Infoindonesianews.com |Jum’at, 5 November 2021.

JAKARTA | Bangladesh, negara terkemuka di Asia Selatan, berambisi menjadi salah satu pusat industri penerbangan. Sementara itu Indonesia diprediksi akan menjadi pasar lalu lintas penerbangan terbesar keempat di dunia dalam waktu dekat setelah China, Amerika Serikat dan India.

Bangladesh meraih kemerdekaan pada tahun 1971 dengan memisahkan diri dari Pakistan. Setahun kemudian negara tersebut membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia pada tahun 1972. Sejak saat itu, hubungan antara kedua negara, yang berpenduduk mayoritas Muslim dan penganut sistem pemerintahan demokratis, mengalami kemajuan pesat di banyak sektor. Namun konektivitas udara antar kedua negara masih belum terbangun.

Transportasi udara merupakan sektor vital bagi perekonomian sebuah negara. Pengembangan sektor tersebut akan menciptakan lapangan kerja, memperlancat lalu lintas barang, investasi dan wisatawan serta meningkatkan pemasukan negara dari pengoperasion maskapai penerbangan dan jaringannya.

Dalam upaya mempercepat proses pengembangan industri penerbangan, Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, Wakil Marsekal (Purn) Mohammad Mostafizur Rahman menyampaikan visi Bangladesh terkait industri penerbangan. Visi tersebut disampaikan dalam webinar internasional yang dihadiri para pejabat senior dari berbagai kementerian, operator penerbangan sipil dan regulator serta CEO dari berbagai maskapai penerbangan Bangladesh dan Indonesia.

Webinar internasional dimaksud diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Rakyat Bangladesh di Jakarta pada hari Selasa (2-11-2021). Webinar ini mengusung tema “Visi Bangabandhu dalam Penataan Penerbangan Bangladesh dan Prospek Kerjasama Sektor Penerbangan antara Bangladesh dan Indonesia”.

Webinar ini diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan ‘Mujib Year’, yakni peringatan seratus tahun kelahiran Bapak Bangsa dan tokoh pendiri Bangladesh, Bangabandhu Sheikh Mujibur Rahman, dan “Perayaan Tahun Emas” kemerdekaan Bangladesh. Duta Besar Mostafizur, yang merupakan seorang pilot, menyebut webinar tersebut sebagai momen spesial.

“Webinar yang diselenggarakan untuk pertama kali ini bertujuan menyebarluaskan visi Bapak Bangsa Bangladesh dalam membangun industri penerbangan Bangladesh yang bisa merambah ke seluruh dunia, serta menjajagi prospek kerja sama di sektor penerbangan dan transportasi udara antara Bangladesh dan Indonesia,” ungkap Mostafizur dalam webinar tersebut, di mana dia bertindak selaku moderator.

Dua menteri Bangladesh – Menteri Negara Luar Negeri Md Shahriar Alam dan Menteri Negara Penerbangan Sipil dan Pariwisata Md Mahbub Ali – menjadi tamu istimewa. Partisipasi keduanya merupakam pertanda dukungan penuh dan antusiasme pemerintah Bangladesh terhadap upaya pengembangan hubungan persahabatan dan kerja sama dengan Indonesia.

Dalam presentasinya sebagai salah satu pembicara utama, Sekretaris Jenderal Asosiasi Operator Penerbangan Bangladesh (AOAB) Mofizur Rahman menjelaskan tentang potensi sektor penerbangan sipil Bangladesh dan menghimbau perlunya pengembangan konektivitas udara antara kedua negara. “Kita harus menjajaki pengembangan kerjasama patungan untuk memproduksi pesawat ringan,” kata Mofizur.

Indonesia adalah produsen utama pesawat dan helikopter di Asia Tenggara. Indonesia dianggap memiliki performa sangat baik dalam Maintenance and Repair Organization (MRO), yakni perawatan dan perbaikan pesawat. Kedua negara diyakini memiliki peluang untuk menjalin kerjasama patungan dalam kegiatan MRO.

