by

DISDAGKOP & UKM Luwu Timur Hadirkan Pemateri dari BAPPEBTI KEMENDAG Dalam Rangka Sosialisasi Sistem Resi Gudang (SRG) 

Infoindonesianews.com-

SulSel, Luwu Timur. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan ditekankan lebih serius menggarap Sistem Resi Gudang (SRG) untuk kabupaten Luwu Timur.

Pasalnya melalui sistem ini, tidak hanya meningkatkan nilai jual komoditi petani tapi SRG ini juga mendorong petani untuk bersikap dan bertindak sebagai seorang pebisnis.

Melalui Sosialisasi Resi Gudang (SRG) Bappebti, kami sebagai leaning sektornya menginginkan pengelola gudang SRG di daerah Luwu Timur nantinya menjadi lebih profesional,” kata kepala bidang koperasi Dewa Putu Alit S disela sela sosialisasi dalam keterangan persnya kepada Infolutim.com, Selasa (17/4/2018) bertempat di Aula kecamatan Tomoni Timur.

Kegiatan ini juga dalam rangka untuk mengoptimalkan fungsi dari gudang yang ada di mangkutana yang sudah kita bangun tahun 2015 karena sampai ini belum terlaksana makanya kami menghadirkan pemateri dari Kemendag, ini bukti supaya petani bisa dapat menjelaskan bahwa satu hari misalnya gabah anjlok petani bisa menyimpan gabah yang mereka miliki 70% dari total gabah yang disimpan.

“Dalam artian bisa digunakan sebagai jaminan di bank,misalnya harga gabah yang disimpan oleh petani 100 juta, itu bisa mendapatkan pinjaman dari bank sekitar 70 juta, jadi petani tidak harus buru-buru menjual gabahnya, ini kalau harganya anjlok”.

kemudian kita juga (DISDAGKOP & UKM) kab. Luwu Timur sedang dalam upaya pendekatan pengusulan proses pengeringan gabah agar Kementerian koperasi bisa memberikan alat pengering gabah, dress milk, dan unit kendaraannya tapi itu masih tahap dalam proses, yang jelas bagaimana gudang ini bisa difungsikan untuk sementara.

Dinas Koperasi, perdagangan dan UKM Kabupaten Luwu Timur bekerjasama dengan koperasi koperasi untuk Bagaimana gudang bisa dikelola pengurus, gudang sudah siap cuman menunggu pelatihan nanti habis lebaran habis lebaran ini, karena koperasi sudah ada yang ditunjuk oleh pemerintah daerah melalui surat penunjukan dari bupati cuman pengelolaannya nanti dilaksanakan setelah pulang pelatihan.”tutur Dewa.

Ia menambahkan pelatihan ini nantinya dibiayai oleh Kementerian Perdagangan, di Luwu Timur ini ada satu koperasi yang di lolos mewakili untuk mengelola Sistem Resi Gudang (SRG) dimana koperasi Adi Luwung yang memang betul-betul sudah sesuai jalurnya melakukan RAT Tahunan

dan punya modal dasar lebih 250 juta.

Kabid Koperasi Dewa Putu Alit S menghimbau untuk Masyarakat khususnya petani dengan koperasi bisa bekerja sama dalam hal kalau habis panen nantinya tidak  langsung dijual di saat harganya anjlok sebisanya mungkin Kalau harga gabah disimpan di gudang koperasi yang mengelolah Sistem Resi Gudang untuk memperoleh Resi dan dapat di jadikan jaminan pinjaman ke Bank.

Sementara itu Kementerian Perdagangan Republik Indobesia dalam hal ini di wakili Kepala bagian Penguatan dan Pemberdayaan Sistem Resi Gudang, Yuli Edi Subagio, dalam rangkaian sosialisasinya ini para peserta diberi pemahaman secara komprehensif tentang SRG, baik teknis pengelolaan gudang, operasional informasi SRG, keuntungan pengelolah SRG sampai pengembangan usaha melalui SRG.

Turut hadir dalam Sosialisasi Sistem Resi Gudang tersebut Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM kab. Luwu Timur Rosmiaty Alwi,  Kepala Dinas Perikanan,  Kelautan dan ketahanan pangan Nursih,  Anggota DPRD kabupaten Luwu Timur Made Sariana, Camat Tomoni Timur M. Syukri,  para Kepala Desa sekecamatan Tomoni Timur, para penyuluh dan pengelolah koperasai.

(AA-INews)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed