Antisipasi Akibat Hilangya 65 Patok, Digelar Giat Patroli Rutin Patok Sepanjang Perbatasan RI-RDTL Sektor Timur

oleh -2 views

Infoindonesianews.com – Kamis,10 Juni 2021.

Belu NTT – Dalam rangka antisipasi terjadinya Patok Perbatasan hilang. Perwira Topografi Satgas Pengamanan Perbatasan RI-RDTL Sektor Timur Letda Ctp Torang Panjaitan pimpin langsung patroli patok rutin secara bergilir di setiap masing-masing pos jajaran Satgas Pamtas Sektor Timur Yonif 742/SWY.

Seperti yang terlihat pada hari ini di Pos Salore Kipur I, dalam melaksanakan patroli patok disepanjang wilayah yang dilakukan oleh Patop bersama Danpos Salore Sertu Anjasmansari dan personel pos.

Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur di Mako Satgas Pamtas Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat, mengatakan,” bahwa sampai saat ini patroli patok dilaksanakan secara rutin yang dilakukan oleh masing-masing pos atas atensi Patop Satgas bahkan Patop sendiri turun langsung ikut memimpin pengecekan patok,” katanya Pada hari Kamis Tanggal 10 Juni 2021.

“Sampai sekarang patroli patok disepanjang perbatasan Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur dengan negara Timor Leste sudah dilakukan sebanyak 3 kali,” terangnya.

Dan adapun Jumlah patok di wilayah batas negara khususnya sektor timur (Kabupaten Belu) dengan Timor Leste sebanyak 554 yang tersebar di 20 pos sepanjang 149 km mulai dari Pos Motaain Kipur I sampai dengan Pos Fohululik Kipur III.

Dijelaskan Bayu Sigit, sebanyak 554 patok tersebut dibagi menjadi tiga macam patok dengan rincian 350 patok batas negara (PBN), 23 patok Common Border Datum Reference Frame (CBDRF) dan 181 patok Border Sign Post (BSP).

“Terhitung sampai dengan hari ini ada 65 patok yang hilang terdiri 46 PBN dan 19 BSP. Sedangkan dulu juga pada Satgas sebelumnya sisanya sebanyak 53 patok memang hilang,” tambahnya.

Sedangkan menurut Alumnus Akmil 2003 tersebut, Penyebab hilangnya sejumlah patok itu disebabkan karena badai siklon tropis seroja bulan April sebanyak 10 patok terdiri dari 8 PBN dan 2 BSP dan pada patroli kali ini baru ditemukan 2 patok yang hilang karena pada hujan badai siklon tropis lalu letaknya ditebing dan terkena tanah longsor.

Dan mantan pengasuh Akmil itu juga berharap semoga kedepan tidak ada lagi patok perbatasan kedua negara yang hilang sehingga tidak ada permasalahan yang terjadi antara pemerintah dengan negara Timor Leste tentang batas wilayah kedua negara,” tutupnya.

Narasumber Pewarta : Dani IINews NTB. Editor red IiNews : Liesna Ega.