Infoindonesianews.com – Jum’at , 25 Juni 2021.

JAKARTA – Pembunuhan wartawan Simalungun, Mara Salem Harahap, oleh sekelompok orang merupakan salah satu bentuk tindakan terorisme terhadap kemerdekaan pers di tanah air. Bagaimana tidak? Penyerangan dengan senjata api yang telah menewaskan pimpinan redaksi media online Lassernewstoday.Com itu telah menimbulkan tidak hanya ketakutan di kalangan pekerja media massa, namun juga meruntuhkan kepercayaan para kuli digital terhadap perlindungan hukum atas mereka. Untuk mengembalikan rasa percaya diri para wartawan, para pembunuh itu harus diperlakukan seperti teroris dan mesti dihukum seberat-beratnya.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, kepada berbagai media sebagai responnya atas keberhasilan aparat Polri dan TNI mengungkap dan menangkap para terduga pelaku pembunuhan wartawan yang akrab dipanggil Marshal ini [1]. Atas keberhasilan pengungkapan kasus itu, Ketum PPWI menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada aparat dan semua pihak yang telah bekerja keras dan berhasil menangkap para pelaku.

“Pembunuhan wartawan sering terjadi selama ini. Beberapa tidak terdeteksi dengan jelas karena berbagai faktor. Misalnya kematian wartawan Muhammad Yusuf beberapa tahun lalu di Lapas Kota Baru, Kalimantan Selatan [2]. Sudah jelas dia sakit, tetap dipaksakan ditahan dan tidak diberikan izin berobat ke dokter. Secara tidak langsung itu sebuah upaya pembunuhan wartawan. Nah, kasus kali ini sangat jelas sebagai tindak pidana pembunuhan wartawan, karena ditembak mati langsung oleh para pihak yang terganggu atas pemberitaan. Itu adalah teror terhadap kemerdekaan pers, yang merupakan nafas hidup bagi kalangan media,” ungkap Wilson Lalengke yang merupakan alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini, Kamis, 24 Juni 2021.

Disebut sebagai tindakan terorisme, lanjut Lalengke, karena melalui pembunuhan Marshal, para pembunuh yang diduga merupakan elit politik, pebisnis, dan anggota TNI ini, bermaksud memberi pesan agar para jurnalis tidak mencoba mengutak-atik perilaku dan kegiatan illegal yang mereka jalankan. “Melalui pembunuhan yang sudah direncanakan itu, menggunakan senjata api yang dapat saja diduga merupakan senjata organik militer, para pembunuh ingin menebarkan pesan dan rasa takut ke masyarakat, khususnya kalangan media massa, agar ‘hati-hati kamu, berani macam-macam, saya dor!’ yang dampaknya menusuk langsung kepada eksistensi kemerdekaan pers,” imbuh tokoh pers nasional yang terkenal gigih membela para wartawan yang terzolimi selama ini.

Oleh karena itu, kata Lalengke lagi, pihaknya berharap agar ‘para teroris’ itu diusut tuntas terkait motivasi mereka melakukan pembunuhan. Jika terbukti mereka melakukan penyerangan terhadap wartawan Marshal karena pemberitaan tentang bisnis obat terlarang dan berbagai tindak kriminal lainnya yang mereka lakukan, maka kasus ini layak dianggap sebagai kasus terorisme, dan pelakunya mesti dihukum maksimal.

“Menurut saya itu bukan kasus pidana biasa, harus masuk kategori pidana terorisme, karena telah menyerang kemerdekaan pers, kemerdekaan bersuara, kemerdekaan dari rasa takut, yang kesemuanya itu adalah Hak Asasi Manusia (HAM) yang dijamin oleh konstitusi dan Piagam HAM Internasional. Ditambah lagi, pembunuhan ini jelas direncanakan, mesti dikenakan pasal 340 KUHP, yang ancamannya hukuman mati [3]. Saya meminta ancaman maksimal ini diterapkan dalam kasus kematian wartawan Marshal,” tegas mantan Kepala Sub Bidang Program pada Pusat Kajian Kebijakan dan Hukum Sekretariat Jenderal DPD-RI ini mengakhiri releasenya. (APL/Red)null

Catatan:

[1] Terbongkar! Penembak Mati Wartawan ‘Mara Salem Harahap’ Mantan Calon Wali Kota Siantar dan Oknum TNI; https://www.lintasatjeh.com/2021/06/terbongkar-penembak-mati-wartawan-mara-salem-harahap-mantan-calon-wali-kota-siantar-dan-oknum-tni.html

[2] Dalih Polisi Pidanakan Yusuf, Wartawan yang Meninggal di Lapas; https://tirto.id/cMdC

[3] Berikut Pasal Yang Mengatur Tentang Tindak Pidana Pembunuhan; https://rri.co.id/purwokerto/berita/daerah/909848/berikut-pasal-yang-mengatur-tentang-tindak-pidana-pembunuhan

Narasumber Pewarta : Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke S.Pd M.Sc MA. Editor IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com – Kamis, 24 Juni 2021.

