Infoindonesianews.com | Kamis, 16 September 2021.

SUMATERA UTARA | Kapolda Sumut pimpin Press Release pengungkapan tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Toko Mas Aulia Chan dan Masrul F. Rabu (15/09/21) bertempat di Lapangan KS Tubun Polda Sumut.

Dalam konferensi perss ini Kapolda Sumut turut di dampingi Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hassanudin, S.I.P., M.M., Wakapolda Sumut, Brigjen Pol. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., Walikota Medan, Irwasda Polda Sumut, Kombes Pol Drs. Armia Fahmi, M.H, PJU Polda Sumut dan Para awak Media.

Kapolda Sumut menyampaikan di depan awak media Pelaku yg berhasil di ungkap padi hari ini berjumlah 5 orang dan salah satunya adalah otak pelaku dari pencurian emas.

“Sebelum melaksanakan aksinya para pelaku sudah merencanakannya dengan baik seperti melakukan pengecekan lokasi target dan membalut tangan dengan Hansaplast,” jelas Kapoldasu.

Irjen Panca menyampaikan setelah mendapat laporan adanya kejadian perampokan Polda Sumut langsung membentuk tim untuk mengungkap kejadian ini agar tidak terlalu banyak berita – berita hoax yang beredar dan Polda Sumut bekerjasama dengan Pemko Kota Medan dengan mengecek CCTV milik Pemko Kota Medan.

Berkat kerjasama dari Tim Gabungan Polda Sumut berhasil menemukan identitas dari para pelaku yaitu HT (38) yg merupakan Otak Pelaku Pencurian Emas yg terpaksa di lakukan tindakan tegas dan terukur akibat melawan petugas saat pra rekonstruksi.
Kemudian PS (32) , FA ( 22), P (24) dan DR (64).

“Dari ke 5 tersangka Polisi Berhasil mengamankan barang bukti yg di sembunyikan di belakang rumah orang tua dari Sdr. H dan tidak berkurang sedikit pun dikarenakan emas belum sempat dijual dengan jumlah barang bukti sebanyak 6,8 Kg dan semuanya masih dalam utuh.” jelas Kapoldasu.

Adapun Barang bukti yg di sita dari para pelaku yaitu 1 (satu) pucuk senpi laras panjang, 1 (satu) buah magazine, 1 (satu) pucuk senpi laras pendek jenis pistol, 1 (satu) pucuk senpi laras pendek Revolver, 117 (seratus tujuh belas) butir peluru ukuran 9 MM, 69 (enam puluh sembilan) butir peluru ukuran 7,62 MM, 11 (sebelas) butir Rev ukuran 3,8 MM, 1 (satu) unit Sepeda Motor merk Honda Beat putih les biru, 2 (dua) buah tas merk Polo dan Dunlop Sport, 1 (satu) potong celana panjang berwarna cream, 1 (satu) buah tutup kenalpot Honda Scoopy, 7 (tujuh) buah hansaplast, 1 (satu) potong jelana panjang jeans berwarna biru dan Uang sebesar Rp. 22.000 (dua puluh dua ribu) hasil dari pencurian.

Kepada para pelaku di jerat dengan Pasal 365 Ayat (2) KE 4e, 2e KUHP, Dengan ancaman hukuman dua belas tahun penjara. Orang nomor satu di Polda Sumut ini mengatakan Polda Sumut akan terus melakukan penyelidikan ini dan melakukan pengembangan dikarenakan 1 (satu) unit sepeda motor sudah sempat terjual dan akan mencari penadahnya dan darimana senjata api tersebut di dapat.

Kapolda Sumut juga menambahkan bahwa Polda Sumut sepakat dengan Walikota agar para pelaku usaha harus memasang CCTV di tempat – tempat usahanya, hal ini guna meminimalisir aksi kejahatan serta membantu Kepolisian mengungkap para pelaku kejahatan.

