Diduga Pembangunan Jembatan Kali Busa,Tambun Utara, Bekasi adalah Proyek Siluman!!

oleh -105 views

Infoindonesianews.com | Kamis,18 November 2021.

Kabupaten Bekasi | Pembangunan proyek yang menggunakan anggaran pemerintah harusnya Transparan ,agar Masyarakat mengetahui berapa dana atau ( pagu) yang digelontorkan oleh pemerintah pusat ,maupun pemerintah daerah untuk proyek tersebut melalui APBN/ APBD.,?,
karena ini adalah uang pemerintah atau uang rakyat.


Seperti Pembangunan Proyek Jembatan Kali Busa di Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi , disoal oleh warga, pasalnya warga pengguna jalan sangat terganggu. Kamis, (18/11/2021).

Menurut Asep dan Ali yang setiap hari melewati jalan tersebut harus menyebrang melalui jembatan Alternatif yang dibuat oleh warga masyarakat dari kayu dengan satu kali menyeberang harus merogoh kocek rp 2 ribu sekali lewat pulangnyapun sama, harus melewati jembatan kayu tersebut itupun harus bergantian, menurut Asep dan Ali saya berangkat kerja kewilayah Cikarang sering terlambat sehingga saya mendapat surat SP dari PT saya bekerja karena sering terlambat , sekarang saya harus berangkat kerja lebih awal sekitar jam 5 pagi agar tidak terlambat terus sampai kantor tempat Saya bekerja ,”ucapnya.


Pantauan kelokasi Pembangunan Proyek Jembatan tersebut yang sekeliling ditutup pagar seng oleh Pemborong ( kontraktor) menyulitkan kami media untuk mengontrol Proyek Jembatan tersebut apalagi dijaga oleh mandor mandor yang selalu menghalangi Sosial Kontrol, ,,”!!!


Awak media mencoba menyelinap masuk kedalam pembangunan proyek Jembatan tersebut ternyata tidak ada petunjuk Papan Proyeknya Fiktif ( Proyek Siluman) .


Secara terpisah, ketika Kami menghubungi Camat Tambun Utara lewat telepon selulernya bernama Nazmudin untuk klarifikasi terkait pembangunan Proyek Jembatan ( kali Busa) saat dipertanyakan masalah papan proyek yang tidak dipasang oleh Kontraktor? Beliau mengatakan,bahwa ” memang sudah semestinya kontraktor memasang papan proyek ,agar masyarakat mengetahui jelas anggaran yang digunakan ( pagu) dananya dari mana APBD apa APBN…?,”ujarnya menanggapi konfirmasi awak media ini.

“Ini harus Transparan masyarakat sekarang berbeda , Warga masyarakat sudah pada pintar dan serba ingin mengetahui ,”jelasnya.

Menurut Nara Sumber di lokasi proyek yang namanya tidak ingin dipublikasikan mengatakan kepada media , bahwa “kontraktor nya dari Gabus Desa Srimukti Kecamatan Tambun Utara berinisial NV, “ungkapnya.

Masih menurut nara sumber ” kenapa papan proyeknya tidak dipasang,! yang jaga Mandornya galak sereeem pak…!!! Terpaksa Saya urungkan gak jadi konfirmasi,” ucapnya.


Dalam peraturan Presiden RI
Perpres 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah beberapa kali dirubah dengan :
Perubahan pertama dengan Perpres no. 61/2004, kedua no. 32/2005, ketiga dengan nomor. 70/2005, ke empat adalah Perpres nomor. 8 /2006, terus perubahan kembali yang kelima adalah Perpres nomor. 79/2006, lalu dirubah lagi dengan perubahan yang ke enam. Perpres nomor. 85/2006, dan perubahan ke tujuh dengan Perpres nomor. 95 tahun 2007. Lalu dicabut dengan PERPRES nomor. 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan diberlakukan lagi Perpres nomor. 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dilakukan perubahan terakhir adalah Peraturan Presiden nomor. 12 tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Perpres ini (perpres.12/2021-red) mengatur tentang perubahan atas PERPRES Nomor. 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sekarang sebagai acuan yang mengatur dalam pelaksanaan Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah harus dan sangat dipatuhi dan ditaati oleh rekanan kontraktor/pemborong yang berpedoman pada Perpres tersebut, segala kegiatan harus transparan/terbuka ke publik karena kegiatan pembangunan tersebut di biayai oleh Negara melalui dana Pusat atau daerah yang sumber dananya yang diserap dari pajak Rakyat.

Dan setiap kegiatan pembangunan fisik aset milik negara atau daerah persiapan awal adalah papan proyek, harus di pasang agar masyarakat bisa melihat dan tahu kegiatan yang dilaksanakan menggunakan uang Rakyat, ada dugaan pembangunan proyek jembatan ini pihak kontraktor melakukan penyimpangan dari segi konstruksinya dan jika terbukti harus dilaporkan kepenegak hukum( Tipikor). RED

Narasumber Pewarta : RL. Editor Red IiNews : Liesna Ega.