by

BIDAN CANTIK LUTIM GERAM DIPANTAU TERUS MEDIA, AKHIRNYA MENULIS KEKESALANNYA DI MEDSOS KONSUMSI PUBLIK

-Nasional-25 views

Infoindonesianews.com – Jum’at 21 Agustus 2020

Arsif Iinews Bandung


LUWUTIMUR – Seorang Oknum bidan dari Desa Kasintuwu ,yang saat ini sedang menjalankan SANKSI dari Dinas Kesehatan ,merasa terganggu dalam setiap langkah nya mendapatkan pemantauan dari Dinas Kesehatan Kab. Luwu Timur ,pribadi nya merasa diusik hingga kegeraman nya kepada Media dituliskan di Media Sosial konsumsi publik seluruh dunia.

Disimak dari hasil tulisannya Bidan Nur tersebut, diduga ditujukan kepada Media yang selama ini mengikuti kegiatannya ,maupun yang mengangkat pelanggaran nya sebagai Bidan untuk tugas Dan fungsi nya, sedangkan Media sebagai sosial control sewajarnya warning dikala seorang Bidan sebagai pelayan Masyarakat sudah menyalahi aturan Petunjuk Dinas.

Kita Simak Bersama tulisan yang terungkap di Media Sosial tersebut dengan dugaan seakan – akan di tujukan kepada salah satu Media Online ” Astagaaaaaa…..
Sampai kapan ko mau berhenti urusi hidupku?
Sy ikut rapat jam 10.30 -12.30 dekat dr tempat pelayananku, n sy bilang sm teman jagaku klo ada pasien tlg tlfnka krn jalan kakiji sy pergi rapat diktr desa cuma jarak krg lbh 80 mtr dr t4 pelayanan MASIH JUGA KAMU PERMASALAHKAN. Saat rapat sampai selesai rapat TIDAK ada juga pasien yg tdk dilayani dan kamu taukah brp jam sy pelayanan dlm sehari? Haruskah sy melapor sama kamu ketika ada pasien diluar jam kerja terutama malam hari ? Kamu Pikir kebun sy bisa kamu perlakan sesukamu? Sy hadir sebagai kapasitas PETANI krn ada LAHAN SAWITKU IKUT PROGRAM PSR, apakah sy hrs pensiun dulu baru bisa jadi petani? KENAPA CUMA DAFTAR HADIR YG KAMU KIRIM ? SEKALIAN NOTULEN RAPAT YG SDH DISEPAKATI Ingat leee, klo maslah kebun sawitku dimanapun rapat tetap sy akan hadir. Itu HAK SAYA SBG PETANI. PAHAMI ITU
Knp kamu TAKUT klo merasa TIDAK Bersalah? Klo kamu suka mengorek2 kesalahan sy pd org lain itu namax Bencong knp bukan sy lgsg kamu hubungi? Apakah cuma kamu yg mau hidup? Sekalian kamu beli ini luwu timur supaya masyarakat bisa kamu setir sesukamu,”ujarnya yang tertuang di Medsos.

Sementara itu Kepala Puskesmas Mangkutana Laode yang dimintai tanggapannya melalui Telpon pada Kamis (20/8/2020 )mengatakan kalau bidan tersebut sudah mendapat teguran, dan mari bersama sama kita mengawasi dan memantaunya sesuai aturan serta apa yang yang telah diutarakan kepala badan kepegawaian kabupaten Luwu Timur di salah satu media TV Streaming,jadi kita harus bilang apalagi, sedangkan SANKSI pun sudah dilayangkan kepada Bidan Nur, “Ujar Kapus Laode.

Terkait kehadirannya bidan Nur di kegiatan Rapat Petani Sawit diaula kantor desa Kasintuwu pada hari 18 Agustus 2020 pada pukul 10.30-12.30, Kapus Mangkutana terkesan enggan memberikan jawaban dan Dugaan kami mungkin,pikirnya” pengaduan sudah ,pelaporan Sudah ,somasi sanksi Pun dari Dinkes Sudah ,hingga Di publikasi pun sudah, jadi ya mesti Gimana lagi,”

Di Saat lain berbeda dengan Kapus Laode Plt. Kadis Kesehatan Rosmini Pandin, ia malah mengarahkan untuk Pertanyakan “Coba hubungi kontak kapus nya ijinnya ke mana,waduh bisa terganggu tupoksinya,”keluh Rosmini.

Bahkan beliau berpendapat bahwa”tidak boleh seperti itu, itu namanya sudah korupsi waktu disaat jam nya masyarakat untuk melayani masyarakat Kenapa menyepelekannya saat jam menunjukkan Masih harus melayani masyarakatnya.,”Ujar Rosmini menutup pembicaraan kami.

Apabila disimak dari pernyataan Bidan Nur Di medsos, secara tidak langsung pribadi nya sendiri telah mengungkapkan secara langsung sebagai Bidan Pelayan Masyarakat yang tidak bisa professional di bidang nya saat sedang bertugas.

Penulis/editor : Liesna Ega Kabiro IInews. Narasumber : Team Redaksi IInews

News Feed