Dalam akhir konferensi perss ini Kapolda Sumut menekankan bahwa Ia dan Pangdam I/BB akan melakukan tindakan keras kepada pelaku kejahatan yang coba – coba melakukan aksinya di Sumatera Utara.

Dan menyampaikan agar kepada para korban pelaku usaha lainnya agar kedepan lebih berhati – hati lagi dan lebih safety dalam menjalankan usahanya.

Narasumber Pewarta : Darma Projustitia. Editor Redaksi IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com | Senin, 13 September 2021.

JAKARTA | 2 (dua) orang pemuda ditambora Jakarta Barat berinisial AT als ajat (32) warga jalan jamblang I rt 12/03 duri Selatan Tambora Jakarta Barat dan HA als AA (28) warga jalan pelita III rt 05/04 Jatipulo Palmerah Jakarta Barat harus berurusan dengan polisi setelah nekat membawa kabur motor di jalan gg gerindo V Rt 08/04 duri Selatan Tambora Jakarta Barat pada jumat, 10/9/2021.

Atas kejadian tersebut korban Hery lesmana kehilangan 1 unit kendaraan jenis Honda Beat

Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moh Faruk Rozi mengatakan pihaknya telah mengamankan 2 orang pemuda berinisial AT als ajat (32) dan HA als AA (28) telah bermufakat jahat mengambil motor yang bukan miliknya

” Kedua pemuda ini diamankan polisi setelah nekat membawa kabur motor dengan cara masuk kerumah korban melalui jendela lalu mengambil kunci motor korban ” ujar Kapolsek Tambora Kompol Moh Faruk Rozi saat dikonfirmasi senin, 13/9/2021.

Faruk menjelaskan kejadian tersebut bermula pada hari Kamis tanggal 09 September 2021 sekira jam 23.30 wib kedua pelaku AT als ajat (32) dan HA als AA (28) ketemuan di sekitar Jamblang I Jakarta Barat sambil membeli kopi dan ngobrol, beberapa saat kemudian sdr.AT als ajat (32) mengajak HA als AA (28) untuk bersama menemani membeli bensin motor di sekitar wilayah Gajah Mada Jakarta Barat

Setelah membeli bensin kemudian pulang kembali menuju tempat nongkrong semula

Beberapa saat karena disekitar lokasi terlihat hari sudah dini hari dan gelap serta keadaan sepi tepatnya pada hari jumat 10 September 2021 sekira jam 03.00 wib

” timbul niat pelaku AT als ajat (32) untuk melakukan kejahatan dengan cara memberanikan diri masuk ke gang dan masuk ke dalam rumah Hery lesmana (Korban) melalui jendela depan yang dalam posisi terbuka ” kata Faruk

saat pelaku AT als ajat (32) berhasil masuk ke dalam rumah korban, pelaku melihat adanya kunci kontak sepeda motor yang berada diatas kulkas kemudian pelaku ambil dan curi hingga beberapa saat pelaku bergegas keluar melalui jendela rumah

Lanjut Faruk menjelaskan setelah pelaku AT als ajat (32) berhasil mengambil kunci motor lalu menemui temannya HA als AA (28) lalu memberitahukan bahwa pelaku telah berhasil mengambil kunci sepeda motor korban

Kemudian pelaku bergegas kembali ke lokasi parkir sepeda motor korban di sekitar gang dekat lokasi rumah korban.

Kemudian pelaku AT als ajat (32) berusaha mendorong dan membawa hasil kejahatan sepeda motor menemui temannya HA als AA (28) kembali di warung kopi semula.

Setibanya di warung kopi lalu pelaku AT als ajat (32) menyuruh HA als AA (28) untuk membawa sepeda motor miliknya sedangkan pelaku AT als ajat (32) membawa sepeda motor hasil curian menuju daerah sekitar wilayah Angke yang rencana akan dijual atau gadai kepada seorang yang dikenal dan kemudian terjual gadai sebesar Rp.500.000 (Lima ratus ribu rupiah).