JAKARTA – Polisi menetapkan empat tersangka kasus kasus penyerangan dan penembakan di Jalan Mangga Besar VI D Taman Sari Jakarta Barat. Kini mereka ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polres Metro Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo di dampingi Kapolsek Metro Taman Sari Akbp Iver soon Manosoh dan kasat reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono menyebut keempat tersangka yang ditahan yakni JP (46), HS (41), DT (36), FW (25). Mereka diduga mengayun-ayunkan senjata tajam dan melakukan penembakan saat peristiwa tersebut.

“Kami tetapkan empat tersangka yakni JP yang membawa senjata api revolver. HS, DT dan PW atas kepemilikan senjata tajam yang kami amankan di lokasi penangkapan kawasan tebet, Jakarta Selatan,” kata Ady saat konferensi pers, Kamis (24/6/2021).

Ady menjelaskan, kejadian berawal saat Selasa (22/6) dini hari tepatnya pukul 01.00 WIB, beberapa orang sedang berkumpul di salah satu kontrakan di Taman Sari.

Mereka merayakan pesta ulang tahun salah satu rekannya. Dalam drama satu babak itu, mereka turut merayakannya dengan minum-minuman keras dan menyebabkan sedikit keributan di lokasi tersebut.

“Buat warga tidak nyaman. Setelah itu warga cukup banyak berkumpul untuk peringatkan mereka,” papar Ady.

Alih-alih mengingatkan mereka untuk menghentikan kegiatannya, namun yang terjadi para pelaku tersebut tidak terima. Mereka lantas melakukan perlawanan.

Salah satu tersangka JP kemudian menembakan senjata ke atas, dan 3 rekannya yang lain mengacungkan senjata tajam atau parang.

Mereka kemudian satu per satu menuju ke kendaraannya karena didorong oleh warga yang tidak senang dengan perlakuan mereka.

“Saat para pelaku masuk ke kendaraan menurut saksi di lapangan yang kami periksa pelaku keluarkan tembakan satu kali bukan ke atas tapi mengarah lurus,” ungkap Adi.

Alhasil, menyebab satu orang korban berinisial MIS (18), tertembak dibagian ketiak kiri. Adapun korban, saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Peluru tidak bersarang di badannya tapi masih dapat perawatan dan informasi terakhir kondisi semakin membaik,” jelas Adi.

Tak butuh waktu lama team gabungan dari polsek Metro Taman sari dibawah pimpinan kanit Reskrim Akp Lalu musti ali dan Kasubnit Jatanras Ipda M Rizky Ali Akbar serta Kasubnit Resmob Polres Pulang , 10 orang ditangkap di kawasan Bukit Duri Tebet, Jakarta Selatan. Polisi juga menyita beberapa senjata tajam, air softgun dan senjata api rakitan jenis revolver saat menggeledah sebuah rumah kawasan Bukit Duri Tebet, Jakarta Selatan.

“Sementara enam orang sisanya masih didalami perannya,” pungkas Adi.

Atas kejadian itu, keempat tersangka dikenakan pasal berlapis yakni Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 terkait senjata api dan Pasal Perlindungan Anak Nomor 23 tahun 2002 dan Pasal KUHP 354 dan 338 dengan ancaman 20 tahun penjara.

Narasumber Pewarta : Ashari Humas Polres Metro Jakarta Barat . Editor IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com – Rabu, 23 Juni 2021.

JAKARTA – Penyidik dari unit Reskrim Polsek Metro Taman Sari dan sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat melakukan penyelidikan kasus penembakan yang dialami korban Moch Idris Saputra (18) pada Selasa, 22/6/2021 dini hari sekitar pukul 01.00 wib.

Kasus penembakan tersebut terjadi di jalan mangga besar VI D taman sari Jakarta Barat yang mengakibatkan korban kritis akibat luka tembakan dibagian ketiak kiri dan tangan sebelah kiri

Kapolsek Metro Taman Sari Akbp Iver soon Manosoh saat dikonfirmasi Membenarkan adanya kejadian tersebut

” Ya benar, kami menerima adanya seorang korban yang ditembak di jalan mangga besar VI D taman sari Jakarta Barat ” Ujar Iver soon Manosoh, Selasa, 22/6/2021.