Beberapa CEO maskapai penerbangan Bangladesh dan Indonesia, yang menjadi pembicara di webinar tersebut, mengajukan beberapa proposal kerjasama. “Diskusi tersebut mengangkat beberapa bidang kerjasama dalam industri penerbangan, yang saling menguntungkan bagi Bangladesh dan Indonesia, seperti pelatihan, keamanan penerbangan, keselamatan penerbangan, manajemen bandara, manajemen lalu lintas udara, SAR, manajemen kebakaran, pengembangan sumber daya manusia, lokakarya dan pertukaran pengalaman,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Bangladesh dalam siaran pers 3 November 2021.

Dengan 277,47 juta penduduk dan nilai ekonomi sebesar US$1,15 triliun, Indonesia merupakan pasar menjanjikan bagi Bangladesh. Menurut Boston Consulting Group (BCG), Indonesia saat ini memiliki 141 juta konsumen kelas menengah dan kelas atas. Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), ada 91,3 juta penumpang udara pada 2019 di Indonesia sementara Bangladesh memiliki 5,96 juta penumpang udara pada tahun yang sama.

Dengan 166,92 juta orang dan PDB $352,91 miliar, Bangladesh adalah “bintang baru” di Asia Selatan. “Bangladesh memiliki catatan pertumbuhan dan program pengurangan kemiskinan yang mengesankan. Negara tersebut menjadi salah satu kekuatan ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia selama satu dekade terakhir, didukung oleh keuntungan demografis, peningkatan ekspor garmen siap pakai (RMG), dan kondisi ekonomi makro yang stabil,” kata Bank Dunia dalam sebuah pernyataan pada 3 Oktober.

Menurut IATA, Bangladesh mengalami penurunan sebesar 49 persen dalam jumlah penumpang udara pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 karena pandemi COVID-19. Pendapatan maskapai penerbangan pun mengalami penurunan sebesar $1,09 miliar pada tahun 2020 dibandingkan dengan 2019. Diharapkan industri penerbangan akan pulih sepenuhnya pada tahun 2024.

Hal serupa juga terjadi di Indonesia. Wabah pandemi menjadi pukulan keras bagi industri penerbangan. Masyarakat harus menunggu berakhirnya pandemi COVID-19 bagi Bangladesh dan Indonesia untuk mulai menggali potensi kerja sama antar kedua negara.

Namun kedua negara dapat melakukan berbagai persiapan sebagai landasan kerjasama sembari menunggu berakhirnya COVID-19. Webinar merupakan langkah pertama ke arah tersebut. “Jelas bahwa webinar akan membawa kedua regulator penerbangan sipil, pemimpin puncak maskapai dan pemangku kepentingan yang terkait dari kedua negara lebih dekat dan kerjasama penerbangan di masa depan akan memberikan beberapa hasil yang bermanfaat,” kata Mostafizur.

Dari segi penumpang maupun angkutan kargo, Bangladesh menawarkan banyak peluang bagi maskapai penerbangan Indonesia. Bangladesh merupakan pintu gerbang ke Asia Selatan. Proses kerjasama sebenarnya sudah dimulai bulan April tahun ini, ketika Bangladesh dan Indonesia sepakat untuk memulai rute Medan-Dhaka yang dilayani maskapai penerbangan Indonesia Lion Air.

Namun pandemi COVID-19 memaksa peluncuran rute Medan-Dhaka ditunda. Kini kedua negara bersiap menjajaki kerja sama di bidang MRO, pelatihan, kargo, dan bidang teknis lainnya, seperti diusulkan dalam webinar. (APL/Red)

Narasumber Pewarta : Ketum PPWI Wilson Lalengke S.Pd M.Sc MA. Editor Redaksi IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com | Friday, November 5, 2021.

RABAT | A Moroccan source confirmed to AFP, Wednesday, that the kingdom “will not be drawn into a war” with its neighbor Algeria, commenting on what he described as “free accusations” after the announcement by Algerian presidency on the killing of three citizens in a bombing attributed to the Moroccan armed forces.