Faruk menambahkan Untuk hasil penjualan sepeda motor kemudian dibagi bersama, dimana AT als ajat (32) sendiri mendapatkan uang hasil penjualan sebesar Rp.50.000 (Lima puluh ribu rupiah) dan HA als AA (28) diberikan uang sebesar Rp.100.000 (Seratus ribu rupiah) dari AT als ajat (32)

Atas kejadian tersebut kemudian korban melaporkan nya ke Polsek Tambora, berangkat dari adanya laporan tersebut kemudian tim opsnal bergerak ke lokasi dan mengumpulkan bukti dan keterangan saksi

” Dilokasi kejadian kami menemukan informasi ada orang yang melihat kejadian tersebut dan mengenali salah satu pelaku yang mendorong motor milik korban ” ujarnya

Kemudian tim berhasil mengamankan AT als ajat (32) yang berprofesi sebagai pedagang yang tidak jauh dari lokasi kejadian dan mengamankan pelaku lainnya HA als AA (28)

” di hadapan penyidik pelaku mengakui atas perbuatannya ” ucap faruk

Guna mempertanggung jawabkan atas perbuatan nya pelaku dikenakan pasal 363 Kuhpidana

Narasumber : Humas Polres Metro Jakarta Barat . Pewarta : Ashari Humas Polres Metro Jkt Brt . Editor Redaksi IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com | Rabu, 8 September 2021.

TANGERANG | Sebuah kecelakaan lalulintas yang menyebabkan korban meninggal dunia di tempat, terjadi pada Jumat, 27 Agustus 2021, sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan MH. Thamrin, Kebon Nanas, Tangerang Kota atau tepatnya di depan Trans Mart. Korban tabrak lari adalah wanita bernama Zakiyah Bustami, warga Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kebon Nanas, Tangerang Kota.

Terkait dengan musibah ini suami almarhumah, Suryadi, meminta kepada Polresta Tangerang untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku tabrak lari.

“Saya sangat berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas dan menangkap pelaku tabrak lari istri saya yang langsung meninggal di tempat,” ujarnya dengan nada sedih, Rabu (8/9/2021).

Suryadi menuturkan, belum lama ini dia coba konfirmasi ke pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut, dan hasilnya masih dalam tahap penyelidikan.

“Ya, menurut polisi masih dalam tahap penyelidikan. Semoga saja kedepannya ada titik terang,” harapnya.

Hal sama disampaikan Husni B Aziz yang merupakan kakak kandung korban berharap dalam kasus lakalantas tabrak lari tersebut pihak polisi terus akan terus mengusut tuntas hingga pelaku dapat tertangkap.

“Belum lama ini saya didampingi rekan, Pak Bohar, mendatangi Polresta Tangerang guna mempertanyakan perkembangan penyelidikan terhadap kasus tabrak lari tersebut. Hasilnya adalah kami diberikan jawaban secara tertulis dengan isi disuruh menunggu 3 hari setelah surat ini dikeluarkan karena kasus masih dalam tahap penyelidikan terhitung mulai tanggal 1 September 2021,” terang Husni yang sehari-hari berprofesi sebagai pewarta PPWI.

Korban pada waktu itu sedang naik ojek pangkalan. Saat di depan Trans Mart, ojek belok ke kanan dan tanpa disangka sebuah Dum Truk melaju dengan kecepatan tinggi langsung menabrak belakang motor sehingga korban terjatuh dan terperosok ke dalam kolong mobil truk tersebut.

Korban dalam seketika meninggal dunia di tempat dengan kondisi yang sangat memilukan. Dari keterangan beberapa saksi mata di tempat, Dum Truk tersebut sempat dikejar oleh seorang tukang ojek, namun Dum Truk tersebut terus melarikan diri dengan kecepatan tinggi hingga masuk ke dalam tol dan kehilangan jejak.

