Infoindonesianews.com | Kamis, 9 September 2021.

ACEH – Ditengah derasnya arus kritisi terhadap laju dunia pendidikan yang datang dari segenap kalangan, seiring itu pula laju peningkatan mutu Pendidikan Kota Subulussalam perlahan naik dan terlihat nyata, baik dari sisi pemerataan satuan lembaga pendidikan, kenaikan rangking raport mutu, penyelesaian konflik tegas dan terukur, dan keterbukaan informasi terbuka luas untuk semua kalangan. Silahkan berkunjung kedisdik bila ingin diskusi untuk kemajuan dunia pendidikan Kita,”Pesan kadisdik kota Subulussalam, Selasa (7/9/2021).

Seperti halnya Erick pramana, S.Pd kepada media infoindonesianews.com mengatakan” Sejak dilantik Walikota Subulussalam Maret 2021 yang lalu Kepala SMPN 2 SIMPANG KIRI, Saya langsung berbenah untuk meningkatkan mutu pendidikan baik di bidang Akademik, maupun Non Akademik,”ujarnya, Sabtu (4/9/2021).

“Program yang berjalan saat ini Tahfidz Qur’an yang di bimbing oleh Ustad & Ustadzah, PASKIBRAKA dilatih langsung oleh Pelatih dr KODIM, dan Bidang olahraga, serta cabang olahraga KARATE yang khusus kita datangkan langsung Sinpay nya untuk melatih siswa/i SMPN 2 SIMPANG KIRI, “ujarnya.

“Sedangkan PRAMUKA sudah Kita aktifkan kembali mulai Tahun Ajaran 2021/2022 ini. tujuan daripada pada program ini , Kita ingin membentuk akhlak dan karakter anak-anak SMPN 2 Simpang Kiri itu sendiri, “tutur Erick Permana, S.Pd.

“Program yang Kita laksanakan ini mendapat dukungan yang positif dari Komite sekolah ,serta Wali Murid ,dan salah satu hal yang Kita inginkan, agar anak-anak SMPN 2 Simpang Kiri tidak terjerumus dengan Game Online yang saat ini sangat marak di kota Subulussalam ini,” tuturnya.

“Kedepan kita harapkan SMPN 2 Simpang Kiri ini dapat bersaing dengan sekolah yang ada di kota Subulussalam, salah satunya SMPN 1 Simpang Kiri yang saat ini menjadi Sekolah Pilot Projec di Kota Subulussalam, ” pungkasnya berkomitmen.

Narasumber : Erick Pramana, S.Pd ( Kepsek SMPN 2 Sp. Kiri )
Pewarta : Sabirin Siahaan IINews Aceh. Editor Redaksi IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com | Rabu, 8 September 2021.

PADALARANG, BANDUNG BARAT | Sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19 khususnya kepada kelompok usia 12-17 tahun, siswa SMA SMAN 1 PADALARANG, melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap 1. Pelaksanaan vaksinasi ini di lakukan di area sekolah yang diselenggarakan oleh Puskesmas Jayamekar dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat . Pada hari Rabu, (8/9/2021).

Vaksinasi ini menyasar siswa-siswi kelas X, XI, dan XII. Pelaksanaan vaksinasi ini tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan, sehingga para siswa dengan tertib mengantri sesuai proses untuk mendapatkan vaksin.

Dalam pelaksanaan vaksinasi ini Kepala Sekolah yakni Bapak Asep Yayat juga ikut memantau kegiatan vaksinasi yang terselenggara di SMAN 1 PADALARANG ini. 

Menurut Kepala Sekolah SMAN 1 PADALARANG Bapak Asep Yayat menyampaikan kepada awak media infoindonesianews.com via Whatsaap, bahwa” Program Vaksinasi untuk Tahap Ke-1 ini dilaksanakan pada hari ini, Rabu 8 September 2021, Jam 07.30 – 14.00 ,yang bertempat di Kampus SMA Negeri 1 Padalarang,” ucapnya.

“Program Vaksinasi Tahap Ke-1 ini bisa terlaksana berkat Kerjasama dengan Puskesmas Jaya Mekar dari Dinkes Kabupaten Bandung Barat,karena ini adalah salah satu syarat untuk PTM Terbatas bagi semua Tenaga Pendidik dan Kependidikan,dan harus Divaksinasi, untuk Peserta Didikpun juga diharapkan agar segera melaksanakan Vaksinasi,agar Kita semua dapat melaksanakan PTM dengan secepatnya, serta Kita semua dapat mempercepat Program Pemerintah percepatan vaksinasi agar terbebas dari wabah virus Covid-19 ini,”ungkapnya Kepala Sekolah Asep Yayat.

Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 PADALARANG asep Yayat pun menyampaikan bahwa, pihak sekolah sangat mendukung kegiatan ini. Kami mengajak orang tua dan siswa untuk tetap mematuhi prokes 5 M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir, Menghindari kerumunan, dan Membatasi mobilitas) dan mendukung Vaksinasi Covid-19,”jelasnya.

“Dengan Vaksinasi ini, selain menambah kekebalan tubuh, kami berharap kegiatan PBM tatap muka bisa berjalan normal. Untuk teknisnya, Kami serahkan kepada pihak Puskesmas Jayamekar ,” pungkasnya.

Di akhir Wawancara dengan awak media ini, Kepala Sekolah SMAN 1 PADALARANG menegaskan, bahwa” Vaksinasi ini adalah upaya pemerintah untuk memberi layanan kesehatan kepada anak bangsa, percaya atau tidak percaya, yang jelas pandemi covid-19 masih ada. Hal ini dibuktikan dengan PPKM Level 3 dan 4 yang terus dilanjutkan, masyarakat belum 100 % untuk taat prokes. Untuk itu Kami mendorong orang tua/anak/keluarga untuk melakukan Vaksin,”pungkasnya.

Dari Pihak Nakes PUSKESMAS JAYAMEKAR juga menyampaikan, bahwa “vaksin ini AMAN dan HALAL, Kita tidak boleh percaya pada berita hoax. Saya berharap orang tua, Bapak/Ibu Dewan Guru, para Siswa mendukung program vaksinasi ini. Terima kasih kepada Pihak SMAN 1 PADALARANG yang telah mendukung vaksinasi ini., sehingga akan tercipta herd imunity (kekebalan kelompok).(Red)

Narasumber : KS AY. Pewarta : Liesna Ega. Editor Redaksi IINews : Sekum Liesna Ega.

Infoindonesianews.com | Minggu, 5 September 2021.

Dadang A. Sapardan.            (Kabid Pembinaan SD, Disdik Kab. Bandung Barat)

Opini : Saat ngobrol ringan dengan beberapa orang tua siswa, tecetus kekhawatiran mereka dalam menghadapi Asesmen Nasional (AN) yang akan diikuti oleh anak-anaknya. Kekhawatiran timbul karena takut terhadap rendahnya capaian nilai dari anak-anaknya sehingga akan berdampak pada kesulitan untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Kekhawatiran tersebut wajar adanya karena setiap orang tua harus menyiapkan sedini mungkin agar anaknya dapat melanjutkan pada pendidikan lanjutan yang didambakan. Dalam pandangan mereka, capaian nilai pada AN akan menjadi faktor yang dapat menentukan diterima atau tidaknya anaknya pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, seperti halnya perlakuan pada hasil Ujian Nasional (UN).

BANDUNG BARAT, JABAR | Asesmen Nasional (AN) merupakan upaya penerapan kebijakan Kemendikbud yang dianggap strategis guna mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar setiap peserta didik. Selain itu, kebijakan ini menjadi upaya nyata dalam mendongkrak capaian score Programme for International Student Assessment (PISA) dari peserta didik Indonesia.

Pada pelaksanaannya, AN mengeksplorasi kompetensi literasi, numerasi, dan karakter. Asesmen kompetensi literasi diharapkan akan dapat mendorong kemampuan siswa untuk dapat bernalar tentang bahasa sekaligus dalam kaitan dengan penggunaannya dalam berbagai konteks. Asesmen kompetensi numerasi merupakan upaya yang dilakukan untuk mendorong kemampuan bernalar dalam bidang matematika. Survei karakter merupakan langkah yang dilakukan untuk mendongkrak terbangunnya karakter positif pada siswa terutama lima karakter utama yang menjadi basis implementasi Penguatan Pendidikan Karakter. Kelima karakter utama tersebut, yaitu religiusitas, nasionalisme, mandiri, gotong royong, dan integritas.

PISA yang adalah program yang dirancang dan diimplementasikan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). Program ini merupaka langkah guna mengukur kemampuan siswa pada jenjang pendidikan menengah. Selama ini, capaian score PISA merupakan indikator yang merefleksikan keberhasilan pengelolaan pendidikan dan menjadi rujukan sebagian besar negara tentang penerapan konsep pendidikan pada masing-masing negara. Pengukuran PISA dilakukan sebagai evaluasi terhadap kinerja siswa pada jenjang pendidikan menengah, terutama terhadap tiga bidang utama, yaitu matematika, sains, dan literasi.