The source said: “if Algeria wants war, Morocco does not want it. Morocco will not be drawn into a cycle of violence that will destabilize the region,” condemning “free accusations” against the Kingdom, he added the same source, “if Algeria wants to drag the region into the war through provocations and threats, Morocco will not be drawn into it.”

For its part, the Mauritanian army denied the occurrence of an attack inside Mauritanian territory, and said in a statement: “in order to enlighten public opinion and correct the information circulated, the directorate of communication and public relations, commanded by the general staff of the armies, denies any attack on the national territory”.

It is known that the site of the alleged bombing, which was reported by the media loyal to the Algerian regime, is an area used exclusively by the military vehicles of the armed Polisario militia.

Unfortunately, recently Algeria has been trying to drag Morocco and the entire region into chaos in order to cover up its inability to deal with its internal problems.

Reported by PERSISMA/Red. Resource Person by Wilson Lalengke S.Pd M.Sc MA. Editor IINews by Liesna Ega.

Infoindonesianews.com | Rabu, 20 Oktober 2021.

WASHINGTON DC, AMERIKA SERIKAT | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Jake Sullivan pada Selasa, 19 Oktober 2021 di Washington DC, Amerika Serikat.

Keduanya membahas sejumlah isu kerja sama, termasuk cara mengakhiri pandemi Covid-19 dan memperkuat keamanan kesehatan global.

Dalam wawancara kepada VOA, menurut Luhut, ia mengatakan kepada Sullivan bahwa salah satu cara konkret untuk membantu Indonesia adalah dengan meminta kepada Merck, perusahaan farmasi asal Amerika, untuk membangun pabrik obat Covid-19 (di Indonesia).

Menurut Luhut, Sullivan menjawab bahwa ia akan mencoba melakukannya dan tampak optimis.

Luhut juga akan berkunjung ke kantor Merck di New York bersama dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, untuk mengadakan pembicaraan terkait hal tersebut.

Belum lama ini, Merck memperkenalkan obat antivirus Covid-19 yakni Molnupiravir yang diklaim bisa mengurangi risiko gejala berat dan kematian pada pasien hingga 50 persen.

Narasumber Pewarta : SIH. Mirmanto. Editor Redaksi IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com | Senin, 4 Oktober 2021.

Ankara, Turkey |Setelah berhasil membuka delapan kantor perwakilan di berbagai negara di Timur Tengah dan Afrika Utara, kini Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) akan melebarkan sayapnya di Eropa, mulai dari negara Turkey.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPWI, Dr. Fachrul Razi, di sela-sela perbincangannya dengan Dr. Mustafa, calon General Manager of PPWI Representative for Turkey, Minggu (3/10/2021).

“Dalam waktu dekat ini kita berencana meresmikan Representative Office of PPWI atau kantor perwakilan PPWI Turkey. Sebagai calon General Manager kita tunjuk Dr. Mustafa. Mohon doa dan supportnya, semoga semua berjalan sesuai rencana,” ujar Senator asal Aceh itu.

Di waktu yang bersamaan, Dr. Mustafa terlihat amat senang mendapatkan kepercayaan untuk menjadi perwakilan PPWI Turkey.

“Ini sebuah amanah yang harus saya jalankan, saya merasa bangga dan senang sekali bisa dipercaya untuk menjadi General Manager PPWI di Turkey,” ujar Dr. Mustafa kepada Fachrul Razi saat menemuinya di Ankara, Turkey.

Sementara itu, dari Beirut, Lebanon, Koordinator PPWI International, Dr. Abdul Rahman Salem Dabboussi menyampaikan selamat bergabung kepada Dr. Mustafa yang akan menjabat sebagai General Manager PPWI di Turkey. “Welcome into the big family of PPWI Dr. Mustafa. We are delighted to have you in this our organisation based in Indonesia,” tutur Abdul Rahman Salem Dabboussi.