Narasumber : Ketum PPWI Wilson Lalengke S.Pd M.Sc MA. Pewarta : DEDY/Red. Editor Redaksi IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com | Senin, 6 September 2021.

BANDA ACEH | Naikkan berita penangkapan di salahsatu warkop di Banda Aceh yang diduga pesta miras, tepatnya di kawasan sungai Krueng Cut, Redaksi AR dapat Ancaman dari oknum, Senin (6/9).

Dalam panggilan seluler, oknum meminta agar berita itu dihapus, jika tidak maka akan bermasalah dengan hukum, Sebutnya.

Aduen Al selaku redaksi AdvokasiRakyat.id menjawab dengan tegas tidak akan menghapus berita yang sudah tayang, karena tidak ada dalam aturan begitu, Jawab Aduen Al.

“Kenapa harus dihapus dimana yang salah, kamu dari instansi mana, kenapa main ancam segala. Kami siap bertanggungjawab apa yang sudah kami wartakan”, Tanya Aduen kembali.

Oknum tersebut menjawab, sekali lagi saya minta dihapus, Camkan itu. Sebutnya lalu mematikan panggilan.

Setelah beberapa menit kemudian, Aduen Al mencoba menghubungi nomor yang menelpon tersebut sudah tidak aktif lagi. Pesanpun tidak ada nada terima.

Untuk diketahui, Aduen Al melalui kontributor media AdvokasiRakyat.id pagi tadi menayangkan berita tetang penangkapan sejumlah Pemuda di kawasan rukoh Banda Aceh dengan judul berita : Diduga Pesta MIRAS, 11 Pelaku Diamankan Aparat Kepolisian. (*)

Narasumber Dilansir : AdvokasiRakyat.id . Pewarta : Frazi Centre. Editor Redaksi IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com | Sabtu, 4 September 2021.

JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi menyampaikan informasi terkait perkembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan sesuatu oleh Penyelenggara Negara atau yang mewakilinya terkait seleksi jabatan dilingkungan pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan 22 orang tersangka dalam perkara ini, adalah sebagai pemberi ASN Pemerintah Kabupaten Probolinggo, 1. SO, 2. AW, 3. MW, 4. MU, 5. MI, 6. MB , 7. MH, 8. AW, 9. KO, 10. AS, 11. JL, 12. UR, 13. NH, 14. NUH, 15. HS, 16. SR, 17. SO dan 18. SD

Serta 4 Orang sebagai Penerima ; 1. HA, 2. PTS, 3. DK serta 4. MR. Adapun, kepada para Tersangka tersebut disangkakan, ungkap ketua KPK H. Firli Bahuri kepada awak media, Sabtu 04/09

Adapun, sebagai Pemberi ; SO dkk disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Dan sebagai Penerima ; HA, PTS, DK dan MR disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Maka untuk kepentingan proses penyidikan, Tim Penyidik melakukan upaya paksa penahanan untuk 20 hari pertama terhitung sejak 4 September 2021 s/d 23 September 2021.dengan tempat penahanan sebagai berikut ;

Ditahan di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur ; AW, MW, MU, MB, MH, AW, KO, AS, JL, UR dan NH

Selanjutnya, ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur ; NUH dan HS. Ditahan di Rutan Salemba SO. Ditahan di Rutan Polres Jakarta Barat SR. Ditahan di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih SD. Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. MI.

Adapun, dalam konstruksi perkara, diduga telah terjadi akan dilaksanakannya pemilihan Kepala Desa serentak tahap II di wilayah Kabupaten Probolinggo yang awalnya diagendakan pada 27 Desember 2021 dilakukan pengunduran jadwal pemilihan sehingga terhitung 9 September 2021 terdapat 252 Kepala Desa dari 24 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang selesai menjabat. Terang Ketua KPK.

Maka untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Desa tersebut maka akan diisi oleh Penjabat Kepala Desa yang berasal dari para ASN di Pemkab Probolinggo dan pengusulannya dilakukan melalui Camat.

