by

Buku Terbitan Pertama berjudul “Banjir Darah” Ludes Dalam Sekejap

-Nasional-5 views

Infoindonesianews.com – Sabtu, 22 Agustus 2020.

JAKARTA – Disaat seluruh dunia terpaku kepada dampak wabah Covid19,Penerbit Istanbul Solo Anab Afifi Dan Thowaf Zuharon justru menerbitkan buku pertamanya yang berjudul BANJIR DARAH (Kisah Nyata Aksi PKI terhadap Kiai, Santri, dan Kaum Muslimin) yang ditulis sendiri oleh Anab Afifi dan Thowaf Zuharon.

Dan disaat Kini gencarnya Demo dari segala penjuru tentang RUU HIP/BPIP secara otomatis banyak mengundang kecurigaan dugaan adanya anasir muatan tentang semangat komunisme di dalam RUU tersebut yang di munculkan Penerbit Istanbul Solo,Anab Afifi Dan Thowaf Zuharon dalam buku yang mengejutkan ini.

Buku ini mengisahkan tentang fakta sejarah kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI),dimana selama ini sejarah tersebut seakan-akan ditutup – tutupi dan di ingkari keadaaan Dan kondisi yang sebenarnya, Menurut perwakilan penerbit Istanbul, buku ini terbit untuk menguak fakta sejarah kekejaman PKI terhadap Kaum Muslimin,Kiai,Santri Dan semua yang di benci oleh PKI “.

“Melalui keterangan Direktur Utama Penerbit Istanbul Yaitu Bambang Soekirno menjelaskan bahwa”Buku ini disusun sedemikian rupa dengan berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan para saksi hidup dan pelaku sejarah yang mengalami saat Peristiwa tersebut, ditulis dengan narasi yang hidup dan memikat, hingga mampu menyedot emosi pembacanya, dan seolah ikut menyaksikan dalam peristiwa waktu itu,” jelas Bambang Soekirno, Direktur Utama penerbit Istanbul melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id Sabtu malam (8/8).

“Saya sendiri pun tidak menyangka bahwa Buku berjudul”Banjir Darah” ini akan mendapatkan perhatian publik dan respons yang sangat lah luar biasa bagi pembacanya Dan khalayak pecinta buku tentang sejarah Di Indonesia ini, “Ujar Bambang terharu.

Buku ini sebelum di cetak dan terbit pun sebelumnya, telah menjadi perbincangan hangat baik di Medsos,berbagai linimasa bahkan whatshap,padahal buku ini belum turun cetak saat pekan pertama bulan Agustus 2020 akan tetapi sudah menjadi perbincangan khalayak umum.

Karena banyak pemesanan jauh – jauh hari,yang menghubungi Penerbit Istanbul,Para konsumen sangat riuh hingga para re-seller buku, para distributor buku yang memasarkan buku akhirnya melalui secara digital.

“Yang membuat kami kagum bercampur haru ,ada yang mendatangi kami yaitu Seorang reseller millenial memborong buku Banjir Darah tersebut, dan Tidak tanggung-tangung,Reseller tersebut membawa truk untuk membeli dan mengangkut buku Banjir Darah dalam jumlah yang sangat besar. Penerbit tak kuasa menolaknya,diKarenakan dia membawa sejumlah uang cash,” kata Mustarom, Direktur Marketing penerbit Istanbul.

“Saya bingung membagi. Sebab banjir pesanan. Jumlah pemesan buku melebihi jumlah eksemplar yang dicetak. Jam 15 sore baru akan turun cetak, jam 11 siang sudah habis dipesan. Bahkan, para pemesan ada yang harus mengantri hingga tanggal 10 Agustus 2020,” kata Mustarom.

Bahkan kami bingung menangani masih banyaknya reseller lain yang juga akan membeli bukunya dalam partai besar secara cash, sedangkan konsumen lainpun belum dapat terpenuhi pemesanan nya,”Menurut pantauan Mustarom memaparkan.

Tak Ayal lagi akhirnya penerbit Istanbul menghentikan dahulu mesin untuk mencetak yang lain, jadi demi mendahulukan pencetakan buku Banjir Darah ini yang sudah mengantri dari berbagai konsumen pembaca dari Sabang hingga Merauke. Akhirnya Percetakan pun terpaksa melipat gandakan mesin yang bekerja khusus untuk buku ini agar pemesanannya semua dapat terpenuhi,”Ujar nya.

Akibat pemesanannya membanjiri atas buku Banjir Darah ini,padahal kami hanya baru melalui jalur perdagangan buku online maupun sosial media saja, Sama sekali belum menyentuh perdagangan di toko buku maupun perdagangan buku konvensional manapun kami sudah sangat kewalahan menampung semua pemesanan buku “Banjir Darah”ini untuk memenuhi pesanan dari Sumatera hingga Papua. Ludes dalam hitungan jam dan dalam sekejap Yang heran nya, justru pesanan banyak sekali pesanan dari luar Pulau Jawa,” Ungkap Mustarom pada hari Selasa, (18/8/2020.)

Penulis/editor : Liesna Ega Kabiro IInews. Pewarta : Andi Maryam / Andiz

News Feed