Narasumber : Ketum PPWI Wilson Lalengke S.Pd M.Sc MA. Pewarta : WRI/Red. Editor Red IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com | Friday the 17th September 2021

RABAT | The 2021 Moroccan general elections were held on September 8, 2021 to elect 395 members of the House of Representatives. The National Rally of Independents led by Aziz Akhannouch won the largest number of seats (102), gaining 65 seats from the previous elections.

The liberal Authenticity and Modernity Party (PAM) took second place with 87 seats, with a net loss of 15 seats. The center-right Istiqlal Party won 35 seats and came third with a total of 81 seats. The ruling Justice and Development Party won only 13 seats, a net loss of 112 seats for the party. The interior minister said the turnout was 50.35 percent, up from 43 percent in the previous legislative elections in 2016.

Moroccans voted in legislative, municipal and regional races, the first elections of its kind in the country since the beginning of the coronavirus pandemic, which led to the electoral defeat of the ruling Islamist party in Morocco, reflecting citizens’ frustration with poverty and the economic situation in their country, as well as a larger shift away from Islamic politics.

These elections prompted the Moroccan people to punish the Justice and Development Party for not fulfilling its promises and for its inability to respond properly to the coronavirus pandemic that hit the country and almost destroyed its economy.

Reporters and Editors : Wilson Lalengke S.Pd M.Sc MA. PERSISMA/Red. IINews Red : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com | Jum’at, 17 September 2021.

JAKARTA | Masyarakat dunia terkejut ketika kelompok teror Taliban menguasai Afghanistan per tanggal 15 Agustus tahun ini. Setelah serangan 11 September 2001 atas beberapa gedung penting dan fasilitas vital di Amerika Serikat (AS), pasukan internasional pimpinan AS dikirim ke Afghanistan sebagai bagian dari perang global melawan teror.

Pasukan tentara multinasional itu ditempatkan di Afganistan bukan untuk menetap tinggal secara permanen di sana. Para tentara tersebut akan ditarik kembali ke markas di negara masing-masing. Namun, banyak pihak menyayangkan karena waktu dan cara penarikan para pasukan itu tidak tepat.

Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, AS telah menghabiskan USD 2.3 triliun dan mengerahkan lebih dari 130.000 tentara. Tapi faktanya, Taliban berhasil selamat dan akhirnya malah berhasil menguasai Afghanistan lagi baru-baru ini.

Beberapa pertanyaan mendasar menyeruak. Siapa yang membantu Taliban selama ini? Apa yang berbahaya dari versi baru Taliban sebagai penguasa baru di Afganistan? Apakah sudah tepat AS meninggalkan Afghanistan sekarang?

Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Afghanistan dan dampaknya terhadap Asia Selatan dan dunia, CNBC-TV18 baru-baru ini melakukan wawancara eksklusif dengan mantan penasihat keamanan nasional AS, John Robert Bolton, dalam program “The Global Eye”.

Secara tegas Bolton mengatakan bahwa Afghanistan akan kembali menjadi pusat terorisme dunia. Kelompok teror seperti Taliban, al-Qaeda dan Islamic State Khorasan (IS-K) akan bersaing ketat untuk mendominasi konstelasi terorisme internasional. Selain itu, ada bahaya besar lainnya yakni ancaman akuisisi terhadap Pakistan dan fasilitas nuklir Pakistan oleh kelompok militer radikal Taliban.

“Kebangkitan Taliban di Afghanistan menimbulkan ancaman pengambilalihan Pakistan oleh kelompok-kelompok teror. Hal ini menjadi awal bencana besar jika kelompok-kelompok teror yang berpikiran sama mengambil alih senjata nuklir Pakistan,” ujar Bolton, yang juga adalah mantan Menteri Luar Negeri AS untuk Pengendalian Senjata dan Keamanan Internasional ini.

Kebangkitan Taliban, tambah Bolton, pada akhirnya dapat menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi Pakistan daripada bagi Afghanistan. Oleh karena itu Bolton menggambarkan penarikan Amerika dari Afghanistan sebagai kesalahan besar, yang akan menciptakan kekosongan strategis di kawasan tersebut.