Selain itu ada persyaratan khusus dimana usulan nama para Pejabat Kepala Desa harus mendapatkan persetujuan HA dalam bentuk paraf pada nota dinas pengusulan nama sebagai representasi dari PTS dan para calon Pejabat Kepala Desa juga diwajibkan memberikan dan menyetorkan sejumlah uang.

Adapun tarif untuk menjadi Pejabat Kepala Desa sebesar Rp20 juta, ditambah dalam bentuk upeti penyewaan tanah kas desa dengan tarif Rp 5juta/hektar. Ungkap Firli.

Selanjutnya, mengetahui adanya kekosongan jabatan ini, SO dkk kemudian mengajukan proposal usulan nama-nama untuk mengisi posisi jabatan Pejabat Kepala Desa dimaksud dan juga bersedia menyerahkan sejumlah uang dengan masing-masing di tentukan nilainya sebesar Rp20 juta.

Diduga ada perintah dari HA memanggil para Camat untuk membawa para Kepala Desa terpilih dan Kepala Desa yang akan purnatugas.

HA juga meminta agar Kepala Desa tidak datang menemui HA secara perseorangan akan tetapi dikoordinir melalui Camat.

Pada Jumat, 27 Agustus 2021, 12 Pejabat Kepala Desa menghadiri pertemuan disalah satu tempat di wilayah Kecamatan Krejengan, Probolinggo dimana diduga dalam pertemuan tersebut telah ada kesepakatan untuk memberikan sejumlah uang kepada PTS melalui HA dengan perantaraan DK.

Pertemuan tersebut diantaranya dihadiri oleh AW, MW, MI, MB, MR, AW serta KO, dan dari yang hadir ini telah disepakati untuk masing-masing menyiapkan uang sejumlah Rp20 juta sehingga terkumpul sejumlah Rp240 juta.

Bahwa untuk mendapatkan jabatan selaku Pejabat Kepala Desa diwilayah Kecamatan Paiton, MR telah pula mengumpulkan sejumlah uang dari para ASN hingga berjumlah Rp112,500 juta untuk diserahkan kepada PTS melalui HA.

KPK menyesalkan terjadinya jual beli jabatan di tingkat desa yang dilakukan secara massal seperti ini. Pejabat yang menyuap untuk mendapatkan jabatan pasti tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh Integritas dan fokus bekerja melayani rakyatnya.

Namun, memikirkan bagaimana mengembalikan modal suap yang telah dikeluarkan untuk memperoleh jabatan tersebut.

“Hal ini sangat mencederai keinginan masyarakat untuk memiliki kepala desa yang amanah dan mengedepankan prinsip tata pemerintahan yang baik dan bersih,” pungkas Ketua KPK.

Narasumber Pewarta : Yakub. F. Ismail. SE., MM. Editor Red IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com | Sabtu, 4 September 2021.

JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyampaikan informasi terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2017-2018.

Hal tersebut disampaikan ketua KPK H. Firli Bahuri kepada awak media, bahwa setelah dilakukan pengumpulan berbagai informasi dan data yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup. Ujarnya Jumat 03/09.

Bahwa KPK telah melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ini ke Penyidikan pada bulan Mei 2021,

KPK juga telah menetapkan Tersangka BS Bupati Kabupaten Banjarnegara periode 2017-2022 serta KA Swasta, ungkap Firli.

Maka atas perbuatannya, BS dan KA disangkakan melanggar pasal sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana Pasal 12 huruf (i) “Pegawai negeri atau penyelenggara negara baik langsung maupun tidak langsung dengan sengaja turut serta dalam pemborongan, pengadaan, atau persewaan, yang pada saat dilakukan perbuatan, untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya”.

Note ; Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Selanjutnya, Pasal 12B (1) Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • a. yang nilainya Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) atau lebih, pembuktian bahwa gratifikasi tersebut bukan merupakan suap dilakukan oleh penerima gratifikasi;
  • b. yang nilainya kurang dari Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah), pembuktian bahwa gratifikasi tersebut suap dilakukan oleh Penuntut Umum..

