Dansatgas Pamtas Yonif 742/SWY Apresiasi Personil Pos Jajaran Atas Perolehan Dua Pucuk Senpi Dari Warga Desa Nananoe

oleh -5 views

Infoindonesianews.com – Jum’at, 11 Juni 2021.

Belu NTT – Dua Pucuk Senjata diterima oleh Personel Pos Nananoe Kipur III Satgas Pengamanan Perbatasan RI – RDTL Sektor Timur yang diserahkan warga Desa Nananoe Kecamatan Nanaet Duabesi Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur, Pada Kamis (10/06) malam.

Adapun identitas salah satu warga Desa Nananoe yang menyerahkan kedua senjata api jenis springfield dan senjata rakitan dirumahnya kepada Danpos Salore Sertu Rezha Erlidi, berinisial MA (59) tahun.

Alhamdulillah ucapnya Danpos yang telah mendapat penyerahan kedua senjata api tersebut dari salah satu warga binaannya di Desa secara suka rela dengan kesadarannya akan bahaya jika memilikinya dan takut disalah gunakannya.

Kemudian setelah diperoleh Danpos Nananoe kedua senjata api tersebut, langsung melaporkannya kepada Dankipur III Kapten Inf Lutfi Sulthoni untuk diteruskan ke Komandan Satgas Pamtas Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Infanteri Bayu Sigit Dwi Untoro di Mako Satgas.

“Selanjutanya diceritikan kronologisnya awal mula MA mengatakan mempunyai senjata rakitan yang disimpannya saat menjadi milisi dulu, karena adanya ke akrapan hubungan yang dijalin melalui pendekan dengan komunikasi sosial antara personel pos bersama MA yang sudah saling mengenal sejak berada di pos dan personil juga sering bersilaturahmi ke rumah MA, karena MA hidup sendiri di rumahnya.

“Kemudian kebetulan kemarin personil saat berkunjung ke rumah MA seperti biasa membawa sekedar tentengan sambil menanyakan kondisi kesehatannya MA,” tutur Rezha.

Terkait dengan itu, Dansatgas memberikan apresiasi atas perolehan dua pucuk senjata kepada personel pos jajarannya dan masyarakat yang telah sadar akan bahaya kepemilikan senjata api sehingga secara suka rela menyerahkannya kepada orang yang tepat.

“Ini patut diapresiasi karena masyarakat sudah mulai sadar akan bahaya kepemilikan senjata api sehingga mereka menyerahkannya kepada personel Satgas,” kata Bayu Sigit.

Bayu Sigit juga meminta kepada personel jajarannya untuk terus melakukan pembinaan teritorial dengan melakukan komunikasi sosial, anjangsana atau silaturahmi dan pendekatan maupun lainnya kepada masyarakat sambil memberikan pemahaman tentang bahaya kepemilikan senjata api karena untuk memilikinya harus melalui berbagai prosedur sesuai ketentuan yang berlaku dan sanksi hukumnya yang tegas bagi siapa yang memiliki tanpa izin.

“Semoga kondisi ini masyarakat fahami dan secara suka rela menyerahkannya kepada aparat terkait termasuk Satgas Pamtas Yonif 742/SWY,” pungkasnya.

Narasumber Pewarta : Dani, IiNews NTB . Editor IINews : Liesna Ega.