“China dan Rusia akan bergerak untuk mengisi kekosongan (strategis) sebagai basis peluang dominasi di kawasan Asia Selatan itu. China akan memanfaatkan pengaruhnya atas Pakistan untuk melancarkan program Belt and Road Initiative serta menguasai minyak dan gas di Teluk Persia,” katanya.

Bolton, yang merupakan kolumnis reguler di berbagai surat kabar AS, mengatakan bahwa Taliban sangat mungkin telah menjadi salah satu milisi radikal dengan perlengkapan terbaik di dunia saat ini karena memiliki akses ke sebagian besar senjata modern Amerika. Sebagaimana diketahui bahwa kepergian pasukan AS dari Afganistan, mereka meninggalkan sejumlah besar peralatan militer modern di berbagai tempat di negara tersebut. Perlengkapan militer itu saat ini secara otomatis berpindah tangan ke kelompok Taliban.

Dalam wawancara eklusif CNBC-TV18, Bolton menjelaskan dengan gamblang berbagai isu penting terkait penarikan pasukan AS dari Afganistan dan berbagai akibat dari kebijakan Presiden Joe Biden itu. Berikut adalah beberapa catatan pentingnya.

Bolton mengatakan penarikan AS dari Afghanistan adalah kesalahan besar. Berjalan menjauh dari Afghanistan setelah 20 tahun diduduki akan membuat negara tersebut kembali ke periode sebelum 9/11 (istilah bagi momentum tanggal 11 September 2001, saat terjadinya penyerangan beberapa gedung pencakar langit dan fasilitas penting AS menggunakan pesawat terbang yang dibajak oleh teroris – red). Penerima manfaat utama dari kondisi itu adalah Rusia dan China. Kedua negara ini akan menghadapi ancaman teror dengan cara mereka sendiri.

AS semestinya mencegah agar rivalnya tidak melihat penarikan pasukan dari Afganistan ini sebagai awal kemunduran AS yang lebih besar di seluruh dunia. Bolton berharap Presiden Joe Biden tidak menindaklanjuti kebijakan di Afghanistan tersebut dengan penarikan diri dari Timur Tengah. Pertemuan Kongres AS pada bulan September ini akan mengevaluasi kebijakan penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Pakistan telah mendukung Mujahidin melawan Uni Soviet pada tahun 1980-an. Inter-Services Intelligence (ISI, agen intelijen Pakistan) telah membantu menciptakan Taliban pada tahun 1990-an. Taliban mendapat perlindungan yang sangat besar di Pakistan selama ini dan kebangkitan Taliban di Afghanistan dikhawatirkan akan menimbulkan ancaman pengambilalihan Pakistan oleh kelompok-kelompok teroris.

Pakistan tentu saja telah memberikan saran strategis kepada Taliban dalam beberapa bulan terakhir. Islamabad telah melakukan upaya ekstensif untuk membuat Taliban menjadi eksekutif pemerintahan yang baik. Negara ini menjadi sumber pengaruh eksternal utama bagi Taliban. Selain itu, Taliban dan kelompok teroris yang berbasis di Pakistan mungkin mencoba untuk menguasai Pakistan dan kelompok radikal yang berpikiran sama dapat mengambil kendali atas senjata nuklir negara tersebut.

Penarikan AS dan NATO menciptakan kekosongan strategis. China dan Rusia akan bergerak mengisi kekosongan tersebut sebagai basis peluang di berbagai bidang. China akan memanfaatkan pengaruhnya atas Pakistan untuk program Belt and Road Initiative serta menguasai minyak dan gas di Teluk Persia. Kebangkitan China di kawasan akan menciptakan pengepungan strategis terhadap India di bagian utara.

Sesungguhnya ancaman terbesar bagi India bersama negara-negara sekitarnya akan datang dari China. Oleh karena itu diperlukan adanya peningkatan kerjasama yang lebih erat antara QUAD (atau secara formal disebut juga The Quadrilateral Security Dialogue, yakni kelompok 4 negara: Amerika Serikat, Australia, India, dan Jepang – red). Kelompok empat negara tersebut juga perlu mengambil langkah-langkah praktis untuk menjamin keamanan anggota-anggotanya.