(2) Pidana bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Serta disangkakan pula sebagaimana Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Untuk kepentingan penyidikan, Tim Penyidik melakukan upaya paksa penahanan para Tersangka untuk 20 hari ke depan terhitung sejak tanggal 3 September 2021 s/d 22 September 2021

BS di tahan di Rutan KPK pada Kavling C1, sedangkan KA ditahan di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur. Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Covid-19 dilingkungan Rutan KPK, para Tersangka akan dilakukan isolasi mandiri pada Rutan masing-masing.

Adapun dalam konstruksi perkara, diduga telah terjadi pada tahun 201, BS dilantik menjadi Bupati Kabupaten Banjarnegara untuk periode 20172022.

Dibulan September 2017, BS memerintahkan KA yang adalah orang kepercayaan dan juga pernah menjadi Ketua Tim Sukses dari BS saat mengikuti pemilihan kepala daerah untuk memimpin rapat koordinasi yang dihadiri oleh para perwakilan asosiasi jasa konstruksi di Kabupaten Banjarnegara yang bertempat di salah satu rumah makan.

Dalam pertemuan tersebut, sebagaimana perintah dan arahan BS, KA menyampaikan bahwa paket proyek pekerjaan akan dilonggarkan dengan menaikkan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) senilai 20% dari nilai proyek dan untuk perusahaan-perusahaan yang ingin mendapatkan paket proyek dimaksud diwajibkan memberikan komitmen fee sebesar 10% dari nilai proyek.

Pertemuan selanjutnya kembali dilaksanakan dirumah kediaman pribadi BS yang dihadiri oleh beberapa perwakilan asosiasi Gapensi Banjarnegara dan secara langsung BS menyampaikan, diantaranya menaikkan HPS senilai 20% dari harga saat itu.

Dengan pembagian lanjutan, senilai 10% untuk BS sebagai komitmen fee dan 10% sebagai keuntungan rekanan. Terangnya.

BS juga berperan aktif dengan ikut langsung dalam pelaksanaan pelelangan pekerjaan infrastruktur, diantaranya membagi paket pekerjaan di Dinas PUPR, mengikutsertakan perusahaan milik keluarganya, dan mengatur pemenang lelang.

KA juga selalu dipantau serta diarahkan oleh BS saat melakukan pengaturan pembagian paket pekerjaan yang nantinya akan dikerjakan oleh perusahaan milik BS yang tergabung dalam grup BM .

Adapun, penerimaan komitmen fee senilai 10% oleh BS dilakukan secara langsung maupun melalui perantaraan KA.

Diduga BS telah menerima komitmen fee atas berbagai pekerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara, sekitar sejumlah Rp2,1 Miliar. Ungkap Ketua KPK

Pengadaan infrastruktur sangat penting untuk menunjang perekonomian nasional. Sudah sepatutnya pengadaan ini dilakukan dengan penuh integritas dan sesuai aturan yang berlaku.

Agar infrastruktur yang dibangun terjamin kualitas dan kuantitasnya demi memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

KPK tak bosan mengingatkan kepada para Penyelenggara Negara untuk tetap amanah terhadap janji jabatan dalam melayani rakyat.

Bukan justru memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya diri dengan melakukan korupsi. KPK juga mengingatkan kepada para pihak swasta, agar selalu melaksanakan prinsip binis secara bersih dan jujur, tutup Ketua KPK H. Firli Bahuri.

Narasumber Pewarta : Yakub F Ismail SE., MM. Editor Red IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com | Sabtu, 4 September 2021.

JAKARTA | Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri melaksanakan gelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus penggerebekan pabrik sabu di kawasan perumahan mewah di Taman Cendana Golf, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (3/9) siang.

rumah mewah dua lantai bergaya modern yang telah disulap jadi pabrik sabu telah dipasang garis polisi atau police line di bagian depannya.