Kenyataan, memperlihatkan bahwa fenomena capaian aksesbilitas termasuk ranah yang cukup menggembirakan. Dari tahun ke tahun, APK dan APM menunjukkan trend kenaikan. Kebijakan pendidikan yang diterapkan telah mendorong terjadinya peningkatan akses pendidikan dasar dan menengah, sehingga prosentase usia satuan pendidikan yang memiliki kesempatan mengenyam pendidikan terus mengalami peningkatan dengan angka yang cukup signifikan. Namun, kenyataan tersebut tidak berbading lurus dengan capaian pada ranah kualitas pendidikan. Sampai saat ini, kualitas pendidikan berdasarkan berdasarkan indikator yang menjadi tautannya belum memuaskan berbagai pihak. Indikator yang nyata adalah capaian scoreProgramme for International Student Assessment(PISA) dari para siswa yang menjadi sampelnya. Hasil survei PISA tahun 2018 yang diikuti oleh siswa Indonesia sebagai menjadi sampelnya, menggambarkan bahwa 60% sampai dengan 70% siswa masih berada di bawah standar kompetensi minimum pada bidang matematika, sains, dan literasi. Ketiga bidang tersebut menjadi objek penilaian dalam penetapan skor PISA.

Melalui pelaksanaan AN inilah, Kemendikbud berharap banyak akan terjadi akselerasi peningkatan kualitas pendidikan yang dipicu oleh kualitas pembelajaran. Pasca pelaksanaan AN, para pengelola pendidikan—guru, kepala satuan pendidikan, dan dinas pendidikan—berkewajiban menerapkan kebijakan strategis dalam upaya melakukan perbaikan. Dasar penetapan kebijakan tersebut adalah capaian AN. Dengan kata lain, hasil AN digunakan sebagai dasar diagnosis dalam upaya melakukan perbaikan pembelajaran.

Pelaksanaan AN memiliki perbedaan mendasar dengan pelaksanaan UN. Selama ini, UN dilaksanakan pada ujung dari jenjang pendidikan setiap peserta didik, sehingga UN menjadi simpul dari kebijakan pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Hasil capaian UN dijadikan sebagai bahan diagnosis oleh satuan pendidikan dan dijadikan sebagai refleksi capaian prestasi siswa. Sedangkan AN akan dilaksanakan saat peserta didik berada di kelas pertengahan pada setiap jenjangnya. Peserta didik yang terlibat dalam AN hanyalah sampel dari sekian banyak populasi. Dengan demikian, tidak semua peserta didik terlibat atau diikutsertakan pada pelaksanaan AN.

Pelaksanaan pada pertengahan jenjang pendidikan tersebut bukan tiada maksud, tetapi mengarah pada dua harapan. Sesuai dengan substansi pelaksanaannya, AN yang dilakukan dapat dijadikan data otentik oleh para pemangku kepentingan dalam upaya perbaikan mutu pembelajaran. Untuk satuan pendidikan, hasil AN dapat dijadikan dasar perbaikan mutu pembelajaran yang dilaksanakannya. Demikian pula untuk dinas pendidikan, hasil AN dapat digunakan guna penetapan kebijakan intervensi dalam mendongkrak mutu pembelajaran pada seluruh satuan pendidikan di bawah binaannya. Selain itu, pelaksanaan di pertengahan jenjang pendidikan ini dimaksudkan guna menghindarkan diri dari pemanfaatan hasil AN untuk dasar seleksi peserta didik dalam melanjutkan pada jenjang pendidikan lebih tinggi.

Dengan demikian, pelaksanaan AN tidak dapat dipersamakan dengan pelaksanaan UN serta hasilnya tidak diperlakukan sama pula. Karena itu, kekhawatiran para orang tua yang selama ini merebak terkait dengan perlakuan hasil AN setiap anaknya harus disingkirkan jauh-jauh.

Narasumber : Disdikkbb . Pewarta : DasARSS Jabar. Editor Red IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com | Jum’at, 20 Agustus 2021.

Datadikdasmen.com | Peran guru profesional dalam proses pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar peserta didik. Guru profesional adalah guru yang kompeten membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter Pancasila yang prima.

Hal tersebut menjadikan guru sebagai komponen utama dalam pendidikan sehingga menjadi fokus perhatian Pemerintah maupun Pemerintah Daerah dalam seleksi Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Seleksi Guru ASN PPPK dibuka berdasarkan pada Data Pokok Pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengestimasi bahwa kebutuhan guru di sekolah negeri mencapai satu juta guru (di luar guru PNS yang saat ini mengajar).