Apakah Taliban telah berubah? Taliban memang telah melakukan latihan dalam mengelola hubungan masyarakat yang sangat efektif. Taliban dengan cara yang bijaksana akan menerapkan syariah dalam tatanan kehidupan masyarakatnya dan membawa negara tersebut kembali ke tahun 90-an. Berdasarkan analisis ini dapat diprediksi bahwa Taliban tidak akan berperilaku berbeda dari yang mereka lakukan di tahun 90-an.

Runtuhnya tentara Afghanistan, bagi Bolton, merupakan pencapaian besar bagi Taliban. Dengan merebut persenjataan Afghanistan, Taliban telah menjadi salah satu kekuatan militer dengan perlengkapan terbaik di dunia. AS harus mempertimbangkan dan memperhitungkan secara serius jumlah peralatan yang bisa ditinggalkan di tangan Taliban. Mereka akan menggunakan peralatan AS untuk menguasai kawasan lembah Panjshir. Kongres AS sebaiknya dapat mengajukan pertanyaan tentang status peralatan AS di Afganistan.

Bisakah helikopter AS yang dinonaktifkan dihidupkan kembali oleh musuh? Bolton mengatakan bahwa kita tidak dapat mengesampingkan bahwa Rusia, China, atau Pakistan dapat membantu Taliban untuk menghidupkan kembali peralatan AS yang rusak. Dan, yang lebih menghawatirkan lagi adalah bahwa Rusia dan China dapat menyediakan suku cadang dan merekayasa balik peralatan-peralatan militer AS yang tertinggal tersebut.

Sebagian besar cadangan mata uang Afghanistan berada di Federal Reserve di New York dan Taliban tahu pentingnya cadangan mata uangnya itu. Bagi AS, Bolton mewanti-wanti bahwa sangat bodoh jika berpikir dapat menjalin kerja sama dengan Taliban dalam melawan IS-K. AS justru harus mempertimbangkan untuk membantu oposisi di Panjshir (salah satu provinsi dari 34 provinsi di Afganistan yang selama ini berjuang melawan kelompok teroris – red) dan pihak luar. Taliban, menurut Bolton, dianggap tidak tidak dapat diandalkan untuk bekerja sama memerangi terorisme.

Terkait dengan posisi Pakistan di Kawasan Asia Selatan itu, Bolton mengatakan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat bagi AS dan sekutunya untuk memberikan tekanan nyata pada Pakistan agar mengakhiri teror di Afghanistan dan Kashmir. Terlepas dari kekhawatiran tentang cadangan nuklir Pakistan, inilah saatnya untuk bertindak melawan kelompok-kelompok teroris itu. AS sekarang harus mengambil langkah yang lebih kuat dalam menekan Pakistan. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kerja sama dengan India.

Narasumber : Dari berbagai sumber. Pewarta / Penulis : Ketum Wilson Lalengke S.Pd M.Sc MA. Editor Redaksi IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com |Saturday, August 28, 2021

Fez ,Morocco | Morocco is the target of deliberate, hostile attacks led by the enemies of the Kingdom’s territorial integrity that build their positions on ready-made, yet obsolete, premises, said Friday HM King Mohammed VI, adding that they simply do not want Morocco to remain free, strong and influential.

“Morocco is a target because it is a country steeped in history – it has existed for more than twelve centuries, not to mention the nation’s longstanding Amazing history – and it is governed by a citizen-based monarchy which has existed for more than four centuries, and which is rooted in a solid bond between the throne and the people,” the Sovereign stressed in a speech to the Nation on the occasion of the 68th anniversary of the Revolution of the King and the People.

Morocco is also a target because of the security and stability it enjoys; these are invaluable assets, especially in light of the upheavals characterizing today’s world, the Monarch said, adding that the Kingdom, like some other countries of the Arab Maghreb Union, is the target of deliberate, hostile attacks.