Sejumlah petugas berjaga-jaga di lokasi rumah.

pelaku yang diketahui merupakan warga negara Iran dibawa ke dalam kediaman untuk menjalani olah TKP.

‘”Kami menghadirkan Puslabfor Mabes Polri untuk melakukan pengecekan terkait mekanisme pembuatan sabu tersebut dan bahan-bahan kimia yang digunakan dan semua yang terkait pembuatan sabu. Kami ingin melihat bagaimana proses bahan dasar yang jadi,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo di lokasi, Jumat (3/9).

Ady menjelaskan dalam penggrebekan pabrik sabu ini pihaknya mengamankan 2 orang tersangka yang merupakan WNA

” Tersangka merupakan WNA dari Iran, untuk itu pihaknya akan berkordinasi dengan imigrasi terkait perlintasan yang dilakukan oleh pelaku ” kata ady

Kami belum bisa menjelaskan lebih detail kami akan berkoordinasi terlebih dahulu

Penggerebekan tersebut merupakan hasil pengembangan dari penangkapan kasus narkotika sebelumnya di wilayah Kalideres, Jakbar.

“Ya benar kami baru saja berhasil mengamankan laboratorium narkoba di salah satu perumahan mewah,” kata Ady di Jakarta, Kamis (2/9).

Penggerebekan pabrik sabu tersebut juga dibenarkan Kasat Narkoba Polrestro Jakbar, Kompol Danang Setiyo.

Menurut dia, petugas menangkap dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Dua tersangka berhasil kami tangkap,” kata Danang.

Narasumber : Humas Polres Metro Jkt Brt. Pewarta : Ashari Humas Polres Metro Jakarta Barat. Editor Red IINews : Liesna Ega .

Infoindonesianews.com | Selasa, 01 September 2021.

Kota Bandung, Jabar | Pada hari  ini masyarakat Kota Bandung, Jawa Barat dihebohkan dengan beredarnya video viral yang memperlihatkan seorang pria berseragam petugas SPBU sedang dihajar massa hingga babak belur. Selasa,(01/09/2021).

Menurut laporan yang beredar, oknum petugas SPBU tersebut sebelumnya dituduh telah melakukan pelecehan verbal terhadap Suku Sunda.

Dalam video yang direkam pada Selasa, 31 Agustus 2021 tersebut, terlihat sekelompok massa yang diduga berasal dari salah satu ormas sedang berkerumun di SPBU Cipadung kawasan Cibiru, Bandung.

Berdasarkan narasi yang beredar, maksud kedatangan ormas tersebut diduga untuk mencari salah seorang petugas SPBU yang sebelumnya diduga terlibat cekcok dengan pedagang yang berjualan di kawasan tersebut.

Pada sebuah video yang sempat viral pada Senin, 30 Agustus 2021 lalu, petugas SPBU tersebut disebut mengusir pedagang yang telah belasan tahun berjualan di sana dengan cara yang arogan.

Selain berbicara kasar pada pedagang yang usianya jauh lebih tua daripada dirinya, petugas SPBU tersebut juga diduga mengajak pedagang tersebut berkelahi.

Tak hanya itu, dirinya juga diduga telah melontarkan sebuah kalimat yang dianggap melecehkan Suku Sunda.

Hal itu diduga menjadi alasan kelompok ormas tersebut untuk mencarinya.

Narasumber Pewarta : Dilansir dari : NKRIPOST/Pikiran rakyat. Editor Redaksi Iinews : Ega.

Infoindonesianews.com | Selasa, 31 Agustus 2021.