Pembukaan seleksi untuk menjadi guru ASN PPPK adalah upaya menyediakan kesempatan yang adil bagi guru-guru honorer yang kompeten agar mendapatkan penghasilan yang layak. Pemerintah membuka kesempatan bagi: 

  1. Guru honorer di sekolah negeri dan swasta (termasuk guru eks-Tenaga Honorer Kategori dua yang belum pernah lulus seleksi menjadi PNS atau PPPK sebelumnya. 
  2. Guru yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan; dan 
  3. Lulusan Pendidikan Profesi Guru yang saat ini tidak mengajar.

Seleksi guru ASN PPPK kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana pada tahun sebelumnya formasi untuk guru ASN PPPK terbatas. Sedangkan pada tahun 2021 semua guru honorer dan lulusan PPG bisa mendaftar untuk mengikuti seleksi. Semua yang lulus seleksi akan menjadi guru ASN PPPK hingga batas satu juta guru. Oleh karenanya agar pemerintah bisa mencapai target satu juta guru, maka pemerintah pusat mengundang pemerintah daerah untuk mengajukan formasi lebih banyak sesuai kebutuhan. 

Untuk mempersiapkan calon guru ASN PPPK siap dalam melaksanakan seleksi guru ASN PPPK, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) mempersiapkan modul-modul pembelajaran setiap bidang studi yang digunakan sebagai bahan belajar mandiri, pemanfaatan komunitas pembelajaran menjadi hal yang sangat penting dalam belajar antara calon guru ASN PPPK secara mandiri.

Modul akan disajikan dalam konsep pembelajaran mandiri menyajikan pembelajaran yang berfungsi sebagai bahan belajar untuk mengingatkan kembali substansi materi pada setiap bidang studi, modul yang dikembangkan bukanlah modul utama yang menjadi dasar atau satu-satunya sumber belajar dalam pelaksanaan seleksi calon guru ASN PPPK tetapi dapat dikombinasikan dengan sumber belajar lainnya. 

Peran Kemendikbud melalui Ditjen GTK dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan guru ASN PPPK melalui pembelajaran yang bermuara pada peningkatan kualitas peserta didik adalah menyiapkan modul belajar mandiri.

Berikut Kami Bagikan Modul Pembelajaran Mandiri untuk menghadapi tes seleksi Menjadi Aparatur Sipil Negara ( ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK ) :

Modul PPPK Guru : PAI
Modul PPPK Guru : TK/PAUD
Modul PPPK Guru : Kelas SD
Modul PPPK Guru : PJOK SD
Modul PPPK Guru : PJOK SMP/SMA/SMK
Modul PPPK Guru : Pendidikan Luar Biasa (PLB)
Modul PPPK Guru : Bimbingan konseling
Modul PPPK Guru : Matematika
Modul PPPK Guru : Informatika
Modul PPPK Guru : IPS Ekonomi
Modul PPPK Guru : IPS Geografi 
Modul PPPK Guru : IPS Sejarah
Modul PPPK Guru : IPS Sosiologi
Modul PPPK Guru : IPA Biologi
Modul PPPK Guru : IPA Fisika
Modul PPPK Guru : IPA Kimia
Modul PPPK Guru : Bahasa Indonesia
Modul PPPK Guru : Bahasa Inggris
Modul PPPK Guru : Fisika
Modul PPPK Guru : Biologi
Modul PPPK Guru : Kimia
Modul PPPK Guru : PPKn
Modul PPPK Guru : Ekonomi
Modul PPPK Guru : Geografi
Modul PPPK Guru : Sejarah
Modul PPPK Guru : Sosiologi
Modul PPPK Guru : Bahasa Arab
Modul PPPK Guru : Bahasa Jepang
Modul PPPK Guru : Bahasa Jerman
Modul PPPK Guru : Bahasa Prancis
Modul PPPK Guru : Bahasa Mandarin
Modul PPPK Guru : Seni Budaya Teater
Modul PPPK Guru : Seni Budaya Tari
Modul PPPK Guru : Seni Budaya Rupa
Modul PPPK Guru  : Seni Budaya Musik

Demikian kami Sampaikan Modul Pembelajaran Mandiri untuk menghadapi tes seleksi Menjadi Aparatur Sipil Negara ( ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK ), semoga bermanfaat .

