by

Aliansi Pemuda Manurung Minta Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes 2015-2018 untuk dikaji, Kades Manurung : “Silakan dilaporkan !”

Infoindonesianews – Manurung, Menurut UU No. 6 tahun 2014 bahwa desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk mendapatkan dukungan dan partisipasi yang kuat dari masyarakat terhadap pembangunan desa, maka masyarakat harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan termasuk pada tahapan perencanaan pembangunan desa. Tak terkecuali dalam hal pengkajian terhadap Laporan Realisasi APBDes, masyarakat adalah pilar dalam mengawasi penggunaan Dana Desa itu sendiri.

Hal inilah yang melandasi Aliansi Pemuda Manurung untuk meminta Laporan APBDes Manurung periode 2015-2018 untuk kemudian dikaji sejauh mana progres pembangunan desa. Dengan harapan, segenap masyarakat memperoleh gambaran mengenai Community Development Program yang telah dilaksanakan Pemerintah Desa dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, sehingga ada acuan untuk merancang program pembangunan desa selanjutnya yang dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrembang). Namun sayangnya, Aliansi pemuda sangat dipersulit bahkan tidak diberikan akses untuk memperoleh data tersebut.

Iro (23) salah satu bagian dari Aliansi Pemuda Manurung dan juga masyarakat Dusun Cerekang mengatakan, “Sebelumnya, Senin (11 Mei 2020), kami bertemu dengan Sekretaris Desa untuk meminta Laporan Realisasi APBDes Manurung 2015-2018 yang biasanya dibalihokan. Namun, kami tidak diberi dan diminta untuk bersurat. Meskipun menurut kami terkesan sangat tidak wajar, kami tetap mengikuti permintaan dari Sekretaris Desa dan memasukkan surat pada hari itu juga. Pada hari Selasa (12 Mei 2020), saya dan tiga orang teman lainnya menghadap langsung ke Kepala Desa untuk meminta laporan tersebut. Namun tetap tidak diberikan tanpa alasan yang jelas.”

Sikap aparat Pemerintah Desa Manurung sangat disayangkan oleh Aliansi Pemuda karena terkesan tidak transparan dan menutupi data publik. Faisal (23) yang merupakan warga Dusun Tomba mengatakan, “Kami datang untuk memperoleh data tersebut untuk dijadikan bahan kajian dalam menyusun program pembangunan desa selanjutnya dan kami berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Jika kami memang tidak berhak mendapatkan laporan realisasi APBDes 2015-2018 maka kami meminta kepada Kepala Desa untuk menunjukkan aturan ataupun Undang-Undang yang membahas hal tersebut. Namun anehnya, Kepala Desa alih-alih menunjukkan aturan ataupun Undang-Undangnya dan malah merekomendasikan kami untuk melaporkan kepada pihak berwajib.”

Iro (23) kemudian melanjutkan bahwa, “Sangat mengherankan, kami yang hanya meminta laporan realisasi untuk dikaji malah disangka seperti mencurigai Pemerintah Desa sehingga harus melapor ke Polisi.” Salina (27) yang merupakan warga DusunTomba juga mengatakan bahwa, “Kami sudah tanyakan ke Kepala Desa mengapa data ini tidak boleh diberikan kepada kami. Apa masalahnya? Jika memang tidak ada masalah, tolong berikan kepada kami data tersebut. Namun Kepala Desa tetap tidak memberikan alasan yang jelas dan masih meminta kami untuk melaporkan kepada pihak berwajib”.

Sampai saat ini 02 Juni 2020 Aliansi Pemuda Manurung masih mencoba meminta Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDes 2015-2018 dikarenakan Pemdes Manurung belum memberikan jawaban terkait mengapa data tersebut tidak boleh diberikan ke masyarakat dan sangat dirahasiakan.

Iro (23) mengatakan “Sangat aneh bagi kami karena Laporan Realisasi APBDes 2018 dipajang dalam bentuk baliho, tetapi 2015-2017 tidak terpajang alasan Pemdes karena Papan Transparansi baru dianggarkan tahun 2017. Sekalipun demikian Laporan tersebut harusnya ada dalam arsip Desa. Apa Bedanya, kenapa Laporan 2018 bisa dipublikasikan, sedangkan 2015-2017 tidak. Kami akan terus meminta laporan tersebut, sembari memikirkan langkah selanjutnya” tutupnya.

Wartawan: A.Machfud Ardiansyah IINEWS

News Feed