by

AKSI GABUNGAN WARGA DAN ORMAS TOLAK KERAS RUU HIP di HALAMAN GEDUNG SATE BANDUNG

Info Indonesia News – 05/06/2020
Posted by Aris Iinews

BANDUNG – Ribuan massa bahkan dari beberapa ormas yang ada di JABAR memasuki halaman GEDUNG SATE, dengan alasan melakukan aksi untuk menunjukkan rasa dan jiwa nasionalisme .

Aksi tersebut dilaksanakan secara orasi untuk penolakan disahkannya RUU HIP (haluan ideologi Pancasila) ,yang mana RUU tersebut dapat memicu berkembangnya lagi paham paham komunis.

Karena semuanya sudah tertuang dalam TAP MPRS nomor 15/1966 yaitu mengenai pembubaran PKI.Dengan di rancangnya RUU HIP yang menjadi pemicu POLEMIK dan dapat memberikan kesempatan yang bisa dikatakan sebagai pintu masuknya paham paham komunisme yang dilarang pada masa pemerintahan presiden SOEHARTO.

RUU HIP berisi konsep tentang trisila, ekasila, dan Ketuhanan yang berkebudayaan.Ribuan warga mengibarkan bendera merah putih dan spanduk-spanduk yang bertuliskan penolakan terhadap pengesahan RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila).

Menurut Rudi (36) ketika ditemui Iinews beliau mengatakan bahwa “selain melakukan aksi tuntutan penolakan terhadap RUU HIP ada pula himbauan pembubaran BPIP dan menuntut membatalkan KEPRES 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila, tiga tuntutan tersebut bisa dinamakan juga dengan TRITURA dengan kepanjangan adalah tiga tuntutan rakyat.

Aksi penolakan yang dilakukan ribuan massa beserta beberapa organisasi masyarakat dengan memakai seragam dan atribut lengkap seperti pemuda Pancasila FKPPI dan juga sebagian organisasi-organisasi Islam diantaranya FPI pemuda Nahdlatul Ulama mereka bersatu dengan didasari jiwa nasionalisme ,menolak keras apa yang telah di ajukan oleh anggota fraksi dari pemerintahan pusat berlangsung secara KONDUSIf ,walaupun banyak teriakan-teriakan orasi dari semua lapisan masyarakat dan ada pula aksi angkat spanduk dan bendera merah putih, sehingga tidak menimbulkan bentrok antara aparat dengan masa yang melakukan tuntutan dan penolakan.

Menurut keterangan Indra (34) yang berasal dari kabupaten Bandung barat beliau menuturkan bahwa “aksi penolakan yang dilakukan saat ini murni secara langsung dari hati nurani rakyat Indonesia dan tanpa ada unsur yang bersifat politik dan juga tidak ada yang membiayai dari pihak manapun bahkan dia mengeluarkan uang pribadi untuk bisa sampai ke halaman GEDUNG SATE ” ungkap beliau saat ditemui tim Iinews.

Penulis : Liesna Ega Kabiro Iinews
Wartawan : Aris Iinews

News Feed