Rekomendasi Kami : Update Formasi CPNS dan PPPK 2021 Seluruh IndonesiaPermenpan RB No 27 Tahun 2021 tentang CPNSPermenpan RB No 28 Tahun 2021 tentang PPPK GuruPermenpan RB No 29 Tahun 2021 tentang PPPK Non GuruKetentuan Umum Seleksi CPNS 2021Ketentuan Umum Seleksi PPPK 2021E-Book ( Buku Elektronik) Modul PPPK 2021E-Book ( Buku Elektronik) SKD dan SKB CPNS 2021Materi dan Soal Seleksi Kompetensi Dasar ( SKD ) PPPK / CPNS 2021Materi dan Soal Seleksi Kompetensi Bidang ( SKB ) PPPK / CPNS 2021.

Narasumber : Datadikdasmen. com .Pewarta : KS.AY. Editor Red IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com – Senin, 7 Juni 2021.

ACEH – Sebagaimana lazimnya yang dilakukan saat berkunjung dan memantau perkembangan proses kegiatan belajar mengajar di semua sekolah ,baik tingkat TK/PAUD, SD, maupun SMP,serta SMA ,pada hari ini Kepala Dinas Pendidikan Kota Subulussalam berkunjung dan bertindak sebagai Inspektur Upacara ( IRUP ) di SDN 1 Simpang Kiri. Senin, (7/6/2021).

Dalam arahannya Kadis Pendidikan menghimbau kepada siswa untuk mempersiapkan diri dalam melaksanakan ujian untuk mengukur kemampuan Aspek Kognitif hasil belajar semester ini.

Selanjutnya, Kadisdik juga menyampaikan, bahwa “Dinas Pendidikan akan segera menerapkan pola pendidikan berkarakter ,melalui program Gemar Membaca Alqur’an atau GEMMA Jum’at, Program ini disiapkan untuk menunjang kesuksesan persyaratan setiap Lulusan SD wajib bisa membaca Alqur’an bagi siswa beragama Islam,”ujarnya.

Disamping itu, Kadis Pendidikan menekan, bahwa “Alqur’an bukan hanya dituntut bisa dibaca tapi lebih dari itu Alqur’an harus bisa difahami dan dihayati, sehingga tujuan Alqur’an sebagai petunjuk dalam kehidupan dapat diaplikasikan dalam sikap sehari-hari setiap Siswa-Siswi, “ujarnya.

“Program GEMMA Juma’t yang akan segera Kita Launching berlaku bagi siswa Muslim diseluruh sekolah lingkungan Pemerintah Kota Subulussalam, baik tingkat SD ,maupun SMP,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Kadis Pendidikan juga langsung mencoba siswa berkomunikasi Berbahasa Inggris dan Arab. Bagi siswa yang berani tampil, Kadis Pendidikan langsung memberikan hadiah Rp 500.000,- sebagai penghargaan terhadap prestasi para siswa /i SDN 1 Simpang Kiri, yang di programkan untuk dilakukan agar dapat menjalankan sekolah sebagai pilot projek,”jelasnya .

Sebelum mengakhiri Upacara, Kadis menghimbau “Kepada seluruh orang tua di lingkungan masyarakat dan Stick Holder lainnya , marilah Kita bangun dunia Pendidikan Kota Subulussalam ,dengan cara berpartisipasi aktif mengawal untuk perubahan yang lebih baik ,” tegas Kepala Dinas Pendidikan H.sairun S Ag.

Narasumber Pewarta : Sabirin Siahaan IINews Aceh. Editors Red IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com – Sabtu, 5 Juni 2021.

Ngamprah,Bandung Barat – Save The Children menyelenggarakan program BISA (Better Investment for stunting alleviation). Kegiatan yang diikuti oleh sejumlah fasilitator dari Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat, Dinas Kesehatan KBB, Tenaga Pendamping Gizi dari Puskesmas Ngamprah dan Puskesmas Jayamekar Padalarang tersebut, dilaksanakan di SMPN 1 Ngamprah selama tiga hari, Selasa-Jumat (2-4/5/21).

Fasilitator Daerah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Rondang Okinda, mengungkapkan bahwa program BISA sangatlah penting. Menurutnya, hal ini sebagai bentuk antisipasi terhadap penyakit anemia yang umumnya menyasar siswa dan remaja putri.

“Program BISA sangat penting disampaikan. Terutama kepada para peserta didik putri yang sangat rentan terpapar penyakit anemia.  Hal ini berdasarkan hasil survai Baseline BISA 2020. Tujuannya adalah penurunan stunting pada 1000 hari pertama kehidupan,” ungkapnya.

