswa dan pengajarnya, “jelasnya.

Lanjutnya, bahwa peruntukan rehab dan perbaikan ruangan kelas itu sendiri yang mengalami kerusakan, besar anggaran yang diterapkan akan bervariasi tergantung jenis kerusakannya tersebut, akan tetapi untuk yang rusak berat,mungkin minimal perbaikannya tersebut bisa mencapai anggaran sekitar Rp120 jutaan, itupun biasanya ada team verifikasi lapangan untuk survey terlebih dahulu memastikan berapa biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan tersebut, “tambahnya.

“Yang akan kami anggarkan alokasinya dari APBD, akan tetapi kita pun akan melihat terlebih dahulu program dari Kementerian melalui DAK ,yang bisa saja pengerjaannya oleh PUPR. Jangan sampai munculnya duplikasi, dan kita akan menyasar sekolah-sekolah yang tidak mendapatkan program bantuan pemerintah untuk rehab kelas dari pusatnya langsung terlebih dahulu ” pungkasnya.

Narasumber Pewarta : DasSsar IiNews Jabar. Editor Red : Liesna Ega.