Regrettably, a few countries, especially European ones, which are traditional partners, fear for their economic interests, markets and spheres of influence in the Maghreb region, HM the King added, noting that some of their leaders fail to understand that the problem does not lie in the systems of Maghreb countries, but in their own.

“Therefore, they want us to become like them. And to that end, they invoke unfounded pretexts and accuse our national institutions of failing to uphold rights and freedoms in order to tarnish their reputation and try to undermine the esteem and great respect enjoyed by our country.”

“They do not want to recognize that the rules of the game have changed – that our countries are able to manage their own affairs and use their energies and resources for the benefit of their peoples,” the Monarch noted.

In fact, some reports have really crossed the line. Instead of calling for Morocco’s efforts for balanced development in the region to be supported, they made recommendations to impede Morocco’s progress, arguing that its development creates an imbalance among Maghreb countries, HM the King said.

Furthermore, they concocted a full-fledged campaign to distort the image of our security institutions and undermine their usefulness and effectiveness in preserving Morocco’s security and stability, the Sovereign added, noting that these institutions also provide support and coordinate action at the regional and international levels, as acknowledged by a number of those countries themselves.

The plots hatched by the enemies of our territorial integrity only enhance Moroccans’ faith and their resolve to continue defending their homeland and its interests, the Monarch pointed out.

Whether those parties like it or not, we shall continue on the path we have chosen for ourselves, despite the enemies’ exasperation and the envy of those who hate us, HM the King said.

Some people claim that Morocco is being attacked because it has changed its political and strategic direction, or because of the way it is handling some diplomatic issues, the Sovereign added, noting that this is simply not the case.

“Morocco has, indeed, changed, but not in the way they want it to. Morocco does not accept that its best interests be trampled on. At the same time, my country is keen to have strong, constructive and balanced relations, especially with our neighbors,” the Monarch underlined.

source person : Ketum PPWI Wilson Lalengke Spd MSC MA. Reporter: PERSISMA/Ed.Editorial Editor: Liesna Ega.

Infoindonesianews.com – Sunday ,15 August 2021.

RABAT | His Majesty King Mohammed VI has given His High Instructions to the Ministers of Interior and Foreign Affairs to express to their Algerian counterparts the readiness of the Kingdom of Morocco to help Algeria combat the forest fires that are ravaging several regions of the country, according to a statement by the Ministry of Foreign Affairs, African Cooperation and Moroccans Abroad.

On the orders of His Majesty the King, two Canadairs were mobilized to take part in this operation, upon agreement with the Algerian authorities, the same source said.

Speakers and Reporters : Wilson Lalengke S.Pd M.Sc MA. Editors : Liesna Ega. 

Infoindonesianews.com – Selasa,10 Agustus 2021.

MEDAN – Melalui PT. Alpha Gemilang Sejahtera, perusahaan eksportir asal Sumatera Utara, UMKM Sumatera Utara berhasil mengekspor produk-produknya ke negara tetangga Singapore. Acara pelepasan perdana produk-produk UMKM Sumatera Utara berbasis makanan dan minuman olahan menuju pasar Singapura dilakukan oleh Ketua Umum Asosiasi UMKM Sumatera Utara, Ujiana Boru Sianturi pada Senin (9/8/2021) di Warehouse Cargo Bandara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang.

“Ini bukti dan komitmen kami dari Asosiasi UMKM Sumut bahwa di kondisi pandemi akibat Covid-19 yang masih melanda negeri, kami berbuat, berkontribusi dan terus mendukung UMKM Sumatera Utara untuk semakin maju dan bangkit dengan melakukan ekspor ke Singapura, artinya tak ada alasan karena pandemi Covid-19,” jelas Ujiana Sianturi yang akrab disapa Anna Sianturi.

Diungkapkan Anna bahwa ada penurunan omzet sebanyak 60% selama pandemi dan ini dialami para pelaku UMKM Sumatera Utara. “Namun, sebagaimana diketahui para pelaku UMKM adalah para pahlawan ekonomi nasional bahkan dalam kondisi kritis saat ini. Ada sekitar 60 jenis produk yang lulus seleksi dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara untuk dikirimkan kepada importir di Singapura.” sambung Anna yang juga salah seorang pengurus di DPP Perkumpulan Pengusaha Hotel dan Restoran (PPHRI).