Disampaikannya bahwa prevalensi anemia remaja putri sekolah masih sangat tinggi, yaitu 68,3% di Kabupaten Bandung Barat dan 82,6% di Kabupaten Sumedang. Hal ini disebabkan karena remaja putri kurang mengkonsumsi makanan kaya zat besi. Menurutnya, terdapat data mengenai pravalensi anemia, yakni 40,8% di Bandung Barat dan 46% di  Sumedang.

Selain itu, praktek kepatuhan konsumsi tablet TTD (Tablet Tambah Darah) masih rendah, yaitu 45% di Bandung Barat dan 38% di Sumedang. Kemudian, self reporting perilaku waktu penting CTPS pada remaja yang tinggi (90.1% KBB dan 96.1% Sumedang).

Sementara itu, , Popi Sundari, perwakilan dari save the children, menerangkan bahwa bahwa program BISA yang difasilitasi oleh Save The Children ini terselanggara karena kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dengan Yayasan Sayangi Tunas Cilik dan Nutrition Internasional.

Disebutkannya bahwa sasaran dari program BISA dalam pencegahan Stunting di Kabupaten Bandung Barat adalah 40 sekolah yang tersebar di tujuh Kecamatan, dan sembilan Puskesmas. Selain itu, setiap sekolah diwakili oleh dua orang guru. Adapun targetnya adalah melatih fasilitator yang ada di sekolah untuk diimbaskan kepada tujuh orang guru dan lima orang siswa tiap sekolah. Selanjutnya disosialisasikan kepada yang lain.

Lebih jauh disampaikan bahwa sosialisasi perubahan perilaku  tindakan kecil yang bisa dilakukan dan berdampak luar biasa dengan perubahan kebiasaan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) dan gizi untuk remaja dengan konsumsi TTD bagi remaja Putri khusunya yang berusia 13-15 tahun.

Diterangkan juga bahwa program BISA ini merupakan program terpadu 2019–2024 yang didukung oleh Power of Nutrition, Pemerintah Australia (DFAT), Pemerintah Kanada dan Asian Philanthropist Circle. Adapun tujuannya untuk membatu Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan Strategi Nasional, yakni mempercepat penurunan Stunting (2018-2024). Selanjutnya, di lapangan melibatkan Siti Hanifah dari Dinkes Kabupaten Bandung Barat, Vivi Novitasari dari Puskesmas Jayamekar, dan Sri Puji Astuti sebagai tenaga pendamping gizi dari Puskesmas Ngamprah.

“Tujuan utama lainnya adalah mendukung pencegahan dan penurunan tingkat stunting dengan memperkuat dan meningkatkan kualitas sistem layanan gizi dan Kesehatan, dan mendorong perubahan perilaku melalui peningkatan pengetahuan dan pendampingan tentang gizi dan higienitas, serta pemanfaatan sumberdaya yang lebih efisien,” pungkasnya. ***

Narasumber dan Foto: Budi Ruhiat /Adhyatnika Geusan Ulun. Pewarta : DaSsarr IINews Jabar. Editors Red IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com – Sabtu, 3 Juni 2021.

Foto hasil karya : Adhyatnika Geusan Ulun

Cihampelas ,Bandung Barat – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kab. Bandung Barat menggelar pentas PAI. Kegiatan yang pembukaannya dilaksanakan di SMP Darul Falah Cihampelas tersebut, menyelenggarakan tujuh cabang lomba, diikuti oleh puluhan siswa dari sejumlah sekolah di Kab. Bandung Barat dan digelar secara virtual selama dua hari, Jumat-Sabtu (4-5/6/21).

Kepala SMP Darul Falah, H. Baehaqi, mengungkapkan bahwa situasi pandemi tidak menyurutkan semangat para peserta lomba di atas. Sehingga, walaupun digelar secara virtual, mereka mengikuti kegiatan dengan antusias dan khidmat.

“Alhamdulillah, walaupun ditengah masa sulit seperti ini, SMP Darul Falah dapat menggelar acara pembukaan Pentas PAI Kabupaten Bandung Barat Virtual dengan lancar dan khidmat,”  ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MGMP PAI Kab. Bandung Barat, Ahmad Soleh, menyampaikan bahwa diikuti oleh peserta dari perwakilan lima sub rayon SMP se-Kab. Bandung Barat yang masing-masing mebgirimkan 15 siswa.