Iver menjelaskan pihaknya sudah turun kelokasi tempat kejadian perkara penembakan untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi dilapangan

Korban Moch Idris Saputra (18) pelajar yang merupakan warga jalan mangga besar IV Taman Sari Jakarta Barat mengalami luka tembakan dibagian ketiak kiri dan tangan sebelah kiri

” Korban Saat ini telah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit ” ucapnya

Sementara dalam kesempatan yang sama Kanit Reskrim Polsek Metro Taman Sari Akp Lalu mesti ali menjelaskan bahwa kami menerima adanya laporan kasus penembakan, kejadian tersebut terjadi di jalan mangga besar VI D taman sari Jakarta Barat

Korban Korban Moch Idris Saputra (18) pelajar yang merupakan warga jalan mangga besar IV Taman Sari Jakarta Barat mengalami luka tembakan dibagian ketiak kiri dan tangan sebelah kiri

Kami bersama sat reskrim Polres Metro Jakarta Barat telah mendatangi tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi di sekitar TKP

Kami Bersama Team dari sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat sudah turun kelokasi untuk melakukan penyelidikan

Korban ditembak oleh Orang tak dikenal ( OTK ) yang merupakan orang timur akibat luka tembakan tersebut korban dibawa ke Rs RSCM guna Mendapatkan Perawatan

” Saat ini kami belum bisa memberikan keterangan lebih rinci, Kami masih melakukan penyelidikan ” Ucap Akp Lalu Mesti Ali

Narasumber Pewarta : Ashari Humas Polres Metro Jakarta Barat . Editor IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com – Sabtu, 19 Juni 2021.

SEKAT RI,Sulsel – Dunia jurnalis kembali berduka, atas tragedi yang menimpa Mara Salem Harahap (42) pimpinan redaksi Lassernewstoday.com di Simalungun, Sumatera Utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Mara Salem ditemukan tergeletak dengan tembakan di tubuh, tak jauh dari rumahnya di Huta 7 Pasar 3 Nagori Karang Anyer Kabupaten Simalungun. Sabtu (19/6/2021).

Peristiwa kematian Mara Salem memantik sejumlah organisasi media diantaranya Serikat wartawan Media online Republik Indonesia (SEKAT RI) Sulsel agar segera pihak kepolisian mengusut tuntas kasus Pembunuhan tersebut.

Ketua Humas DPP SEKAT RI Muh Darwis Mengutuk Pembunuhan yang menimpa pimpinan redaksi Lassernewstoday.com rekan se-profesi.

Kami meminta kepada pihak aparat penegak hukum ( APH) agar segera mengusut tuntas kasus dan otak pelaku Pembunuhan serta menghukum seadil adilnya.

karna tindakan ini dinilai telah mencederai Kemerdekaan Pers serta mengkhianati kehidupan Demokrasi di Tanah Air.

Ini merupakan salah satu bentuk pembungkaman terhadap Pers, perlawanan terhadap prinsip Negara Hukum, ujarnya.

Semoga dengan peristiwa tersebut tidak terjadi lagi kedepannya, karena dalam bekerja Pers dilindungi Undang-undang Nomor 40 tahun 1999.

Narasumber : Ketua Humas DPP SEKAT RI. Pewarta : Daeng Tojeng. Editor IINews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com – Kamis,10 Juni 2021.

MATARAM – Tim Puma Polresta Mataram berhasil kembali mengungkap ,serta menangkap salah satu diantara kedua pelaku bersama penadahnya (480), yang melakukan aksi tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) di sebuah rumah pada Tanggal 31 Maret 2021,sekitar Pukul 05.00 Wita, yang bertempat lokasi TKP di Jalan Catur Warga No. 03 Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Dalam gelar giat jumpa Pers yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Heri Wahyudi, S.I.K., yang di dampingi Sat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, S.I.K. dan Iptu Erny Anggraeni SH, membenarkan dengan adanya anggota Tim Puma yang melakukan penangkapan tersebut, pelaku tindak pidana dengan pemberatan (Curat) serta Penadah (480).

Kemudian adapun identitas kedua pelaku tersebut bersama penadahnya yaitu pelaku berinisial AN (20) tahun, berasal dari Lingkungan Punia Saba, Kelurahan Punia ,Kecamatan Mataram ,Kota Mataram ,dan berinisial S (33) tahun, sebagai penadah beralamat di Jalan Swadaya Lingkungan Kekalik Kijang ,Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela ,Kota Mataram.

“Kombespol Heri Wahyudi S.I.K., juga menerangkan, bahwa” pelaku tersebut ditangkap Tim Puma, berdasarkan laporan yang disampaikan Masyarakat bernama Anggun Pribadi (30) tahun, beralamat Jalan Wisma.Seruni No. 15 Taman Seruni, RT/RW 004/130, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan ,Kota Mataram.

Penangkapan berawal, pada saat mendapat informasi kejadian tersebut, tim langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan sang pelaku. Kemudian setelah tertangkapnya pelaku yang berinisial A langsung dibawa ke Mako Polresta Mataram untuk dilakukan interogasi, guna mendapatkan keterangan tentang tersangka ,dengan siapa pelaku melakukan aksinya tersebut, dan dimana barang barang hasil pencuriannya di sembunyikan atau dijual,” ungkapnya.