Acara pelepasan produk ekspor UMKM ini dihadiri juga oleh Kepala Bidang Kepabeaan dan Cukai Kanwil DJBC Sumatera Utara, Iwan Riswanto, dan Kepala Bea Cukai Kuala Namu, Elvi Haris, bersama sejumlah pejabat eselon III kantor wilayah DJBC Sumatera Utara. Kegiatan pelepasan ekspor yang dipusatkan di gedung pengiriman cargo milik PT. Garuda Indonesia, Tbk, di kawasan Bandara Internasional Kuala Namu, ini berjalan lancar meski sederhana dan di tengah cuaca hujan.

“Bea Cukai sangat mengapresiasi dan mendukung upaya ekspor produk UMKM ke luar negeri yang dilakukan Asosiasi UMKM Sumut di situasi pandemi ini, dengan memberikan dorongan dan merealisasikan upaya yang telah dilakukan melalui kemudahan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku, bea cukai sendiri juga memiliki binaan UMKM dan kegiatan bimtek sehingga bisa disinergikan juga,” ungkap Iwan Riswanto.

Sementara itu perihal perizinan diperjelas kembali Elvi Haris bahwa akan menjadi masukan kepada bea cukai karena kemudahan perizinan itu memang diperlukan dari hulu sampai hilir. “Kalau dari bea dan cukai sebagai pemegang kewenangan soal ekspor akan terus mendukung UMKM tidak hanya dari hilir tapi dari hulu juga sebagaimana negara mengharapkan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, bea cukai harus mendukung semua kegiatan UMKM,” jelas Haris.

Adapun jenis produk olahan makanan dan minuman yang diekspor ke Singapura sebanyak 60 jenis, diantaranya berupa kopi bubuk, keripik singkong, keripik kentang, keripik pisang, sambal teri andaliman, tauco, bubuk teh kelor, sirup jeruk kasturi, sirup rosella, bandrek jahe, granule kunyit, bawang merah goreng, bawang putih goreng, dan lainnya yang semuanya telah lulus perizinan untuk Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Acara pelepasan produk UMKM berbasis makanan dan minuman olahan ke Singapura dipersaksikan langsung General Manager Garuda Indonesia Tbk, Cabang Medan, Geraldi Petro, yang sangat mengapresiasi upaya Asosiasi UMKM Sumut dan berterima kasih karena memilih Garuda Indonesia, Tbk, untuk pengiriman produk sampai ke Singapura. Selain itu juga dipersaksikan Ketua Koperasi Sinergy Maju Makmur, Sarrani Devi; perwakilan dari Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Nelson Lumban Toruan; MASATA DPD Sumut, Yan Djuna; Dinas Pariwisata dan Budaya Serdang Bedagai, Nurintan Siregar; serta Kadin Sumatera Utara dan insan-insan pelaku UMKM Sumatera Utara.

Pelepasan ekspor perdana produk makanan dan minuman olahan UMKM ke Singapura juga mendapat dukungan dari Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, yang seharusnya juga menghadiri acara dan berjalan dengan semua yang hadir mengikuti protokoler kesehatan. Kegiatan ekspor oleh PT. Alpha Gemilang Sejahtera ini akan terus berlanjut secara berkala dan tetap melalui Asosiasi UMKM Sumut dengan kemungkinan produk-produk lainnya, termasuk kerajinan, dan tujuan ke negara-negara yang berbeda. (NM/Red)

Narasumber : Kontak person UMKM Sumut: Yan Djuna, Kepala Biro UMKM dan Pariwisata DPD PPWI Sumatera Utara, Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran DPP Perkumpulan Pengusaha dan Restoran Indonesia (PPHRI).

Pewarta :Ketum PPWI Wilson Lalengke S.Pd M.Sc MA. Editor Red IINews :Liesna Ega.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.