Ditambahkannya bahwa terdapat tujuh cabang lomba dalam pentas PAI ini, yakni  MTQ, MHQ, Ceramah, Kaligrafi,  Olimpiade, Cerdas Cermat, Solo vocal (lagu lagu Islami) semuanya untuk putra dan putri. Menurutnya, tujuan dari penyelenggaraan kegiatan adalah menghasilkan para duta Bandung Barat yang akan diikutsertakan di tingkat Provinsi Jawa Barat di Depok pada 22-23 Juni 2021.

“Harapan kami menggelar pentas PAI untuk menghasilkan duta Kabupaten Bandung Barat untuk ke tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di kota Depok pada tanggal 22 – 23 Juni 2021. Mudah-mudahan menjadi juara,” komentarnya saat dihubungi Newsroom.

Ditambahkan juga bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat dan sekolah-sekolah yang telah mendukung kegiatan. Sehingga acara ini menjadi lebih semarak dan kompetitif.

Di sisi lain, Dalfa, peserta cabang lomba Ceramah Putri saat diwawancarai usai pembukaan kegiatan. Menurutynya, hal ini merupakan pengalaman istimewa saat dirinya menjadi duta sekolah dan harus tampil di depan kamera.

“Sebuah pengalaman baru bagi saya untuk mewakili sekolah dalam perlombaan pidato secara virtual, selain menantang hal ini juga menjadi hiburan bagi saya untuk dapat tampil di depan kamera,” ungkapnya.

Di kesempatan terpisah, Salman Alfarisi, guru SMP Darul Falah, menandaskan bahwa meskipun kegiatan di atas dilakukan secara virtual, tetapi tidak mengurangi antusias para peserta. Menurutnya, kegiatan menjadi lebih praktis dan tidak kehilangan esensinya. Terlebih saat penggunaan teknologi digital yang secara langsung meningkatkan kompetensi guru dan peserta kegiatan.

“Meskipun pelaksanaannya dilakukan secara virtual, tidak lantas mengurangi semangat para perserta. Situasi pandemi ini membuat tim penyelenggara lebih memanfaatkan kecanggihan teknologi, dengan ini kegiatan menjadi lebih praktis namun tetap tidak kehilangan esensi dari kegiatan itu sendiri,” tandasnya.***

Narasumber Berita dan Foto: Salman Alfarisi (Guru Bahasa Inggris SMP Darul Falah Cihampelas Bandung Barat). Pewarta : DaSsarr IINews Jabar. Editors Red IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com – Sabtu, 5 Juni 2021.

Foto: Adhyatnika Geusan Ulun.
Foto: Adhyatnika Geusan Ulun.

Ngamprah-  Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kab. Bandung Barat mendokumentasikan sejumlah karya buku guru. Karya para guru penulis yang disumbangkan ke Disarpus KBB tersebut, tersimpan rapih di sebuah sudut baca. Hal ini akan memudahkan para pengunjung untuk membacanya.

Kepala Seksi Layanan dan Pengembangan Disarpus KBB. Meilda Maharani, mengapresiasi karya buku guru di atas. Menurutnya, hal ini, selain menambah khasanah buku, juga memberikan motivasi para pengujung perpustakaan untuk membuat karya seperti para guru.

“Kami mengapresiasi buku karya para guru penulis Bandung Barat. Hal ini menambah koleksi bacaan di perpustakaan. Karya-karya tersebut kami simpan di sudut baca khusus sehingga para pengunjung dapat dengan mudah megaksesnya,” ungkapnya kepada Newsroom, Kamis (3/5/21).

Ditambahkan bahwa di masa pandemi seperti sekarang ini, di saat kegiatan belajar mengajar berlangsung tidak seperti biasa, kesempatan menulis sebenarnya lebih terbuka. Oleh karena itu pihaknya mendorong para guru untuk lebih meningkatkan lagi kemampuan menulisnya. Sehingga diharapkan dapat memotivasi guru lain untuk menulis buku.

Lebih jauh disampaikan bahwa kegiatan Disrpus KBB relatif tidak seoptimal seperti sebelum pandemi.  Menurutnya, sejumlah program yang telah digulirkan, seperti perpustakaan keliling, pelatihan pengelola perpustakaan, dan kunjungan ke perpustakaan tidak dapat berjalan seperti sebelumnya.

Seperti diketahui, kondisi pandemi juga berimbas kepada turunya animo masyarakat dalam hal membaca buku. Oleh karena itu, Disarpus KBB berupaya mengembangkan perpustakaan digital sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan minat baca masyarakat kembali. Sehingga sejumlah program unggulan, yakni Kampung Dongeng, kunjungan perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah, dapat kembali menggeliat.