“Selain itu, Modus para pelaku masuk ke halaman rumah korban dengan cara memanjat dan melompati tembok batas rumah korban, kemudian masuk kedalam rumah dengan cara mencongkel pintu rumah,lalu mengambil barang barang milik korban,dan barang- barang yang di curi oleh pelaku di TKP tersebut berupa, 1 (satu) Unit HP Merk Redmi Not 8 warna hitam, 1 (satu) buah VAVE (Rokok Elecktrik) Merk HEXOM warna hitam dengan nomer seri : 4214, 1 (satu) Unit Spesa Gayung Merk Polygon Type Brodway warna putih,”ungkapnya kembali.

Dengan adanya kejadian tersebut Korban mengalami kerugian sejumlah Rp 8.000.000 (Delapan juta rupiah).

Ketika tim Puma bergerak menuju tempat pelaku menjual hasil curiannya kepada inisial S sebagai penadah Tim langsung melakukan penggeledahan dan menemukan barang buktinya berupa : 1 (satu) Buah Sepeda gayung merek Polygon broadway warna putih dan 1 ( satu) Buah kotak Hp redmi note 8.

Saat ini pelaku dan penadahnya, serta semua barang bukti yang di temukan di bawa ke Mako Polresta Mataram, guna untuk dilakukan penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut.

Saat ini pelaku yang tertangkap beserta penadahnya akan di kenakan Pasal 363 Ayat 2 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara selama lamanya 9 tahun,” tutup Kombes Pol. Heri Wahyudi, S.I.K.

Narasumber Pewarta : Dani IINews NTB. Editor Red IiNews : Liesna Ega.

Infoindonesianews.com – Selasa, 8 Juni 2021.

MATARAM – Tim Reskrim Polsek Pagutan yang dipimpin langsung Katim Buser Aiptu I Nyoman Arya didampingi Bripka Ide Nyoman Susile berhasil ungkap serta ringkus pelaku tindak pidana Curanmor pada saat berkel di kediamannya yang bertempat Lingkungan Jempong Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, Pada Senin (07/06) Siang.

Penangkapan tersangka pelaku Curanmor dilakukan oleh tim Buser Reskrim Polsek Pagutan, berdasarkan laporan korban pada tanggal 30 Mei 2021 sekitar pukul 10.00 wita, bernama Ahmad Suridianata asal Jalan Pantai.Tanjung Luar, II/184 Lingkungan BTN Griya Pagutan Indah (GPI) Kelurahan Pagutan Barat Kecamatan Mataram Kota Mataram dengan Nomer : LP/B/54/VI/2021/SPKT/Polsek Pagutan/Polresta Mataram/Polda NTB.

Dan dengan gerak cepatnya pelaku di ringkus oleh tim Buser Reskrim Polsek Pagutan ketika pelaku sedang berkelahi dengan saudaranya di dalam rumahnya. Karena kondisi di lingkungan lokasi rumah pelaku rawan pengeroyokan apa bila ada penangkapan di lingkungan tersebut.

Adapun identitas pelaku yang berinisial IA (21) tahun, asal Lingkungan Jempong, Kecamatan Sekarbela Kecamatan Mataram Kota Mataram. Kemudian saat ini sementara teman dari pelaku yang di ringkus masih menjadi DPO target Buser Reskrim Polsek Pagutan,” kata Iptu I Ketut Artana.

Adapun Iptu I Ketut Artana menjelaskan modus pelaku saat beraksi mencuri sepeda motor tersebut yaitu dengan cara pelaku masuk kedalam rumah korban dengan cara merusak konci gembok pintu gerbang, kemudian merusak pintu masuk rumah beserta merusak konci pengaman sepeda motor tersebut dalam keadaan rumah korban dalam keadan kosong di tinggal pergi.

Akibat pelaku mengabil sepeda motor milik korban Merek Honda Nopol DR4495SE Tahun 1989 Warna Hitam dan atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar RP. 5.000.000 Juta,” jelas Iptu I Ketut Artana.

“Setelah mendapatkan informasi terkait keberadaan pelaku dari masyarakat, tim buser kemudian bergerak cepat dan berhasil meringkus pelaku dan di lakukan introgasi langsung sehingga menemukan barang bukti lainnya yang sudah di akui oleh pelaku dengan hasil kejahatannya berupa Pintu Gerbang Terali dari TKP lain di wilayah hukum Polsek Pagutan juga.

Atas kejadian tersebut, pelaku maupun barang buktinya di bawa ke Mako Polsek Pagutan, guna untuk dilakukan pemeriksaan dan proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Kapolsek.

Narasumber Pewarta : Dani, IINews NTB. Editors Red IINews : Liesna Ega.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.