JAKARTA | Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengamankan pelaku terkait kasus penipuan dan penggelapan dengan modus pencatut nama Presiden Jokowi

Dari penangkapan tersebut polisi berhasil mengamankan pelaku berinisial AH didaerah Palembang sumatera selatan berikut dokumen dokumen dan stempel palsu dari lembaga tinggi negara

Dalam kasus ini seorang public figure Fahri Azmi pemeran ganteng ganteng serigala menjadi korban penipuan dengan total kerugian 75 juta rupiah

” Kasus ini murni penipuan dan penggelapan, Ada upaya dari pelaku AH yang berhasil mencitrakan diri menjadi seseorang yang penting dia mengaku dia salah satu orang kepercayaan atau utusan presiden ” ujar Kombes pol Ady Wibowo saat press conference di polres metro jakarta barat, selasa, 31/8/2021.

Pelaku berinisial AH berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat di bawah pimpinan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono bersama kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat Akp Avrilendy dan Kasubnit Jatanras Ipda M Rizky Ali Akbar beserta tim di daerah Palembang sumatera selatan

Ady menjelaskan pelaku telah membekali Itu semua dengan dilengkapi dokumen dokumen penting sehingga menyakini korban dimana dokumen tersebut dia peroleh dengan dibuat sendiri oleh pelaku

” Ada beberapa dokumen, seperti dari mensetneg ini copyan ada tanda tangan dari bapak mensetneg, ini semua diakui oleh pelaku adalah merupakan buatan sendiri (palsu) ” kata ady

Sudah kita klarifikasi secara informal dan sudah kita kirimkan secara formal untuk keasliannya daripada dokumen Yang kami temukan di pelaku

Pelaku juga melengkapi dokumen sebagai seorang utusan khusus presiden republik Indonesia Sustainable Development Goals United Nations Atau tim pembangunan berkelanjutan dan ini diakui yang bersangkutan dibuat sendiri oleh pelaku

Pelaku juga membuat sendiri berbagai cap dari berbagai lembaga seperti mensetneg untuk menyakini korban

Tak hanya itu saja pelaku juga mengaku sebagai mantan calon menteri kesehatan setelah bapak Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad ucap ady

Lebih lanjut, Ady menjelaskan, perkenalan korban dilakukan saat AH bertemu dengan korban Fahri Azmi di sebuah pesta ulang tahun rekan Fahri Azmi Saat itu kepada rekan Fahri Azmi, tersangka mengaku sebagai dokter spesialis hingga calon Menkes. 

Kemudian dari perkenalan itu, mereka berlanjut komunikasi. Pelaku dan korban sempat bertemu di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Tersangka kemudian menyampaikan bahwa adiknya terkena kasus narkoba. Ia butuh uang sebesar Rp450 juta. Lantas korban percaya dan menransfer korban Rp200 Juta. “Ditambah sendiri Rp150 juta jadi kurang Rp50 juta,” tuturnya.

Saat itu pelaku sempat berjanji kepada korban untuk dibayar. Namun, uang korban raib tak kembali. Kemudian korban meminta pertolongan polisi dengan membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Barat.

Setelah mendapat laporan, pada Sabtu (21/8) polisi berhasil mengidentifikasi keberadaan AH yang berada di Palembang, Sumatera Selatan. Ia kemudian diringkus di kediamannya. 

Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita beberapa dokumen, stempel, buku tabungan dan alat pencetak dokumen yang digunakan tersangka untuk melancarkan modusnya.

Buat Jalan-jalan

Saat dilakukan pemeriksaan, AH mengakui bahwa dirinya bukanlah seorang dokter profesional. Ia hanya mengaku sempat kuliah di Fakultas Kedokteran, namun tak rampung-rampung.

Kepada Polisi, AH mengatakan uang yang ia dapat dari hasil penipuannya itu untuk traveling ke luar kota. “Buat jalan-jalan keluar kota,” tutur AH.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan dengan Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan atau penggelapan, dengan ancaman hukuman pidana penjara empat tahun.

Narasumber : Humas Polres Metro Jakarta Barat . Pewarta : Ashari Humas Polres Metro Jakarta Barat. Editor Red IINews : Sekum Liesna Ega.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.