Disampaikannya bahwa perpustakaan digital diyakini mampu meningkatkan minat baca masyarakat. Hal ini dikarenakan aksesnya yang lebih cepat dan terjangkau. Oleh karena itu, ke depan Disapus KBB akan menegmabangkan teknologi pendukungnya selain memberikan informasi kepada masyarakat. Sehingga para pengunjung dapat mengaksesnya dimanapun berada. Termasuk karya-karya guru Bandung Barat.

Ditandaskannyanya juga bahwa karya-karya guru Bandung Barat merupakan sumbangsih berharga yang diterima Disarpus KBB. Ke depan, diharapkan akan semakin banyak guru yang menulis dan membukukannya. Sehingga akan semakin banyak pula koleksi Disarpus yang dapat dinikmati para pengujung.***

Narasumber : Meilda Maharani (Kasi Layanan dan Pengembangan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan KBB). Pewarta : DaSsarr IINews Jabar. Editors Red IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com – Selasa,1 Juni 2021.

ACEH – Terkait hasil ekspos LPMP Aceh melalui realis yang dikirim ke serambi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Subulussalam H. Sairun, S.Ag melalui media ini, Selasa (1/6/2021) mengatakan ” Pertama-tama Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama seluruh jajaran Saya di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Subulussalam yang telah bekerja keras meraih prestasi ini,”ungkapnya .

“Kedua, peringkat 13 untuk pencapain Mutu Pendidikan dari 23 Kab/Kota ini diluar target yang Saya rencanakan sebelumnya, Saya hanya targetkan ,dan perkiraan masuk di peringkat 15 besar, karena menurut Saya untuk naik satu peringkat saja sangatlah sulit, tapi dengan kerja team work Saya, dilingkungan Dinas Pendidikan Alhamdulilah bisa melampaui target tersebut, “ujarnya.

“Ketiga, perbaikan peringkat ini butuh proses mulai dari perencanaan proses dan pemetaan, tentu semua itu butuh kerja keras untuk mencapai target,”ujarnya.

“Keempat, Sayapun mengucapkan terimakasih banyak kepada semua pihak yg telah memberikan Kontribusi Kritikan yang Positif kepada Dinas Pendidikan dan Saya akan terus bekerja dan bekerja terus,”ucapnya kembali.

“Kelima, hasil yang dicapai ini adalah buah keberhasilan Masyarakat Kota Subulussalam, tinggal PR Kami bagaimana kedepan ini bisa dipertahankan kalau perlu ditingkatkan”

“Keenam, tentu prestasi ini bukan berarti seluruhnya sempurna, masih banyak kekurangan yang harus segera Kita benahi”

“Ketujuh, pernyataan LPMP Aceh ini fakta secara data bukan Opini dan Asumsi, Kami akan Evaluasi seluruh lini dan terus berbenah untuk pendidikan Kita kedepan”

“Kedelapan, Saya sebagai Kepala Dinas tentu memiliki target, baik terget Jabatan ,maupun target Prestasi dan hasil ekspos LPMP Aceh ini ,akan segera Kami evaluasi di intern Dinas Pendidikan”

“Kesembilan, banyak kiat dan stragis yang harus kita siapkan karna prestasi tidak akan kita gapai dengan simsalabin, Kita butuh waktu dan prose waktu pasti akan menjawab semua ini”pungkasnya.

Terkait dengan janji yang pernah beliau ucapkan dihadapan Wakil Walikota Subulussalam di Tahun 2019 silam, saat menyampaikan sambutan acara pengembalian 110 Guru PNS ke jabatan semula Dilantai II Gedung LPSE Kota Subulussalam. Dilansir dari Media IJN, Jumat (28/6/2019).

Dipemberitaan media IJN tersebut dikabarkan bahwa H. Sairun, S.Ag berjanji selaku Kepala Dinas Pendidikan akan membawa perubahan pendidikan Kota Subulussalam ke tingkat lebih baik dalam tempo waktu 2 (dua) Tahun.

Hari ini berdasarkan data dari LPMP Aceh yang menyatakan Mutu Pendidikan Kota Subulussalam berada di peringkat 13 dari sebelumnya Tahun 2019 diperingkat 23 dari 23 Kab/Kota se- Aceh, dapat dikatakan H. Sairun, S.Ag telah menunaikan janjinya sebagai Kepala Dinas Pendidikan. (Tutup).

Narasumber Pewarta : Sabirin Siahaan IINews Aceh. Editors Red IINews : Liesna Ega.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.